Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Analisis Faktor Penyebab Ketidakakuratan Kode Diagnosis Klaim BPJS Di Rumah Sakit Nadia Marsha Karinda; Sinta Novratilova; Adhitya Wahyu Kurniawan; Nadia Deswita Putri; Rissandanu Santosa; Rendi Setiyawan Valentino; Syaiful Galih Ramadhani
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 2 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i2.3477

Abstract

Ketidakakuratan kode diagnosis pada klaim BPJS masih menjadi persoalan yang banyak ditemukan di rumah sakit di Indonesia, mengingat dampaknya yang langsung berpengaruh terhadap kelancaran verifikasi klaim, kesesuaian tarif INA-CBGs, serta kondisi keuangan rumah sakit, sehingga diperlukan kajian yang menyeluruh untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi ketidakakuratan kode diagnosis dalam proses klaim BPJS di rumah sakit. Pendekatan yang digunakan adalah literature review terhadap tujuh artikel relevan yang diperoleh dari Google Scholar pada rentang tahun 2022–2026, dengan analisis data secara deskriptif melalui pengelompokan temuan berdasarkan faktor penyebab dan dampak ketidakakuratan pengkodean. Hasil kajian mengungkap bahwa ketidakakuratan kode diagnosis dipicu oleh terbatasnya penguasaan petugas koding terhadap pedoman ICD-10, penulisan diagnosis dokter yang tidak terbaca, rekam medis dan data penunjang yang tidak lengkap, serta sistem dan prosedur kerja yang belum berjalan secara optimal. Dampak yang ditimbulkan mencakup klaim yang tertahan, ketidaksesuaian tarif INA-CBGs, meningkatnya beban kerja administratif, dan terganggunya arus kas rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan akurasi pengkodean membutuhkan pelatihan petugas koding yang berkesinambungan, penyempurnaan kelengkapan dokumentasi medis, penguatan audit koding, serta peningkatan koordinasi antara tenaga medis dan petugas koding di lingkungan rumah sakit
EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PANDAK, KABUPATEN SRAGEN Wahyu Ratri Sukmaningsih; Adhitya Wahyu Kurniawan; Nurlita Fauziah; Sri Rohmiyati; Zakiya Murni Setyawati; Munawwarah
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v9i2.290

Abstract

Stunting is still a health priority in Indonesia and has an impact on children's physical growth, cognitive development, and long-term health. Although the national prevalence shows a downward trend, the achievement of the 2020-2024 RPJMN target has not been optimal so more effective nutritional intervention is needed, especially at the family level. This study aims to analyze the effectiveness of nutrition education in improving the knowledge, attitudes, and practices of toddler mothers related to stunting prevention in Pandak Village, Sragen Regency. The study used a quasi-experimental design with one group pretest-posttest on 30 purposively selected toddler mothers. Instruments include questionnaires of knowledge (15 item), attitudes (10 item), and practices (10 item) for which validity and reliability have been tested. Educational interventions are conducted through lectures, discussions, and demonstrations. Analysis of the data using the Wilcoxon test. The results showed a significant improvement in all variables after the intervention: the average knowledge score of 60 ± 8,5 to 85 ± 7,.2 (p = 0,000), the average attitude score of 65,2 ± 9,1 to 82,3 ± 6,8 (p = 0,001), the average practice score of 62,4 ± 10 to 84,7 ± 8,1 (p = 0,000). The pre-test and post-test took place on the same day. The measurement of practice in this study is self-reported. The proportion of categories both in knowledge, attitude, and practice increases meaningfully. This study concluded that nutrition education is effective in improving stunting prevention behavior in toddler mothers and is recommended to be implemented continuously in posyandu activities.