Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kotoran Kambing dan Pepaya (KOYA) Menjadi Pupuk Kompos di Desa Sukaharja Jawa Barat Nadia Ainu Nisa; Syifa Nurjannah; Irfan Maulana; Alifia Devi Nur Apsari; Tazkia Nabilatuzzahira
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1101

Abstract

Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak kambing yang signifikan serta potensi komoditas pepaya yang melimpah. Namun, limbah kotoran kambing dan buah pepaya afkir belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berisiko mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal tersebut menjadi pupuk kompos komersial berkualitas yang disebut Kompos Koya (Kotoran Kambing-Pepaya). Metode pelaksanaan meliputi tahapan perizinan, pembuatan dekomposer Mikroorganisme Lokal (MOL) dari buah pepaya, penggilingan kotoran kambing, pencampuran dan fermentasi selama 4 minggu, serta sosialisasi secara door-to-door menggunakan media brosur dan X-banner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan berhasil memproduksi pupuk organik dengan tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, tidak berbau afkir, serta siap guna. Sebanyak 16 kemasan produk Kompos Koya ukuran 3 kg berhasil diproduksi dan didistribusikan kepada peternak dan petani setempat. Kesimpulannya, program PkM ini berhasil mengedukasi masyarakat dalam menekan pencemaran lingkungan akibat bau kotoran ternak, sekaligus memberikan alternatif substitusi pupuk kimia melalui konsep pertanian terpadu.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Kambing dan Pepaya (KOYA) Menjadi Pupuk Kompos di Desa Sukaharja Jawa Barat Nadia Ainu Nisa; Syifa Nurjannah; Irfan Maulana; Alifia Devi Nur Apsari; Tazkia Nabilatuzzahira
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1101

Abstract

Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak kambing yang signifikan serta potensi komoditas pepaya yang melimpah. Namun, limbah kotoran kambing dan buah pepaya afkir belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berisiko mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal tersebut menjadi pupuk kompos komersial berkualitas yang disebut Kompos Koya (Kotoran Kambing-Pepaya). Metode pelaksanaan meliputi tahapan perizinan, pembuatan dekomposer Mikroorganisme Lokal (MOL) dari buah pepaya, penggilingan kotoran kambing, pencampuran dan fermentasi selama 4 minggu, serta sosialisasi secara door-to-door menggunakan media brosur dan X-banner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan berhasil memproduksi pupuk organik dengan tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, tidak berbau afkir, serta siap guna. Sebanyak 16 kemasan produk Kompos Koya ukuran 3 kg berhasil diproduksi dan didistribusikan kepada peternak dan petani setempat. Kesimpulannya, program PkM ini berhasil mengedukasi masyarakat dalam menekan pencemaran lingkungan akibat bau kotoran ternak, sekaligus memberikan alternatif substitusi pupuk kimia melalui konsep pertanian terpadu.