Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peluang Pendaftaran Merek Kolektif Usaha Tanaman Hias “Bangun Sari Flower Village” Sebagai Upaya Pelindungan Hukum dan Peningkatan Daya Saing Produk Lokal di Kecamatan Tanjung Morawa Faiz Muhammad Zacky; Parlaungan Gabriel Siahaan; Mhiranda T Sitorus; Samiullah Putra Limbong; Suci Rohani Panjaitan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i1.7625

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan UMKM “Bangun Sari Flower Village” untuk memperoleh perlindungan hukum dan meningkatkan daya saing melalui pendaftaran Merek Kolektif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan mengenai HKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang pendaftaran Merek Kolektif cukup besar karena produk kelompok memiliki keseragaman, potensi pasar tinggi, dan dukungan pemerintah tersedia. Namun, kesiapan kelompok masih rendah, terutama karena belum memiliki dokumen kelembagaan seperti AD/ART, struktur organisasi, dan SOP mutu. Pemahaman pengurus dan petani tentang HKI juga masih terbatas. Dinas Koperasi menilai kelompok dapat memenuhi persyaratan apabila dilakukan pembinaan dan perbaikan administrasi secara bertahap. Secara keseluruhan, Merek Kolektif berpotensi memberikan perlindungan yang lebih kuat dan meningkatkan daya saing produk, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan organisasi, serta peningkatan pemahaman anggota terhadap standar kualitas.
Analisis Perbandingan Pengaturan Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Islam di Indonesia dan Malaysia Dana Diva Ivan De La Pena G.; Della Pebriani Simamora; Desi Marlina Sidabutar; Edoward Fran Silalahi; Faiz Muhammad Zacky; Innes Ferancia Damanik; Mhiranda T. Sitorus; Ramona Febiola Simorangkir; Samiullah Putra Limbong; Trima Uasito Tampubolon; Vany Helpiana Saragih
Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Vol. 3 No. 3 (2026): September: Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jembatan.v3i3.3518

Abstract

Islamic inheritance law regulates the distribution of a deceased person's estate among eligible heirs based on established principles of faraid. Indonesia and Malaysia both apply Islamic inheritance principles, but their implementation is influenced by differences in national legal systems, institutional structures, and administrative mechanisms. This study aims to analyze and compare the regulation of inheritance distribution under Islamic law in Indonesia and Malaysia, particularly regarding the legal basis, heirs' shares, institutional mechanisms, and administrative procedures. This research uses a library research method by collecting and analyzing secondary data from books, scientific journals, legislation, official documents, and previous studies. The data were analyzed descriptively and comparatively to identify similarities and differences in inheritance regulations in both countries. The findings show that Indonesia and Malaysia share fundamental principles in determining the shares of children, spouses, and mothers based on Islamic inheritance provisions. However, differences are found in the legal structure, institutional mechanisms, administrative procedures, and particularly the position and share of the father in certain inheritance situations. These differences indicate that the implementation of Islamic inheritance principles is shaped by each country's national legal system. The study contributes to understanding how Islamic inheritance principles are integrated into different national legal frameworks.