Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterkaitan Karakteristik Personal, Sistem Kerja, dan Gaya Hidup terhadap Kejadian Sindrom Metabolik Anggota Polisi Husna Dwimulya; Fajria Saliha Puspita Prameswari; Delita Septia Rosdiana; Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i1.51738

Abstract

Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan gangguan metabolisme yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Anggota kepolisian, dengan beban kerja berat dan durasi kerja yang panjang, rentan terhadap SM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan karakteristik personal, sistem kerja, dan gaya hidup terhadap kejadian SM pada anggota polisi di Polsek Bandung Wetan. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan populasi 55 anggota polisi. Sampel berjumlah 39 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik (lingkar pinggang, tekanan darah, glukosa darah puasa, kolesterol total). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan continuity correction. Hasil menunjukkan 41% responden mengalami sindrom metabolik, dengan obesitas sentral (76,9%), hiperglikemia (71,8%), dan hipertensi (53,8%) sebagai komponen dominan. Faktor personal (usia, riwayat penyakit keluarga), pendidikan terakhir, dan penghasilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Demikian pula, durasi kerja, tempat kerja, dan kebiasaan merokok tidak berhubungan signifikan. Namun, stres kerja, durasi tidur tidak sesuai), aktivitas fisik tidak aktif, serta pola makan (kurang konsumsi sayur & buah dan sering konsumsi makanan berisiko) berhubungan signifikan dengan SM (p<0,05). Kesimpulannya, sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada anggota polisi, dipengaruhi kuat oleh stres kerja dan gaya hidup. Intervensi komprehensif yang berfokus pada manajemen stres dan perbaikan gaya hidup sangat diperlukan.
Edukasi Berbasis Konsep 3R untuk Meningkatkan Pengetahuan Pengurangan Food Waste pada Ibu Rumah Tangga Husna Dwimulya; Zahra Nurfadilah; Restu Ediyani Utami; Putri Novitasari
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juni
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i2.675

Abstract

Food waste is a significant environmental, economic, and social issue. In Pakutandang Village, Bandung Regency, many households purchase food without proper planning, leading to daily food waste. This community service aimed to increase the knowledge of households, especially housewives, about waste management using the 3R (reduce, reuse, recycle) concept with a behavioral change-oriented education approach. The educational program was conducted using a one-group pretest-posttest approach with 53 participants comprising housewives with toddlers. Instrument validity was verified prior to application, and data were analyzed using the Paired t-test. Results showed a statistically significant improvement in knowledge after the education session (p<0.05), with posttest scores increasing by 5% compared to the pretest. This program highlights the importance of behavioral education in reducing food waste, and future initiatives require continuous evaluation and structured training in compost production. Keywords: food waste, waste management, 3R concept, community education, household behavior