Tantangan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berpusat pada buku teks dan minim integrasi nilai budaya lokal. Kondisi ini membuat guru kesulitan mengembangkan bahan ajar serta media berbasis etnosains, sementara siswa kurang terfasilitasi dalam literasi budaya dan penguatan well-being. Tujuan pengabdian ini adalah menganalisis kompetensi guru dalam merancang pembelajaran IPA berbasis etnosains serta mendukung literasi budaya dan well-being siswa. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 20 orang perwakilan guru di Gugus I. Tahapan kegiatan terdiri sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Efektivitas program diperoleh melalui pemberian kuesioner skala Likert untuk guru serta tes pilihan ganda untuk siswa. Analisis dilakukan menggunakan uji deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi guru dari kategori sedang (M=26,9) menjadi tinggi (M=33,1), serta peningkatan literasi budaya dan well-being siswa dari kategori sedang (M=26,1) menjadi tinggi (M=32,7). Disimpulkan bahwa program pelatihan berbasis etnosains terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan memberi dampak positif pada literasi budaya serta well-being siswa. Implikasi dari pengabdian ini cukup luas bagi bidang pendidikan dan pengembangan profesi guru.