Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Motorik Halus dan Kreativitas Anak Melalui Teknik Membatik Sederhana Erna Roostin
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i2.3481

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peningkatan motorik halus dan kreativitas anak kelompok A Kober Al-Hidayah Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah penerapan tindakan teknik membatik sederhana dalam pembelajaran.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan penugasan, melalui lembar penilaian dan lembar pengamatan, dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Setelah melalui kegiatan teknik membatik sederhana terjadi peningkatan motorik halus anak dari mulai kondisi awal yang masih belum berkembang (BB) sebesar 0%, pada siklus I juga masih belum mencapai peningkatan yang diharapkan karena masih belum berkembang (BB) sebesar 0%, akan tetapi pada siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu mulai berkembang (MB) sebesar 41,7%, dan pada siklus III peningkatan yang terjadi sudah mencapai target yang ditentukan yaitu berkembang sangat baik (BSB) sebesar 91,7%. Peningkatan kreativitas anak sama halnya dengan motorik halus dimulai dari kondisi awal yang masih belum berkembang (BB) sebesar 0%, dan pada siklus I belum mencapai peningkatan yang diharapkan karena masih belum berkembang (BB) sebesar 0%, akan tetapi pada siklus II terjadi peningkatan yaitu mulai berkembang (MB) sebesar 41,7%, dan pada siklus III terjadi peningkatan dan mencapai target yang ditentukan yaitu berkembang sangat baik (BSB) sebesar 91,7%. Hal ini membuktikan bahwa melalui teknik membatik sederhana dapat meningkatkan motorik halus dan kreativitas anak.
MENUJU PERSPEKTIF BARU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SOSIAL-BUDAYA PADA ANAK Erna Roostin
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.974 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.313

Abstract

Pendekatan sosial-budaya merupakan salah satu pengembangan dari kurikulum. Pendekatan ini dipengaruhi oleh pemikiran Piaget, Bruner dan Vygotsky. Sosio-budaya sangat terpengaruh oleh pandangan-pandangan dari Vygotsky (1978) . Seiring dengan Piaget penekanan terhadap pemahaman perkembangan ditinjau dari sisi genetik . Pendekatan lainnya mengarah pada perhatian asal muasal “Sosial”, dimana kapasitas intelektual berhubungan erat dengan aktifitas sosial , semakin tinggi intelektual seseorang maka aktivitas sosialnya juga akan semakin banyak, hal ini dikarenakan aktivitas sosial sebagai tuntutan dari intektual sesuai dengan pengamatan dan analisis Vygotsky. Kemampuan dan hubungan antar manusia selalu dikaitkan dengan penggunaan alat alat dan teknologi fisik. Akan tetapi sosial-budaya mengarahkan pemikiran kita bukan kepada fisiknya akan tetapi bagaimana cara-cara dan ketersediaan alat tersebut, dengan kata lain sosial-budaya mengambil pandangan/perspektif dari sudut pemikirannya, sedangkan realitanya diwujudkan dengan bentuk alat-alat tadi. Pendidikan diperoleh dari pemaknaan terhadap tradisi dan budaya, dan pengetahuan dapat diperoleh dari masyarakat. Bruner juga berpendapat bahwa pendidikan harus membantu siswa tumbuh besar dalam suatu budaya, membantu menemukan identitas diri dan membantu menemukan makna hidup dari budaya tersebut. Alat dan tanda serta simbol sesuatu adalah produk dari sejarah sosial-budaya yang diinterpestasikan kedalam pemikiran orang-orang/masyarakat sesuai perkembangan didalam masyarakat. Pada kenyataan terdapat begitu banyak budaya dimuka bumi ini, termasuk pola pengasuhan anak. Di Indonesia pola orang tua untuk mendidik dan mengasuh putra putrinya dikenal dengan istilah asuh, asah dan asih.
Pelatihan Media Permainan Tradisional Dakuca Terhadap Guru Raudathul Athfal Kabupaten Sumedang Erna Roostin; Riska Aprilianti; Avini Martini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1890

