Saparingga Dasti Putri
Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan pada Pasien IDCM yang Mengalami Hiperkalemia Berat: Case Report Saparingga Dasti Putri; Natalia Tambunan; Inggried Angelica Valentina Wiliyams Pen; Sultan Muhammad Wahyu Pamungkas; Ayu Prawesti Priambodo; Ristina Mirwanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21125

Abstract

ABSTRACT Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM) is a condition that can trigger malignant arrhythmias such as Ventricular Tachycardia (VT) and Ventricular Fibrillation (VF), especially if accompanied by severe hyperkalemia. The combination of myocardial dysfunction, impaired renal function, and electrolyte imbalance increases the risk of fatal complications such as cardiac arrest. Objective: To report the case management of an IDCM patient with severe hyperkalemia causing malignant arrhythmias, and to highlight the importance of a multidisciplinary approach in its clinical management. This case study uses a single case approach to a 52-year-old patient treated in the Intensive Care Unit. Data were collected through direct assessment, observation, and supporting examinations during five days of intensive care. The patient experienced severe hyperkalemia (K+ 7.05 mmol/L) which triggered VT and progressed to VF. Emergency management was carried out with ACLS, administration of calcium gluconate, insulin-dextrose, Kalitake, sodium bicarbonate, and inotropic support. Hemodialysis was performed to treat persistent electrolyte disturbances. The patient showed significant clinical improvement after comprehensive intervention. Management of severe hyperkalemia in IDCM patients requires coordination between cardiology, nephrology, and intensive care specialists. Rapid intervention, aggressive medical therapy, and hemodialysis can save lives and restore patient stability. Keywords: Nursing Care, Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM), Hyperkalemia.  ABSTRAK Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM) merupakan kondisi yang dapat memicu aritmia maligna seperti Ventricular Tachycardia (VT) dan Ventricular Fibrillation (VF), terutama jika disertai dengan hiperkalemia berat. Kombinasi antara disfungsi miokard, gangguan fungsi ginjal, dan ketidakseimbangan elektrolit memperbesar risiko komplikasi fatal seperti cardiac arrest.Tujuan: Melaporkan penanganan kasus pasien IDCM dengan hiperkalemia berat yang menyebabkan aritmia maligna, serta menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam manajemen klinisnya.Studi kasus ini menggunakan pendekatan single case terhadap pasien berusia 52 tahun yang dirawat di ICU. Data dikumpulkan melalui pengkajian langsung, observasi, dan pemeriksaan penunjang selama lima hari perawatan intensif. Hasil: Pasien mengalami hiperkalemia berat (K+ 7.05 mmol/L) yang memicu VT dan berkembang menjadi VF. Penanganan darurat dilakukan dengan ACLS, pemberian kalsium glukonat, insulin-dextrose, Kalitake, natrium bikarbonat, dan dukungan inotropik. Hemodialisis dilakukan untuk mengatasi gangguan elektrolit yang persisten. Pasien menunjukkan perbaikan klinis signifikan setelah intervensi komprehensif. Penanganan hiperkalemia berat pada pasien IDCM membutuhkan koordinasi antara spesialis kardiologi, nefrologi, dan perawatan intensif. Intervensi cepat, terapi medis agresif, serta hemodialisis dapat menyelamatkan nyawa dan memulihkan stabilitas pasien. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM), Hiperkalemia.
Persepsi Perawat tentang Kesiapsiagaan dan Tantangan dalam Merawat Penyintas Bencana: Tinjauan Literatur Kurhayati Kurhayati; Faiza Zulfikar Saban; Saparingga Dasti Putri; Y Dodi Setyawan; Kurnia Nasrullah; Cecep Eli Kosasih; Yanny Trisyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21002

Abstract

ABSTRACT Natural disasters and health crises have experienced a significant increase in the last decade. Nurses have a role in disaster mitigation and response, including providing holistic care to victims in every phase of response. Previous studies reported that nurses are often faced with various situations and challenges in every phase of emergency response such as limited resources and low preparedness. Previous studies have focused more on evaluating disaster preparedness training programs or the effectiveness of standard protocol-based nursing interventions, but have not sufficiently explored how nurses' direct experiences shape their perceptions of preparedness and the challenges they face. This study aims to explore nurses' perceptions of preparedness and challenges in caring for disaster survivors. This study method uses a scoping review approach with the Arksey O'Malley methodology framework. Literature searches were conducted on the Scopus, PubMed, EBSCOhost, and ScienceDirect databases for the journal period 2015 - 2025 resulting in 791 articles. In the process of screening and selecting articles, a systematic approach followed the PRISMA protocol. The process of selecting studies and reporting results followed the PRISMA-ScR guidelines. Of the 791 articles found, 10 final articles met all inclusion criteria. This study identified three nurses' perceptions of preparedness and challenges in caring for disaster survivors, namely perceptions of lack of preparedness, perceptions of limited resources and coordination, and perceptions of emotional distress during the disaster response process. Conclusions: Nurses face psychosocial and technical barriers when caring for disaster survivors. Resource support plays a role in supporting nurses' preparedness in the field. These results emphasize the need for increased disaster training programs and policy development to strengthen nurses' preparedness in dealing with crisis situations. Keywords: Nurse Preparedness, Disaster Survivors, Nurse Perception, Disaster Response, Nursing Challenges.  ABSTRAK Bencana alam dan krisis kesehatan mengalami proses peningkatan yang signifikan dalam dekade terakhir, Perawat mempunyai peran dalam mitigasi dan respon bencana, termasuk memberikan perawatan holistik pada korban dalam setiap fase penanggulangan. Studi terdahulu melaporkan bahwa perawat sering dihadapi berbagai situasi dan tantangan dalam setiap fase tanggap darurat seperti keterbatasan sumberdaya dan kesiapsiagaan yang rendah. Penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada evaluasi program pelatihan kesiapsiagaan bencana atau efektivitas intervensi keperawatan berbasis protokol standar, namun belum cukup menggali bagaimana pengalaman langsung perawat membentuk persepsi mereka terhadap kesiapsiagaan dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi perawat terhadap kesiapsiagaan dan tantangan dalam merawat penyintas bencana. Metode kajian ini menggunakan pendekatan scoping review dengan kerangka metodologi Arksey O’Malley. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, EBSCOhost, dan ScienceDirect untuk tahun jurnal periode 2015 - 2025 menghasilkan 791 artikel. Dalam proses screening dan seleksi artikel, pendekatan sistematis mengikuti protokol PRISMA.  Proses seleksi studi dan pelaporan hasil mengikuti pedoman PRISMA-ScR. Dari 791 artikel yang ditemukan, ada 10 artikel final yang memenuhi semua kriteria inklusi. Penelitian ini mengidentifikasi tiga persepsi perawat terhadap kesiapsiagaan dan tantangan dalam merawat penyintas bencana yaitu ppersepsi tentang kurangnya kesiapsiagaan, persepsi tentang keterbatasan sumber daya dan koordinasi, serta persepsi tentang tekanan emosional selama proses tanggap bencana. Perawat menghadapi hambatan dari aspek psikososial dan teknis saat merawat penyintas bencana. Dukungan sumber daya berperan dalam mendukung kesiapsiagaan perawat di lapangan. Hasil ini menegaskan perlu adanya peningkatan program pelatihan bencana dan pengembangan kebijakan guna memperkuat kesiapan perawat dalam menghadapi situasi krisis. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Perawat, Penyintas Bencana, Persepsi Perawat, Tanggap Bencana, Tantangan Keperawatan.