Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan dan Kepatuhan Diet Tinggi Protein dengan Tingkat Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Melitus : Correlation between Anxiety Levels and Adherence to a High-Protein Diet with Wound Healing Rates in Patients with Diabetes Mellitus anggi hanafiah syanif; Muflih; Erfan Rofiqi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.527

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai komplikasi luka kronis akibat gangguan sirkulasi dan neuropati perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidak hubungan tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein dengan kecepatan penyembuhan luka penderita diabetes melitus. di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian kuantitatif ini dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang memiliki luka sebanyak 45 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner kepatuhan diet nutrisi serta instrumen penilaian tingkat kecemasan dan status penyembuhan luka. Hasil: Temuan penelitian, dari 45 partisipan, 24 (53,3%) memiliki kepatuhan diet sedang, 21 (46,7%) mengalami kecemasan sedang, dan 23 (51,1%) belum sembuh lukanya. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein memiliki dampak signifikan terhadap tingkat penyembuhan luka pada individu dengan diabetes melitus (p<0,05). Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein memengaruhi seberapa cepat luka sembuh pada penderita diabetes melitus.
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Tingkat Nyeri Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan Mulidan Mulidan; Anggi Hanafiah Syanif; Dedi Syaiful; Muflih Muflih
Journal of Nursing Update Vol 7, No 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jnu.v7i2.6843

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung kongestif (congestif  heart  failure) merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan ketidak mampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada jaringan tubuh. Gagal jantung dapat ditandai dengan adanya kelebihan (overload) volume darah, perfusi jaringan yang tidak adekuat dan toleransi aktivitas yang buruk. Gagal jantung  kongestif  terjadi  karena  gangguan  kontraktilitas  jantung (disfungsi sistolik)  atau  pengisian  jantung  (diastole)  sehingga curah jantung lebih rendah dari normal. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian analisis deskriptif metode survei analitik dengan pendekatan cros-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berjumlah 88 responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dalam penelitian tentang hubungan karakteristik (independent) dan tingkat nyeri (independent) pada pasien gagal jantung kongestif (dependent). Analisa data yang digunakan adalah uji statistik dengan menggunakan uji chi-square  dengan nilai p-value0,05.Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dari setiap karakteristik terdapat 1 karakteristik yang saling berhubungan yaitu jenis kelamin mayoritas pengelaman nyeri sedang 36 orang (40,9%), nyeri berat 9 orang (10,2%) dan berat sekali 11 orang (12,5%), sedangkan laki-laki pengalaman nyeri berat 9 orang (10.2%) dan berat sekali 12 orang (13,6%), dengan hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dan jelnias kelamin dnegan pengalaman/tingkat nyeri yang di rasikan oleh pasien dengan gagal jantung kongestif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien memiliki dampak atau hubungan yang signifikan dari karekteristik usia dan jenis kelamin dalam mengahadapi nyeri pada pasien gagal jantung kongestif. Implikasi Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen nyeri bagi pasien dan keluarga yang mengalami gagal jantung kongestif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya intervensi yang meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen nyeri untuk meminimalkan nyeri tersebut.