Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFFECT OF RATIO OF YELLOW WATERMELON FLESH (CITRULLUS VULGARIS S.) AND SECANG WOOD EXTRACT (CAESALPINIA SAPPAN L.) ON THE QUALITY OF WATERMELON ALBEDO SHEET JAM Syarifah Nabila; Oke Anandika Lestari; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) JURNAL BIOINDUSTRI: VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v8i1.2140

Abstract

Sheet jam is a semi-solid jam that is modified into a sheet shape according to the surface of the bread with an elastic and compact texture, one of which can be made from yellow watermelon albedo. Watermelon albedo, which is usually discarded, contains pectin which functions to form a gel. Sappan wood (Caesalpinia sappan L.) is used as a natural dye, producing yellow at acidic pH and red at neutral pH. Watermelon flesh can provide a natural fruit flavor (taste). This study aims to obtain the ratio of yellow watermelon flesh to sappan wood extract which has the best physicochemical and sensory characteristics of sheet jam. Randomized Block Design (RBD) with one factor, namely five ratios of watermelon flesh and sappan wood extract, 100%: 0%, 75%: 25%, 50%: 50%, 25%: 75%, and 0%: 100%, each repeated five times. The best results were obtained at the ratio of watermelon flesh: sappanwood extract 75%:25% with a water content of 11.87%, reducing sugar 42.96%, color L* 40.07, a* 4.03, b* 4.10, total acid 1.66%, and sensory taste sweet, chewy texture, yellow watermelon aroma, yellow color and overall preference more. The presence of sappanwood extract can reduce the use of fruit flesh.
Implementasi Kanal Pengaduan Digital Berbasis Google Form dan QR Code di Desa Murung Abuin Kamarudin Kamarudin; Alfani Rahman; Ahmad Rizki Rahman Kamil; Yaskia Ariani; Erna; Luthfi Indrajid; Nazwa Audila Nassalwa; Wafikul Izah; Hana Rosita; Syarifah Nabila
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1650

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa dapat digunakan untuk memperbaiki pencatatan dan akses terhadap kanal pelayanan publik. Di Desa Murung Abuin, penyampaian keluhan dan aspirasi masyarakat sebelumnya dilakukan secara langsung atau melalui komunikasi informal dan belum memiliki kanal digital yang terdokumentasi secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat berbasis Google Form yang dapat diakses melalui QR Code. Pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, perancangan formulir, sosialisasi, simulasi penggunaan, implementasi, dan evaluasi deskriptif bersama aparatur desa. Luaran kegiatan berupa formulir pengaduan digital, QR Code yang ditempatkan di kantor desa, posyandu, dan kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta stiker akses yang dibagikan pada kegiatan masyarakat. Sistem memungkinkan data aduan masuk ke penyimpanan digital secara terstruktur, tetapi naskah belum menyediakan data kuantitatif mengenai jumlah penggunaan, waktu respons, atau penyelesaian aduan. Dengan demikian, program ini diposisikan sebagai langkah awal penyediaan kanal pengaduan digital yang masih memerlukan tata kelola akun, perlindungan data, monitoring penggunaan, dan mekanisme tindak lanjut yang konsisten.