Kurnia Maulidi Noviantoro
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT: STUDI KASUS EVENT JEMBER FASHION CARNAVAL Kurnia Maulidi Noviantoro; Inaz Khusnul Khotimah; Chalia Chistella
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.29282

Abstract

The creative economy has become a crucial sector in the Indonesian economy, with the Jember Fashion Carnival (JFC) being a prominent example of an event contributing to local economic growth. This study aims to analyze the impact of JFC on the economy of Jember Regency, particularly on the tourism and UMKM sectors. This study employed a qualitative approach with observation, interviews, and literature review methods to collect data related to the economic impact before, during, and after the JFC. The research results show that JFC plays a significant role in increasing tourist visits, which has a positive impact on income in various sectors such as tourism and business actors in the culinary, service and handicraft sectors. Furthermore, JFC also encourages the promotion of local cultural potential at the national and international levels. JFC is not only a cultural event but also plays a role as a driver of regional economic growth. The sustainability of JFC needs to be supported through collaboration between the government, business actors, and the community to maintain its economic benefits for Jember Regency. This research is expected to serve as a reference for the development of culture-based events as a strategy to improve the creative economy in other regions. ABSTRAK Ekonomi kreatif telah menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dengan Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai salah satu contoh event yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak JFC terhadap perekonomian Kabupaten Jember, khususnya pada sektor pariwisata dan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mengumpulkan data terkait dampak ekonomi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan JFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JFC berperan signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, yang berdampak positif pada pendapatan di berbagai sektor seperti sektor pariwisata maupun pelaku UMKM di bidang kuliner, jasa, dan kerajinan tangan. Selain itu, JFC juga mendorong promosi potensi budaya lokal ke tingkat nasional dan internasional. JFC tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberlanjutan JFC perlu didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat guna menjaga manfaat ekonominya bagi Kabupaten Jember. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan event berbasis budaya sebagai strategi peningkatan ekonomi kreatif di daerah lain.
PEMBELAJARAN GEODIVERSITAS BERBASIS LAPANGAN BAGI GENERASI MUDA: STUDI EVALUATIF DI IJEN UNESCO GLOBAL GEOPARK Muhammad Asyroful Mujib; Tri Rafika Diyah Indartin; Firda Diartika; Hablana Rizka; Kurnia Maulidi Noviantoro
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.30705

Abstract

Ijen UNESCO Global Geopark has volcanic landscapes, distinctive geological formations, cultural heritage, and interconnected geosites that provide strong potential for geoscience education. However, this potential has not been fully accompanied by young people’s ability to understand Ijen as a geoheritage system that requires scientific interpretation and conservation. This study aims to evaluate field-based geodiversity learning for young people in Ijen UNESCO Global Geopark. An evaluative case study design was applied using descriptive quantitative and qualitative approaches. The research involved 50 participants, consisting of senior high school students, undergraduate students, master’s students, and young teachers. The learning activities were conducted over three days and two nights through field observation and interpretation at four main geosites: Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, and Kawah Ijen. Data were collected through post-tests, geosite observation sheets, participant reflection notes, and field documentation. The results show that the average participant understanding score reached 79 out of 100. The highest score was obtained for understanding regional geosite values, at 82, followed by geoconservation and sustainable tourism, at 80, geopark functions, at 79, and geoheritage, at 75. These findings indicate that field-based learning effectively strengthens participants’ understanding of concrete and observable geosite aspects. However, geoheritage understanding still requires further reinforcement because it involves more abstract scientific, historical, educational, and conservation values. Field-based geodiversity learning is therefore relevant as a geopark education model for strengthening geoscience literacy, geoconservation awareness, and sustainable geotourism understanding among young people. ABSTRAK Ijen UNESCO Global Geopark memiliki lanskap vulkanik, formasi geologi khas, warisan budaya, dan jejaring geosite yang berpotensi sebagai ruang pendidikan geosains. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan generasi muda dalam memahami Ijen sebagai sistem geoheritage yang memerlukan interpretasi ilmiah dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan bagi generasi muda di Ijen UNESCO Global Geopark. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 50 peserta, terdiri atas siswa SMA, mahasiswa S1, mahasiswa S2, dan guru muda. Pembelajaran dilaksanakan selama tiga hari dua malam melalui observasi dan interpretasi lapangan pada empat geosite utama, yaitu Kawah Wurung, Kalipait, Plalangan Black Lava, dan Kawah Ijen. Data dikumpulkan melalui post-test, lembar observasi, catatan refleksi, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman peserta mencapai 79 dari 100. Skor tertinggi terdapat pada pemahaman nilai geosite kawasan sebesar 82, diikuti geokonservasi dan pariwisata berkelanjutan sebesar 80, fungsi geopark sebesar 79, dan geoheritage sebesar 75. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lapangan efektif memperkuat pemahaman peserta terhadap aspek geosite yang konkret dan mudah diamati. Namun, pemahaman geoheritage masih memerlukan penguatan karena berkaitan dengan nilai ilmiah, historis, edukatif, dan konservasi yang lebih abstrak. Pembelajaran geodiversitas berbasis lapangan relevan sebagai model edukasi geopark untuk membangun literasi kebumian, kesadaran geokonservasi, dan pemahaman geowisata berkelanjutan pada generasi muda.