Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik kuliner, geografis, dan budaya terhadap penguatan industri pariwisata khsusya diwilayah Puncak Kabupaten Cianjur dan Kabuoaten Bogor Jawa Barat. Perkembangan pariwisata tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan destinasi alam, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menciptakan pengalaman wisata melalui kekayaan budaya dan produk lokal, termasuk kuliner khas kedaerahan. Jawa Barat memiliki potensi wisata yang kuat melalui kombinasi keindahan alam, keberagaman budaya, serta kuliner tradisional yang menjadi identitas daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 120 wisatawan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Februari–Maret 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel penelitian terdiri atas daya tarik kuliner khas kedaerahan (X1), daya tarik geografis (X2), daya tarik budaya (X3), dan penguatan industri pariwisata (Y). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik geografis merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi penguatan industri pariwisata di daerah wisata Puncak, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meskipun demikian, daya tarik kuliner khas daerah dan budaya lokal terbukti memberikan kontribusi positif melalui peningkatan pengalaman wisata, kepuasan wisatawan, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Jawa Barat perlu dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan kuliner sebagai strategi meningkatkan daya saing destinasi wisata.