p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Ibtidau Niamilah
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efek Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Anti-Doping Terkait Clean Sport PadaMahasiswa Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Aminu Hasanah; Kurnia Mar’atus Solichah; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1123

Abstract

Doping merupakan penggunaan zat atau metode terlarang untuk meningkatkan performa olahraga yang bertentangan dengan prinsip sportivitas dan clean sport . Mahasiswa kesehatan sebagai calon Athlete Support Personnel (ASP) memiliki peran penting dalam mendukung atlet melalui pelayanan kesehatan sehingga memerlukan pengetahuan dan sikap yang baik mengenai anti-doping. Namun, edukasi anti-doping pada grup ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek edukasi anti-doping terkait olahraga bersih terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pre-test and post-test . Sampel berjumlah 60 mahasiswa Program Studi Gizi, Keperawatan, dan Fisioterapi yang dipilih menggunakan teknik proporsional sampling . Uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 4,22±2,69 menjadi 7,83±0,38 setelah edukasi dengan selisih rata-rata sebesar 3,61 poin (p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat dari 33,00±5,63 menjadi 38,52±2,99 dengan selisih rata-rata sebesar 5,52 poin (p<0,001). Seluruh item pengetahuan menunjukkan peningkatan jumlah jawaban yang benar, terutama pada bahan Daftar Terlarang serta penggunaan obat dan suplemen yang aman. Perubahan sikap terbesar terjadi pada pernyataan pentingnya edukasi anti-doping bagi pelajar kesehatan, pentingnya menjaga integritas olahraga dengan tidak menggunakan doping, dan kesediaan mencari informasi mengenai anti-doping dari sumber yang terpercaya. Pendidikan anti-doping terkait olahraga bersih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa kesehatan sehingga berpotensi mendukung kesiapan mereka sebagai calon ASP dalam mewujudkan olahraga yang bersih dari doping.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Food Neophobia Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-6 Tahun Eka Ageng Febriyanti; Khoirun Nisa Alfitri; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1236

Abstract

Food neophobia adalah perilaku makan yang umum di antara anak-anak prasekolah dan dapat mengurangi keragaman pola makan serta kecukupan nutrisi. Status sosial ekonomi orang tua dianggap sebagai salah satu faktor yang memengaruhi perilaku makan anak. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dan food neophobia pangan pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1, Kabupaten Sleman. Studi kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 61 orang tua atau pengasuh utama yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi orang tua atau pengasuh utama yang memiliki anak usia 3–6 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, bersedia menjadi responden, serta mampu mengisi kuesioner. Kriteria eksklusi meliputi anak dengan kondisi yang memerlukan diet khusus atau gangguan yang memengaruhi perilaku makan, sedangkan dropout mencakup responden yang tidak menyelesaikan kuesioner atau mengundurkan diri selama penelitian. Data tingkat sosial ekonomi diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden yang meliputi tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan rumah tangga, sedangkan kejadian food neophobia diukur menggunakan child food neophobia scale (CFNS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan anak berada pada kategori tidak food neophobia (77,05%). Mayoritas orang tua atau pengasuh utama memiliki tingkat pendidikan sedang (60,66%), tidak bekerja (68,85%), dan pendapatan rumah tangga kategori sedang (54,10%). Berdasarkan hasil analisis, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,347), jenis pekerjaan (p=1,000), maupun tingkat pendapatan (p=0,725) dengan kejadian food neophobia pada anak prasekolah usia 3-6 tahun. Status sosial ekonomi orang tua tidak secara signifikan terkait dengan neofobia makanan pada anak prasekolah. Faktor lain, termasuk praktik pemberian makan, paparan makanan, pengalaman makan, dan lingkungan makan keluarga, mungkin lebih memengaruhi penerimaan anak terhadap makanan baru.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Tentang Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Di SD Muhammadiyah Mertosanan Bantul Elin Mey Supadmiatin; Silvi Lailatul Mahfida; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1470

Abstract

Nutritional problems among elementary school children remain a significant public health concern because they can adversely affectchildren's growth, development, health, and learning capacity. Knowledge and attitudes toward balanced nutrition are important factors that may influence children's dietary behaviors and nutritional status. The studu aims to determine the relationship between students' knowledge and attitudes toward balanced nutrition and their nutritional status at SD Muhammadiyah Mertosanan, Bantul.This quantitative study employed a cross-sectional design. The study sample consisted of all fourth- and fifth-grade students at Muhammadiyah Mertosanan Elementary School, Bantul, totaling 43 participants. Total sampling was used to recruit respondents. Data on knowledge and attitudes were collected using a structured questionnaire, while nutritional status was assessed using the BMI-for-age indicator based on WHO standards. Data were analyzed using Fisher's exact test with a 95% confidence level. The result showed that of the 43 fourth- and fifth-grade students, 62.5% of those with good knowledge had normal nutritional status, 88.9% of those with moderate knowledge had normal nutritional status, and 41.2% of those with poor knowledge were classified as overweight. Regarding attitudes, 92.3% of students with positive attitudes had normal nutritional status, 76.5% of those withmoderate attitudes had normal nutritional status, and 69.2% of those with poor attitudes were overweight. Statistical analysis revealed significant associations between knowledge of balanced nutrition and nutritional status (p < 0.05), as well as between attitudes toward balanced nutrition and nutritional status (p < 0.05). In conclusion, knowledge and positive attitudes toward balanced nutrition are significantly associated with better nutritional status among elementary school students.
Hubungan Motivasi Ibu Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Rheina Marthalia Haryuana; Ibtidau Niamilah; Agung Nugroho
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1520

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan pemberian ASI saja kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan Yogyakarta tercatat hanya 63%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Ngampilan Yogykarta. Penelitian ini berbasis data primer. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi ibu dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi ibu berhubungan secara signifikan terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu di wilayah Puskesmas Ngampilan Yogyakarta.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Asrama Kalimantan Timur Di Yogyakarta Agus Nur Cahyati; Dittasari Putriana; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1559

Abstract

Nutritional status among university students remains a common problem, with both undernutrition and overnutrition. Body Mass Index (BMI) is an indicator used to assess a person's nutritional status based on the ratio of weight to height. Stress levels are suspected to be a factor influencing nutritional status through changes in diet and lifestyle, especially among students living in dormitories. This study aims to determine the relationship between stress levels and Body Mass Index (BMI) among students in East Kalimantan dormitories in Yogyakarta. This study is a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The study was conducted at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta in May 2026, involving 34 students who selected using a purposive sampling technique. Stress level data was obtained using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, while BMI data was obtained through weight and height measurements, and BMI calculation. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a p-value <0.05. The results showed that the average stress score of respondents was 23.5, and the majority of respondents had very severe stress (85.29%). The average BMI of respondents was 21.66 kg/m², and more than half of respondents had normal nutritional status (58.82%). There was no significant relationship between stress levels and BMI among students at the East Kalimantan Dormitory in Yogyakarta (r = 0.2262 and p = 0.1982)