Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menumbuhkan Mindset Positif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar di PKBM Halifa Pandeglang Jaya Purnama; Intan Putri Aulia; Rina Sakinah; Reynaldi Adiantono; Dila Nur Fadhilah; Lira Erwinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.433

Abstract

Pendidikan adalah hal yang penting bagi semua orang, dan setiap orang memiliki haknya masing-masing untuk menuntut ilmu. Tetapi, bukan dengan adanya keterbatasan, dapat menjadi alasan orang-orang putus asa. Banyak faktor yang membuat adanya keterbatasan yaitu dengan kurangnya finansial dan juga lingkungan yang masih terpencil dan kurang mendukung. Di Indonesia sudah banyak PKBM bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikannya yang tertinggal, dengan adanya PKBM ini sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan. Selain itu, hal yang dapat membuat kurangnya kesadaran dalam pendidikan yaitu karna kurangnya motivasi belajar, motivasi belajar sangat berperan penting dalam proses pendidikan, dengan adanya motivasi belajar dapat menjadi semangat dalam proses pendidikan. Maka dari itu mahasiswa bimbingan dan konseling mengadakan sosialisasi terkait motivasi belajar di PKBM Halifa Pandeglang, dengan tujuan meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi PKBM. Di dalam artikel ini di jelaskan bahwa di dalam sosialisasi PKBM Halifa, mereka menyampaikan materi terkaitkan motivasi belajar serta kaitannya dengan kesehatan mental, karna kesehatan mental adalah hal utama dalam membangun motivasi belajar. Di dalam penyampaian materi ini, mahasiswa bimbingan dan konseling menggunakan pendekatan Edukasi Partisipatif yang di mana dalam kegiatan ini siswa-siswi diikut sertakan untuk berperan aktif.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEMANFAATKAN MAKANAN LOKAL DAN IMUNISASI Galuh Mulyawan; Peni Ramanda; Aulia Janah; Nuril Ulia Salsa; Putri Wulandari; Dila Nur Fadhilah; Lika Pajriani
Jurnal Peduli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/pdl.v5i1.865

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di wilayah perdesaan. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi serta pencegahan penyakit pada anak usia dini. Pemanfaatan makanan lokal yang kaya nutrisi dan kepatuhan terhadap imunisasi dasar lengkap merupakan dua strategi penting dalam mencegah stunting, namun belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi terpadu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan makanan lokal dan imunisasi. Penelitian dilaksanakan di Kampung Golok, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, dengan melibatkan 36 responden yang terdiri atas 28 ibu dengan balita dan 8 ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah sosialisasi. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan sosialisasi. Sebelum sosialisasi, mayoritas responden (52,8%) berada pada kategori pengetahuan rendah, sementara setelah sosialisasi, 75% responden berada pada kategori pengetahuan tinggi. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05). Sosialisasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pangan lokal dan imunisasi dalam upaya pencegahan stunting.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas VII di MTs Darul Irfan : Indonesia Siti Rahmadania; Dila Nur Fadhilah; Aliftyani Nur Ramadhan Putri Utami; Yuni Fitrotul Hasanah; Tasya Naila Hayati; Galuh Mulyawan
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas VII di MTs Darul Irfan serta memberikan rekomendasi strategi pembelajaran yang sesuai. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi terhadap 50 siswa yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pencapaian belajar "sedang", dengan rata-rata nilai 41,36. Kesulitan yang paling dominan mencakup pemahaman materi yang rendah, lambat dalam menerima pelajaran, kurang percaya diri, dan rendahnya semangat belajar. Penelitian ini merekomendasikan adanya pendampingan intensif bagi siswa berkategori rendah, program pengayaan bagi siswa berkategori tinggi, serta evaluasi dan inovasi strategi pembelajaran oleh guru. Kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua juga penting untuk mendukung proses belajar siswa secara optimal. This study aims to identify the types of learning difficulties experienced by seventh-grade students at MTs Darul Irfan and provide appropriate learning strategy recommendations. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through questionnaires, observation, and documentation involving 50 purposively selected students. The findings reveal that most students fall into the “moderate” academic achievement category, with an average score of 41.36. The most dominant learning difficulties include difficulty understanding the material, slow comprehension, lack of confidence, and low learning enthusiasm. The study recommends intensive support for low-achieving students, enrichment programs for high achievers, and regular evaluation and innovation of teaching strategies. Collaboration among guidance counselors, subject teachers, and parents is also essential to support students' learning processes effectively.