Mochamad Saidiman
Universitas Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAWATAN MESIN STAMPING 800 TON MELALUI METODE RCM DAN FMEA UNTUK MENGURANGI DOWNTIME PT. YOROZU AUTOMOTIVE INDONESIA Salsabila Rosmalia Dewi; Mochamad Saidiman; Rimba Krisnha Sukma Dewi
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.188

Abstract

Downtime mesin yang tinggi pada proses produksi menjadi salah satu kendala utama dalam pencapaian target produksi di PT. Yorozu Automotive Indonesia. Salah satu mesin yang paling sering mengalami gangguan adalah mesin stamping 800T yang berperan penting sebagai mesin awal dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen kritis penyebab downtime serta merumuskan strategi perawatan yang optimal dengan menerapkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang dianalisis berupa Time Between Failure (TBF) dan Time To Repair (TTR) selama periode November 2023 – Oktober 2024 dengan distribusi kerusakan diuji menggunakan distribusi Weibull, Lognormal, Normal, dan Eksponensial. Perhitungan keandalan dilakukan dengan menentukan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Berdasarkan analisis FMEA, komponen dies memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu 720, sehingga memerlukan prioritas perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen dies memiliki nilai MTBF sebesar 199.7 jam dengan MTTR 0.8 jam, feeder roll memiliki nilai MTBF sebesar 109.72 jam dengan MTTR 0.3 jam, sedangkan shutter memiliki nilai MTBF sebesar 171.72 jam dengan MTTR 0.3 jam. Nilai MTBF terkecil terdapat pada feeder roll, yang berarti komponen ini memiliki umur kehandalan yang lebih rendah dan membutuhkan perhatian pemeliharaan lebih intensif. Penerapan metode RCM dan FMEA dapat digunakan untuk menyusun strategi perawatan yang lebih efektif, antara lain time directed maintenance dan condition directed maintenance pada dies, condition directed maintenance pada feeder roll, serta condition directed maintenance  dan run to failure dengan inspeksi rutin pada shutter.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Desa Haurwangi Sri Erina Damayanti; Rina Indrayani; Mochamad Saidiman; Rosad Maali El- Hadi; Celvin Weraldi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1767

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah pedesaan masih menghadapi tantangan rendahnya literasi lingkungan, minimnya teknologi tepat guna, dan tidak adanya model bisnis sirkular yang berkelanjutan. Desa Haurwangi, Kabupaten Cianjur, merupakan salah satu wilayah dengan timbulan sampah tertinggi, yaitu 125,5 juta liter per tahun. Mitra program menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kapasitas pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi, keterbatasan teknologi produksi, serta belum adanya tata kelola usaha yang berkelanjutan, sehingga pengabdian ini menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis teknologi tepat guna, penguatan kapasitas usaha, dan integrasi model ekonomi sirkular. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan kelompok masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin peleleh plastik otomatis dan mesin press sampah organik, pengembangan produk eco enzyme, serta pelatihan manajemen dan digitalisasi usaha. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi mitra produktif sebesar 200–250%, peningkatan literasi digital sebesar 70%, peningkatan partisipasi masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga (20 KK), serta munculnya unit usaha baru berbasis eco enzyme. Analisis kelayakan finansial menunjukkan ROI mencapai 197%, IRR 72%, payback period 6 bulan untuk mitra produktif, sedangkan SROI mitra sosial mencapai 4,11, yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan manfaat sosial Rp 4,1. Program ini terbukti meningkatkan level keberdayaan mitra dari 1,5–2 menjadi 2,8–3, serta menghadirkan model ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di wilayah lain.