Made Dharma Susena Suyasa
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menumbuhkan Curiosity dan Lifelong Learning dalam Ekosistem Pendidikan Adaptif untuk Meningkatkan Literasi Kritis dan Ketahanan Masyarakat pada Disrupsi Digital Made Dharma Susena Suyasa; Kadek Yogi Parta Lesmana; Alexander Hamonangan Simamora; Putu Lanny Kristina Putri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.104332

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital yang merupakan wilayah pinggiran dengan keterbatasan sarana teknologi, rendahnya kesiapan sosial masyarakat, serta minimnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan digital yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital guru, siswa, dan orang tua melalui pelatihan terpadu, penerapan modul ajar digital, serta pembentukan forum komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan ini menggunakan desain pengabdian berbasis pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Subjek yang terlibat terdiri atas guru, siswa, dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa tes literasi digital dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil utama kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital siswa dengan 80% peserta mengalami kenaikan skor. Sebanyak 85% guru berhasil meningkatkan kompetensi dalam merancang dan menerapkan modul ajar digital berbasis literasi kritis. Orang tua menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif melalui forum komunikasi digital yang dibentuk. Simpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis pelatihan dan pendampingan efektif memperkuat ekosistem literasi digital. Implikasinya, model pengabdian ini dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mengurangi ketimpangan digital.
Exploring AI-based Engvit Applications for Vocational High School Students Dewa Putu Ramendra; Made Dharma Susena Suyasa; I Luh Meiyana Ariss Susanti
International Journal of Elementary Education Vol 9 No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v9i2.96275

Abstract

English language learning in vocational high schools (SMK) still faces various challenges, particularly in providing instructional media that accommodate diverse student learning styles and offer contextual, practical learning experiences. Conventional methods often fall short in simulating real-world situations, thus hindering the development of students’ communication skills. This study aims to develop and evaluate the feasibility of Engvit, a learning application based on Artificial Intelligence (AI) and Virtual Tour technology, designed to enhance vocational students’ English skills in an immersive and industry-relevant manner. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection techniques included expert validation, practicality questionnaires from teachers and students, and documentation. The validation results showed that Engvit received scores of 93.5% from language experts, 95.5% from content experts, and 97.0% from media experts, all categorized as highly valid. Practicality tests also yielded excellent results: 95% in individual trials, 96% in small group trials, and 90% from teacher assessments. These findings indicate that Engvit is a feasible, practical, and innovative learning tool capable of addressing the challenges of English language instruction in vocational schools in a more contextual and technologically adaptive way.