Nurul Izzatul Jannah
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Tingkat Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) melalui Analisis Hubungan Konsentrasi–Mortalitas dan Estimasi Nilai LC₅₀ dengan Metode Probit Haryanto Haryanto; Nurul Izzatul Jannah; Azzahra Ramadani; Nur Azizah Khairani; Nur Sahra; Dhiva Rabiatul Maulia; Nasifa kayla putri; Muh. Yusuf Al-Habib Rachman
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 5 Nomor 3 Juli 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v5i3.3655

Abstract

Daun trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi memberikan aktivitas biologis, namun informasi mengenai tingkat toksisitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 70% daun trembesi melalui analisis hubungan konsentrasi–mortalitas dan estimasi nilai LC₅₀ menggunakan metode probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan larva Artemia salina Leach sebagai organisme uji. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Masing-masing konsentrasi diuji terhadap 10 ekor larva Artemia salina dengan waktu pengamatan selama 24 jam. Data persentase kematian dianalisis menggunakan analisis probit untuk menentukan hubungan antara log konsentrasi dan respons mortalitas serta mengestimasi nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase kematian larva, yaitu dari 6,89% pada konsentrasi 10 ppm menjadi 97,05% pada konsentrasi 10.000 ppm. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 100,46 mg/L (ppm), yang berdasarkan klasifikasi toksisitas termasuk dalam kategori moderat (moderately toxic). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas toksik yang nyata terhadap Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian farmakologi dan toksikologi lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Profil Aktivitas Farmakologis Daun Pepaya Segar pada Sistem Saraf: Suatu Kajian Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Nurul Izzatul Jannah; Husnul Hatima; Dhiva Rabiatul Maulia; Nurazizah Khairani; Fauziah Zakilah; Rahasia Rahasia; Sisma Efendi; Nur Aulia; Muh.Yusuf Al Habib Rachman; Andi Utari Prasetya Ningrum
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2010

Abstract

The extract of Carica papaya L. leaves contains phytochemical compounds such as flavonoids, alkaloids, phenolics, and saponins that play a role in biological activities, including antioxidants, anti-inflammatory, analgesic, and modulation of the nervous system. This study aims to evaluate the effects of fresh papaya leaf extract on the central nervous system (CNS) and autonomic nervous system based on varying extract concentrations. The study used test animals with treatment groups consisting of negative control, positive control, and extracts at concentrations of 4%, 8%, and 16%. Parameters observed included parasympathomimetic (PSM), parasympatholytic (PSL), sympathomimetic (SM), sympatholytic (SL), analeptic effects (ANA), CNS stimulation (SSSP), CNS depression (DSSP), and muscle relaxation (RO). The results showed that the 16% concentration produced the highest PSM activity (46.82%) and dominant CNS stimulation (38.59%), while DSSP and RO decreased at higher concentrations. This phenomenon indicates that increasing the extract concentration does not always enhance CNS depression, but rather leads to stimulation. These findings support the potential of papaya leaf extract as a neuroprotective and multifunctional agent. Further research is needed to confirm its molecular mechanisms and clinical effectiveness as a phytotherapy candidate.