Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOCIETY ACTION RESEARCH SEBAGAI PILAR TRANSFORMASI PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMUNITAS DALAM MENGHADAPI KRISIS IKLIM YANG BERKELANJUTAN Bagus Indrawan; Irfan Gutawa; Muhammad Khusain Muslimin
Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Desember
Publisher : CV. Jendela Gagasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The climate crisis presents an existential challenge to food security and the sustainability of the agricultural sector. Conventional agriculture is often part of the problem, contributing to greenhouse gas emissions and environmental degradation. In response, the transformation to community-based organic farming has emerged as a vital, adaptive, low-emission solution. However, this transition is complex and requires approaches that are not only technical, but also social and participatory. This article examines the central role of Society Action Research (SAR) as a methodological pillar in facilitating this transformation. SAR is positioned as a participatory approach that empowers farming communities as active subjects—not objects—in the change process. Through a dialogic cycle encompassing problem identification, planning, action, and collective reflection, SAR enables farmers to collaboratively develop locally relevant, innovative solutions for organic farming. This process simultaneously builds adaptive capacity, strengthens social cohesion, and enhances community self-reliance. This study argues that SAR is a crucial instrument for ensuring that the transformation to organic farming is not only technically successful but also socially grounded, equitable, and sustainable, thus building effective community resilience in the face of the climate crisis
Strategi Guru Al-Quran Hadis dalam Memotivasi Siswa dengan Kesulitan Membaca Mushaf MA Plus Sunan Drajat 7 Bagus Indrawan; Abdullah Nasihin
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1475

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik di madrasah, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kondisi ini menjadi semakin penting dalam konteks madrasah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dan kurikulum nasional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru Al-Qur’an Hadis dalam memotivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf di MA Plus Sunan Drajat 7, serta menelaah persepsi siswa dan faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Al-Qur’an Hadis dan siswa, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa arsip madrasah dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah, pemberian dorongan verbal, pembelajaran bertahap, penggunaan media pembelajaran, serta pembentukan kelompok belajar kecil. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mushaf siswa, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung meliputi dedikasi guru, lingkungan madrasah yang religius, serta fleksibilitas kurikulum, sedangkan faktor penghambat utama adalah perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa strategi motivasi yang kontekstual dan personal dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter religius dan keterampilan sosial siswa
Internalisasi Islam Nusantara pada Gending Jawa Campursari dalam Haul Sunan Ngeseng Gesing Semanding Tuban Muhamad Fatkul Majid; Bagus Indrawan; Ahmad Khotibul Umam; Nurul Hakim
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine in depth how the values of Islam Nusantara are internalized through Javanese campursari music in the Haul tradition of Sunan Ngeseng in Gesing, Semanding, Tuban. This study is considered relevant because the haul tradition is understood not merely as a religious ritual practice but also as a cultural space that integrates religious and cultural dimensions into community life. In this context, Javanese campursari music serves not only as entertainment but also as a medium for conveying Islamic messages that reflect the process of acculturation between Islamic teachings and local wisdom. This research employs a qualitative approach with a descriptive design to obtain a comprehensive understanding of the phenomenon under study. Data were collected through direct observation of the haul implementation, interviews with community leaders and campursari performers, and supported by documentation and a relevant literature review. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Javanese campursari music in the Haul tradition of Sunan Ngeseng plays a significant role as a medium for internalizing the values of Islam Nusantara. Values such as monotheism (tawhid), moral formation, and respect for religious scholars are conveyed through lyrics, musical elements, and cultural symbols that are closely tied to the community's daily life. The integration of performing arts and religious rituals reflects the characteristics of Islam Nusantara, which are inclusive, adaptive, and harmonious with local culture. Therefore, this study highlights the importance of preserving cultural traditions as a medium of cultural da'wah and encourages further academic exploration on the relationship between art, culture, and religion in society.   Keywords: Islam Nusantara, Campursari, Haul Of Sunan Ngeseng, Local Culture, Cultural Da'wah