Nor Cahaya
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Tahun 2025 Nor Cahaya; Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Kristina Yuniarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1194

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah operasi persalinan yang dilakukan jika terdapat kondisi obstetri yang berisiko bagi ibu maupun janin sehingga tidak dapat melakukan persalinan pervaginam. Meskipun prosedur ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi pada kasus dengan indikasi medis, peningkatan angka persalinan melalui Sectio Caesarea dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi apabila dilakukan tanpa indikasi yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kejadian Sectio Caesarea pada ibu bersalin di Rumah Sakit Islam Banjarmasin pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat berbantu SPSS. Data penelitian bersumber dari rekam medis ibu bersalin yang dipilih melalui teknik purposive sampliSebagian besar responden berada pada kelompok usia tidak berisiko (20–35 tahun), yaitu sebanyak 219 orang (72,8%), memiliki paritas tidak berisiko (2–3 kali kehamilan) sebanyak 159 orang (52,8%), tidak memiliki riwayat Sectio Caesarea sebanyak 224 orang (74,4%), merupakan peserta BPJS sebanyak 294 orang (97,7%), serta menjalani persalinan melalui Sectio Caesarea sebanyak 267 orang (88,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,606), paritas (p=0,988), dan kepemilikan BPJS (p=0,145) dengan kejadian Sectio Caesarea (p>0,05). Sebaliknya, riwayat Sectio Caesarea berhubungan secara signifikan dengan kejadian Sectio Caesarea (p<0,001). Implikasi penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar ilmiah dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan perencanaan pelayanan kebidanan serta obstetri yang lebih efektif guna meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.