Rolty Glendy Wowiling
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Warta Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Hermon Asabri dengan Website HTML5 Rolty Glendy Wowiling
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Juni: DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan digitalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan keagamaan. Penelitian ini membahas implementasi digitalisasi di Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Hermon Asabri, dengan fokus pada transformasi dari sistem konvensional menjadi penggunaan teknologi dalam menampilkan serangkaian kegiatan gereja (warta jemaat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan survei untuk mengumpulkan persepsi dan pengalaman dari anggota jemaat terkait digitalisasi warta. Temuan menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam menyebarkan informasi gerejawi telah menghasilkan peningkatan aksesibilitas, keterbukaan, dan keterlibatan anggota jemaat. Keterbukaan terhadap platform digital memungkinkan warta jemaat dapat disampaikan secara lebih efektif, responsif, dan tepat waktu. Namun, tantangan seperti kecukupan akses teknologi, keamanan informasi, dan adaptasi terhadap perubahan budaya juga muncul selama proses digitalisasi ini. Hasil dari penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran teknologi dalam menyebarkan informasi kegiatan keagamaan dan interaksi di dalam komunitas gereja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya penyesuaian strategi komunikasi dalam mengadopsi teknologi yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jemaat di era digital.
Narrating Minimal Data: Rethinking Cohort-Based GPA Prediction in Low-Resource Higher Education Contexts Berdinata Massang; Rolty Glendy Wowiling; Allin Junikhah; Firmanians Romula Tuerah; Andrew Nathanael Ratag; Febri Kurnia Manoppo
International Journal of Educational Narratives Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v4i1.3506

Abstract

Background. Student performance prediction has become a major topic in educational data mining and learning analytics. However, most previous studies rely on high-dimensional datasets such as attendance records, course-level grades, and learning management system logs, which are often unavailable in institutions with limited digital infrastructure. Purpose. This study aims to evaluate the feasibility of predicting student academic performance using minimal institutional data and to establish a practical baseline for machine learning implementation in low-resource higher education contexts. Rather than maximizing predictive accuracy, this research examines the lower boundary of predictive capability when only simple academic variables are available. Method. A quantitative descriptive–predictive design was applied to 355 student records from the Christian Religious Education Study Program at IAKN Manado, Indonesia. GPA values were categorized into four classes (Poor, Fair, Good, and Very Good). The dataset was split into 75% training and 25% testing subsets, and class imbalance was addressed using SMOTE. Four models were evaluated: Dummy Classifier, Decision Tree, Random Forest, and Neural Network (MLP). Performance was assessed using accuracy and 5-fold cross-validation. Results. The Dummy Classifier achieved an accuracy of 15.73%, establishing a realistic baseline under balanced class conditions. Decision Tree and Random Forest produced the highest accuracy at 46.06%, while the Neural Network achieved 40.44%. However, cross-validation results remained lower, indicating limited generalization and possible overfitting under minimal-feature conditions. Conclusion. This study shows that simple institutional data can still provide non-trivial predictive signals, but predictive performance remains moderate. The main contribution of this study lies in positioning minimal-data prediction as a baseline methodological framework for institutions with constrained academic datasets, rather than as a high-accuracy predictive solution.