Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of bioethical aspects in the management of modified MS media waste in tissue culture laboratories M Rozan Pratama; Togi Miranda Pandiangan; Della Azzahra Batubara; Nurbaity Situmorang; Widya Arwita
EduMatika: Jurnal MIPA Vol. 6 No. 1 (2026): EduMatika: Jurnal MIPA
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/emju.v6i1.1563

Abstract

The development of biotechnology through plant tissue culture techniques provides significant benefits in producing superior, disease-free seedlings quickly. However, the use of modified Murashige and Skoog (MS) media also produces laboratory waste that has the potential to pollute the environment if not managed properly. This study aims to examine the management of tissue culture media waste, identify potential risks, and analyze the application of bioethical principles in its management. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation and documentation in the Tissue Culture Laboratory. The results show that contaminated culture media waste is still disposed of directly without undergoing a sterilization process and waste separation according to standards. This condition has the potential to cause negative impacts such as the spread of microorganisms, environmental pollution due to chemical content, and the risk of health problems. From a bioethical perspective, this practice does not fully implement the principles of non-maleficence, beneficence, and responsibility. Therefore, the implementation of waste management in accordance with bioethical principles through sterilization, waste separation, and sustainable management is needed to support safe and responsible laboratory practices.
Perbanyakan Tanaman Pisang Barangan (Musa acuminata colla) Menggunakan Metode Kultur Jaringan di UPTD Benih Induk Holtikultura Gedung Johor Aswarina Nasution; Deswita Maharani Br Sembiring; Ema Tesalonika Simangunsong; M Rozan Pratama; Togi Miranda Pandiangan
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i1.8314

Abstract

Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tahapan perbanyakan tanaman pisang barangan (Musa acuminata Colla) melalui metode kultur jaringan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan praktik laboratorium secara deskriptif kualitatif.Tahapan yang dilakukan meliputi persiapan dan sterilisasi eksplan, pembuatan media Murashige and Skoog Agar (MSA), inisiasi eksplan, sub kultur, dan aklimatisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberhasilan kultur jaringan sangat dipengaruhi oleh kualitas eksplan, kondisi aseptik, komposisi media, serta pengelolaan lingkungan selama proses kultur. Tahap sub kultur mampu meningkatkan jumlah plantlet secara signifikan, sedangkan tahap aklimatisasi menjadi fase kritis dalam penyesuaian tanaman dari kondisi in vitro ke lingkungan luar.Faktor penghambat yang ditemukan meliputi kontaminasi mikroorganisme, pencoklatan jaringan akibat oksidasi fenolik, serta stres lingkungan pada tahap aklimatisasi. Secara keseluruhan, metode kultur jaringan terbukti efektif dalam menghasilkan bibit pisang barangan yang seragam, berkualitas, dan bebas penyakit. Kegiatan magang ini juga memberikan peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman ilmiah mahasiswa dalam bidang perbanyakan tanaman hortikultura.