Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Tagline Free Shipping dan Shopping Lifestyle terhadap Impulsive Buying Mahasiswa Pengguna Shopee Muh Ibnu Pangeran I.J; Nur Wahyunianti Dahri; Muhammad Sibgatullah; Andi Indra Martini; Agus Halim
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.198

Abstract

Perkembangan marketplace telah meningkatkan intensitas aktivitas belanja daring dan memperkuat munculnya perilaku pembelian impulsif, khususnya pada konsumen muda. Dalam konteks tersebut, promosi free shipping dan shopping lifestyle menjadi faktor yang berpotensi mendorong konsumen melakukan pembelian tanpa perencanaan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tagline free shipping dan shopping lifestyle terhadap impulsive buying pada marketplace Shopee, baik secara parsial maupun simultan, dengan fokus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Mamuju. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 91 responden yang pernah melakukan pembelian melalui Shopee. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didukung observasi dan wawancara, kemudian kualitas instrumen diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda, uji parsial (t-test), uji simultan (F-test), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tagline free shipping berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying (β = 0,385; t = 4,394; p < 0,001). Shopping lifestyle juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying (β = 0,468; t = 5,353; p < 0,001) serta menunjukkan pengaruh relatif lebih dominan dibandingkan tagline free shipping. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying (F = 64,560; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,595, yang menunjukkan bahwa 59,5% variasi impulsive buying dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa pembelian impulsif mahasiswa pengguna Shopee berkaitan tidak hanya dengan stimulus promosi berupa free shipping, tetapi juga dengan orientasi gaya hidup berbelanja konsumen
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Keterampilan Kerja terhadap Produktivitas Pegawai UPTD Balai Latihan Kerja Provinsi Sulawesi Barat Siti Shania Marirah T; Andi Indra Martini; Tamin; Rohsita Amalyah Rasyid; Agus Halim
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Daerah Provinsi Sulawesi Barat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja daerah, sehingga menuntut produktivitas pegawai yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan keterampilan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh pegawai yang berjumlah 35 orang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang terdiri atas 30 item pernyataan dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai (β = 0,388; t = 2,893; sig. = 0,007) dan keterampilan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi yang lebih dominan (β = 0,574; t = 4,283; sig. = 0,000). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 110,476; sig. = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,873, yang berarti 87,3% variasi produktivitas pegawai dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai pada lembaga pelatihan kerja daerah lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi teknis dan digital pegawai yang disertai perbaikan kondisi fisik serta relasional lingkungan kerja secara simultan.