Abstract

Permainan tradisional tersebut dapat menstimulasi enam aspek perkembangan anak. Tujuan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus ini untuk meningkatkan kompetensi dan  kreativitas guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sumedang dalam hal pengembangan media pembelajaran. Metode yang digunakan pada kegiatan Program Kegiatan Masyarakat Stimulus  (PKM-S) ini di antaranya ceramah, diskusi, dan praktik media dakuca. Instrument yang digunakan yaitu media congklak yang sudah dikembangkan menjadi media dakuca. Adapun tahapan dalam kegiatan PKM-S ini di antaranya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang guru RA di Kabupaten Sumedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya stimulus terhadap kreativitas guru RA dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis kearifan lokal sehingga  guru RA dapat menciptakan dan mengembangkan permainan tradisional seperti bola bekel yang dikembangkan dari segi tampilan dan diberi nama menjadi  “Bocer” (Bola Ceria).
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN Erna Roostin; Wulanda Aditya Azis; Nida Wahdatul Fuadah
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 6 No 1 (2022): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study is to describe learning activities and the improvement of gross motor skills through children's traditional games of bentengan in Group B students of RA Nurul Falah, Mekarwangi Village, Lemahsugih District, Majalengka Regency. The method used by the researcher in this study was Classroom Action Research (CAR) in Group B students of RA Nurul Falah that consist of 12 people as participants. The design of this research is the model of Kemmis and Mc Taggart. The research data were collected through performance appraisal sheets. Then, the data were analyzed and reflected by using qualitative and quantitative data analysis techniques. The result shows that the traditional game bentengan can improve the gross motor skills of children in group B students in RA Nurul Falah. The average score of all children in the initial conditions reaches 1.3 with a percentage of 0%, the cycle I increases to 2.5 with a percentage of 25%, the cycle II increases to 3.4 with a percentage of 58.3%, then in the cycle III increases to 3.8 with a percentage of 91.6%.
Analisis Kompetensi Pedagogik Pendidik PAUD dalam Pengembangan Pembelajaran Erna Roostin; Muhammad Syarif Sumantri; Nurbiana Dhieni
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.163

Abstract

Pedagogy is the study of how to educate and guide children according to their development. Pedagogic competence is basically the ability of teachers to manage student learning and the distinctive competencies that will distinguish teachers from other professions will also determine the level of success of the process and learning outcomes of their students. The purpose of this study was to determine and analyze the pedagogic competencies possessed by early childhood educators in developing learning in early childhood education programs. The method used in this research is a descriptive qualitative approach with a literature review method, data collection techniques carried out by researchers are the results of previous studies in the form of Scopus indexed international journals and National journals with a reputation for Sinta 2 and relevant to the research topic. The data analysis technique used is content analysis. The findings from the data analysis showed that the pedagogic competence of educators includes the implementation of further learning, namely the achievement of learning objectives which means that the learning that has been designed by educators is able to develop aspects of child development such as religious and moral values, physical-motor, language, cognitive, art, and social-emotional as outlined through the learning objectives. Quality educators are educators who have many abilities, especially in terms of teaching and learning, therefore educators need to develop their quality by continuing to hone their abilities. ABSTRAK Pedagogik ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendidik dan membimbing anak sesuai dengan perkembangannya. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik dan kompetensi khas yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya juga akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh pendidik anak usia dini dalam mengembangkan pembelajaran di PAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (literature review), teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu hasil penelitian terdahulu berupa jurnal internasional terindeks scopus dan jurnal Nasional yang bereputasi sinta 2 serta relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil temuan dari analisis data diperoleh bahwa kompetensi pedagogik pendidik meliputi pelaksanaan pembelajaran selanjutnya yaitu ketercapaiannya tujuan pembelajaran yang mengandung arti bahwa pembelajaran yang telah dirancang oleh pendidik mampu mengembangkan aspek perkembangan anak seperti nilai agama dan moral, fisik-motorik, bahasa, kognitif, seni, dan sosial-emosional yang dituangkan melalui tujuan pembelajaran. Pendidik yang berkualitas adalah pendidik yang memiliki banyak kemampuan khususnya dalam hal belajar mengajar, oleh karena itu pendidik perlu mengembangkan kualitasnya dengan terus mengasah kemampuannya.
Penggunaan Media Geometri untuk Meningkatkan Kreativitas Anak dalam Menciptakan Bentuk Roostin, Erna
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 2 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v2i1.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai peningkatan kreativitas anak dalam menciptakan bentuk   di kelompok belajar Bina Insan Mandiri   Kecamatan Cimalaka   Kabupaten Sumedang tahun pelajaran 2017/2018 dalam   kegiatan bermain bentuk-bentuk geometri.  Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Observasi dan Unjuk Kerja. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penggunaan media geometri untuk   meningkatkan kreativitas anak dalam menciptakan bentuk dalam keterperincian dengan dukungan aspek keceriaan, kreatif, disiplin, antusias, dan mandiri.  Peningkatan perilaku   anak dalam aspek kreatif berkatagori baik pada data awal 27%, siklus I 47%, siklus II 67%, dan siklus III 87% dengan grafik meningkat.   Peningkatan kreativitas anak   dalam menciptakan 2 macam bentuk geometri menjadi bentuk yang baru pada katagori anak berkembang sangat baik   dengan grafik meningkat terlihat pada   data awal sebesar 40%, siklus I sebesar 53%,   pada siklus II sebesar 73%, dan terus meningkat pada siklus III sebesar 93%.
Development of Digital Media for Sundanese Culture-Based Dakon Games to Improve Early Childhood Science Literacy Erna Roostin
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15657

