Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merancang Pembelajaran Sejarah Yang Menarik Dan Bermakna: Strategi Perencanaan Efektif Ahmat G Hulopi; Fahrul Frayogi; Moh. Fahri Magau; Gobang; Husein Abdul Hamid; Ryan Hidayat Talib
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 3 No. 1 (2025): JIPNAS- April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v3i1.327

Abstract

Pembelajaran sejarah yang menarik dan bermakna menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Artikel ini menyajikan strategi perencanaan pembelajaran sejarah yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi siswa. Penerapan strategi ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, bermakna dan efektif bagi siswa. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang peristiwa, tokoh dan proses sejarah, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik dalam pembelajaran sejarah. Dengan memahami konteks ini, pendidik dapat membantu siswa mengembangkan perspektif yang lebih luas dan kritis terhadap peristiwa sejarah. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti peran teknologi digital dalam memperkaya pembelajaran sejarah. Integrasi teknologi, seperti sumber daya digital, simulasi, dan alat visualisasi, dapat membantu siswa memahami kompleksitas sejarah dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.    
Suku Bajo dalam Dinamika Interaksi di Kecamatan Bangkurung (1999-2013) Gobang; Tonny Iskandar Mondong; Moh. Imron Rosidi
Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Budaya Vol 1 No 2 (2026): Agustus: Edukara: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV Cendekia Paramartha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the dynamics of social interaction among the Bajo people in Bangkurung Subdistrict, Banggai Laut Regency, during the period 1999–2013, with the aim of analyzing social, economic, and cultural changes in the context of the development of the archipelago. The study employs a social history methodology through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, utilizing primary sources such as historical interviews and village documents, as well as secondary sources including scholarly literature, archives, and statistical publications. The results indicate that the 1999–2013 period represented a significant phase of transformation for the Bajo community, marked by increased social interactions with non-Bajo communities through trade, social activities, education, and village governance. Economic changes were evident in the shift from a subsistence-based pattern to a semi-commercial one, driven by the adoption of fishing technologies and the diversification of livelihoods. This transformation did not erase the Bajo people’s maritime cultural identity but rather shaped new patterns of adaptation that blend traditional values with the demands of modernization. This study contributes to the field of social history of coastal communities by positioning the Bajo community as active agents in the process of change.