Nurul Farihatun Nisa
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ritme Musim yang Bergeser pada Dinamika Kehidupan Petani Desa melalui Society Action Research Nurul Farihatun Nisa; Najma Fauziyatul Mustaghfiroh; Candra Agustin; Lina Fa’atin Munafa’ah
ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim telah memicu pergeseran ritme musim yang berdampak signifikan terhadap kehidupan petani desa, terutama pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian iklim. Ketidakstabilan pola hujan dan kemarau menyebabkan terganggunya jadwal tanam, penurunan hasil produksi, serta meningkatnya kerentanan sosial-ekonomi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi pergeseran ritme musim terhadap dinamika kehidupan petani desa serta mengidentifikasi respons dan strategi adaptasi yang dikembangkan melalui pendekatan Society Action Research (SAR). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif partisipatif, di mana petani desa dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi partisipatif, dan proses refleksi bersama, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pergeseran ritme musim memengaruhi kondisi ekologis, sosial, dan ekonomi petani desa. Berbagai bentuk adaptasi dikembangkan, baik dalam praktik pertanian maupun strategi penghidupan, seperti penyesuaian waktu tanam, diversifikasi komoditas dan sumber pendapatan, serta penguatan kerja kolektif di tingkat komunitas. Pendekatan SAR berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi petani dan menghasilkan strategi adaptasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan penguatan kelembagaan lokal dalam meningkatkan kapasitas adaptif petani desa guna menjaga keberlanjutan pertanian dan ketahanan sosial-ekonomi di tengah dinamika perubahan iklim.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Toleransi Beragama Pada Siswa Nurul Farihatun Nisa; Najma Fauziyatul Mustaghfiroh; Bagus Indrawan; Ahmad Khotibul Umam
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses internalisasi nilai-nilai toleransi beragama pada peserta didik di lingkungan sekolah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Walaupun nilai toleransi merupakan bagian integral dari ajaran Islam, realitas di lapangan masih menunjukkan adanya sikap kurang terbuka terhadap perbedaan di kalangan siswa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses penanaman nilai toleransi belum berjalan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, serta pihak sekolah. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai toleransi beragama oleh guru Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual, pemberian keteladanan dalam sikap dan perilaku, serta pembiasaan melalui budaya sekolah yang inklusif. Meskipun demikian, terdapat sejumlah hambatan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan dominasi pendekatan kognitif yang kurang mendukung penguatan aspek afektif siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terstruktur dan berkesinambungan dalam mengintegrasikan nilai toleransi beragama ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pendidikan yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter toleran.
Community Empowerment through the Utilization of Corn Husk Waste into Creative Products: An Effort to Reduce Agricultural Waste and Prevent Waterway Blockages in Talangkembar Village Nurul Farihatun Nisa; Ima Seftiyana Safira; Lailatul Zufrofatin; Dewi Ismawati; Diah Ayu Nur Afrida
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v4i3.106

Abstract

Corn husk waste is one of the agricultural residues that has not been optimally utilized by the community of Talangkembar Village, Montong District, Tuban Regency. This condition contributes to environmental problems, including the accumulation of agricultural waste that may clog drainage channels. This community service program aimed to empower the local community by transforming corn husk waste into creative products with functional and economic value. The program employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach with a participatory method consisting of asset identification, program planning, training implementation, mentoring, monitoring, and evaluation. The activities involved the village government, youth organizations (Karang Taruna), women's groups (PKK), and the local community. The results demonstrated that participants were able to produce various creative products, including flower vases, artificial flowers, lanterns, keychains, home decorations, and souvenirs made from corn husks. In addition to producing creative handicrafts, the program enhanced community knowledge, skills, creativity, and participation in agricultural waste management. The utilization of corn husk waste contributed to reducing agricultural waste, preventing drainage blockage, and creating opportunities for local creative economic development. Therefore, the ABCD approach proved effective in empowering communities by optimizing local assets to support environmental sustainability and improve community welfare.