Yanthi Setyawati
Akademi Pariwisata Nusantara Jaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Dompet Digital Gopay terhadap Perilaku Konsumtif Wisatawan di Cirebon Yanthi Setyawati; Ade Firdiana; Ferdiana Ferdiana; Tri Erie Wardhani; Itat Tatmimah
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i4.6697

Abstract

The rapid growth of digital technology has transformed the way people conduct economic transactions, including in the tourism sector. The convenience of using digital wallets such as GoPay has influenced tourists’ consumption patterns, making transactions faster and more practical. This study aims to analyze the effect of GoPay usage on the consumptive behavior of tourists in Cirebon. The research applied a quantitative approach using a survey method on tourists who used GoPay during their visits. The research instruments were tested for validity and reliability, and data were analyzed through simple linear regression. The results revealed that GoPay usage has a positive and significant influence on tourists’ consumptive behavior. Higher usage intensity of GoPay tends to increase impulsive buying and excessive spending among tourists. These findings indicate that the ease of use and promotional offers provided by GoPay play an important role in shaping tourists’ consumption behavior in the digital era. The study concludes that improving digital financial literacy among tourists is crucial to ensure responsible and balanced use of e-wallets. It is also recommended that digital payment providers and tourism stakeholders collaborate to develop a payment ecosystem that promotes both efficiency and sustainable consumer behavior.
Analisis Pengaruh Daya Tarik Kuliner, Geografis, dan Budaya terhadap Penguatan Industri Pariwisata Faizal Riza Amry; Ferdiana Ferdiana; Yanthi Setyawati; Ade Firdiana; Sandi Nusa Putera
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik kuliner, geografis, dan budaya terhadap penguatan industri pariwisata khsusya diwilayah Puncak Kabupaten Cianjur dan Kabuoaten Bogor Jawa Barat. Perkembangan pariwisata tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan destinasi alam, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menciptakan pengalaman wisata melalui kekayaan budaya dan produk lokal, termasuk kuliner khas kedaerahan. Jawa Barat memiliki potensi wisata yang kuat melalui kombinasi keindahan alam, keberagaman budaya, serta kuliner tradisional yang menjadi identitas daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 120 wisatawan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Februari–Maret 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel penelitian terdiri atas daya tarik kuliner khas kedaerahan (X1), daya tarik geografis (X2), daya tarik budaya (X3), dan penguatan industri pariwisata (Y). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik geografis merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi penguatan industri pariwisata di daerah wisata Puncak, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meskipun demikian, daya tarik kuliner khas daerah dan budaya lokal terbukti memberikan kontribusi positif melalui peningkatan pengalaman wisata, kepuasan wisatawan, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Jawa Barat perlu dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan kuliner sebagai strategi meningkatkan daya saing destinasi wisata.