Abstract

This study aims to develop the Dakon game into a digital Android-based game, Smartda (Smart Dakon), to enhance science literacy in early childhood. The research employs the Research and Development (R&D) method with the Borg & Gall model combined with the ADDIE model for game media development. The subjects involved 111 children and 7 teachers. The research instruments included questionnaires, interviews, and structured observations. Furthermore, the data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive. The results show that: (1) The game media development process was reconstructed into a conceptual model, procedural model, and physical model in the form of a Smartda digital application and a Smartda game guidebook. (2) The Smartda game is feasible for improving early childhood science literacy, validated by expert tests with minor revisions and declared highly feasible by three validators. (3) The Smartda game model is quite effective in enhancing science literacy in early childhood, potentially impacting the development of all aspects of early childhood development.
ANALISIS PEMBELAJARAN SAINS PADA ANAK USIA DINI BERBASIS KARAKTER DI TK ARASY KABUPATEN SUMEDANG Roostin, Erna; Swandhina, Muthiara
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p45-51.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui gambaran pembelajaran sains yang membangun karakter anak, (2) mengetahui karakter yang muncul pada saat pembelajaran sains, dan (3) mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan di TK ARASY Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hal ini untuk  mengamati pembelajaran sains pada anak usia dini yang berbasis karakter. Pengumpulan data pada penelitian studi kasus hanya berlaku untuk kasus tersebut saja, untuk itu digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi, yang semuanya difokuskan ke arah mendapatkan kesatuan data dan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh : (1) Perencanaan pembelajaran  yang  dibuat bersama untuk menjadi acuan dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat dicapai dengan baik melalui penggunaan  metode, model dan media pembelajaran. (2) Karakter anak yang  muncul ketika guru memberikan stimulus dalam pembelajaran sains, yaitu karakter kerja keras, jujur, disiplin, tanggung jawab, mandiri, rasa ingin tahu yang tinggi dan menghargai prestasi. (3) Faktor internal yang berpengaruh terhadap karakter anak adalah sikap dan pembawaan dari dalam diri anak itu sendiri dan faktor dari luar atau eksternal adalah lingkungan sekolah dan rumah.  Kata Kunci: pembelajaran sains, anak usia dini, karakter anak
Development of Digital Media for Sundanese Culture-Based Dakon Games to Improve Early Childhood Science Literacy Roostin, Erna
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 2 (2025): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15657

Abstract

This study aims to develop the Dakon game into a digital Android-based game, Smartda (Smart Dakon), to enhance science literacy in early childhood. The research employs the Research and Development (R&D) method with the Borg & Gall model combined with the ADDIE model for game media development. The subjects involved 111 children and 7 teachers. The research instruments included questionnaires, interviews, and structured observations. Furthermore, the data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive. The results show that: (1) The game media development process was reconstructed into a conceptual model, procedural model, and physical model in the form of a Smartda digital application and a Smartda game guidebook. (2) The Smartda game is feasible for improving early childhood science literacy, validated by expert tests with minor revisions and declared highly feasible by three validators. (3) The Smartda game model is quite effective in enhancing science literacy in early childhood, potentially impacting the development of all aspects of early childhood development.
UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS PADA ANAK USIA DINI BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK MELALUI METODE BERCERITA: Classroom Action Research On Grouf B Children of PGRI Rancakalong Kindergen, Rancakalong District, Sumedang Regency, Academic Year 2023/2024 Antisa, Nanan; Erna Roostin; Mayasari
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 8 No 2 (2024): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the problem of low children's scientific literacy which is caused by a lack of supporting materials and teacher creativity in creating interesting learning media for children. Especially in creating and implementing comic learning media through the storytelling method to increase children's scientific literacy. This research aims to increase scientific literacy. This research uses Classroom Action Research (PTK) with the Kemmis and Taggart model. The results from the field show that the average score increase between the initial conditions and cycle I was 0.7 and the percentage increase was 0% in the Not Yet Developed (BB) category. Then the average increase between cycle I and cycle II was 1.1 with a difference in percentage increase of 40% in the Starting to Develop (MB) category. Furthermore, the increase between cycle II and cycle III was 0.4 in the Not Yet Developed (MB) category and a percentage increase of 60% in the Developing According to Expectations (BSH) category. Thus, comic learning media can improve scientific literacy skills. The benefit of this research is to increase students' insight into increasing the scientific literacy of early childhood with the help of comic learning media through the storytelling method.