Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening the Competitiveness of BUMDes Sumber Kamulyan through Digital-Based Management and Marketing Strategies Anis Susanti; Risanda A. Budiantoro; Febrianur I.F.S. Putra; Binta Zulfa Nafisa; Abdullah Arif Nurhikmah; Enggarningtyas Retno Pinasti; Nadia Faiza Az Zahra
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1181

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) have the potential to strengthen local economic competitiveness but often face challenges in governance and digital marketing. This community service program aimed to enhance the capacity of BUMDes Sumber Kamulyan in Wunut Village through the implementation of SIBUMDes Wunut, a website-based information system designed as an appropriate digital tool. The activities were carried out in five stages: initial governance and marketing management, intensive training for 30 participants consisting of village officials, BUMDes managers, women’s groups, and youth organizations, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability planning. Evaluation using the Total Criteria of Response method indicated an average score of 86.75 percent, categorized as very good. The results showed improvements in management, including digital standard operating procedures and transparent financial recording, and in marketing, particularly through social media content development and tourism branding of Umbul Pelem. Sustainability is supported by the formation of an internal digital management team and partnerships with local stakeholders. In conclusion, SIBUMDes Wunut as a website-based system effectively improves governance, strengthens digital marketing strategies, and enhances the competitiveness of rural enterprises.
PERAN SEKRETARIS DALAM NEGOSIASI DAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA YANG PRODUKTIF Desvita Kirani Sekar Putri; Ajeng Syifa; Abdullah Arif Nurhikmah; Ajeng Mutiarananda; Ira Riyani; Wisudani Rahmaningtyas; Marsin Marsin
Jurnal Serasi Vol 23, No 2 (2025): Jurnal Serasi Vol 23 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v23i2.3853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran strategis sekretaris dalam proses negosiasi dan resolusi konflik guna menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, studi ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik nasional dan internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sekretaris telah berkembang dari tugas administratif tradisional menjadi agen strategis dalam manajemen konflik organisasi. Sekretaris memainkan peran penting sebagai mediator internal yang menjembatani perbedaan antar individu atau antar unit, membantu mengelola emosi, dan memfasilitasi dialog terbuka untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan. Kemampuan komunikasi interpersonal, keterampilan negosiasi, serta penguasaan teknik mediasi menjadi kompetensi inti yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi ini secara efektif. Selain itu, sekretaris berkontribusi dalam menjaga netralitas, menyusun agenda negosiasi, serta memastikan kerahasiaan informasi selama proses penyelesaian konflik berlangsung. Peran mereka juga mencakup penggunaan teknologi komunikasi, dokumentasi hasil komunikasi, dan pemantauan tindak lanjut sebagai upaya pengendalian konflik berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kompetensi sekretaris dalam bidang komunikasi strategis dan resolusi konflik merupakan investasi penting bagi organisasi yang ingin meningkatkan stabilitas internal, efisiensi kerja, dan budaya kerja kolaboratif. Dengan demikian, transformasi peran sekretaris menjadi fasilitator perubahan dan penjaga harmoni organisasi menjadi langkah krusial dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas lingkungan kerja modern