Nurul Hasanah
Institut Jam'iyah Mahmudiyah Langkat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto Terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Periode Tahun 2020–2024 Mutia; Yaumul Khair Afif; Nurul Hasanah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode tahun 2020–2024. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Microsoft Office Excel dan program komputer SPSS. Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dimana variabel inflasi (X₁) secara statistik menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau (0,697 > 0,05) dan nilai thitung < ttabel (0,396 < 2,11991), sehingga tidak terdapat pengaruh variabel X₁ terhadap variabel Y. Secara parsial BI Rate juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,119 > 0,05 dan nilai thitung < ttabel (1,646 < 2,11991), sehingga variabel BI Rate (X₂) tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah. Berbeda dengan kedua variabel tersebut, secara parsial Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dimana variabel PDB (X₃) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung > ttabel (9,610 > 2,11991), sehingga terdapat pengaruh signifikan variabel X₃ terhadap variabel Y. Secara simultan, inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung > Ftabel (128,609 > 3,20).
Strategi Pemasaran Pembukaan Digital Saving Terhadap Peningkatkan Jumlah Nasabah Pada Bank Syariah Indonesia KCP Pangkalan Brandan Febila Putri Nur; Rani Febriyanni; Nurul Hasanah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini latarbelakangi oleh fenomena rendahnya tingkat konversi pembukaan rekening digital saving di BSI KCP Pangkalan Brandan dibandingkan dengan rata-rata nasional, meskipun fitur digital yang ditawarkan sudah cukup modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh BSI KCP Pangkalan Brandan dan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran tersebut terhadap peningkatan jumlah nasabah digital saving. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah BSI KCP Pangkalan Brandan dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan diolah menggunakan program SPSS. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, deskripsi variabel, serta analisis regresi linier sederhana dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Produk Digital Saving berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah. Hal ini dibuktikan melalui uji t yang menghasilkan nilai thitung sebesar 12,430 yang lebih besar dari ttabel yaitu 2,009 (12,430 > 2,009) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan uji koefisien determinasi (R2), variabel strategi pemasaran memberikan kontribusi sebesar 76,2% terhadap peningkatan jumlah nasabah, sedangkan sisanya sebesar 23,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin efektif strategi pemasaran yang dijalankan melalui kemudahan akses digital dan edukasi, maka akan semakin meningkat pula jumlah nasabah digital saving di BSI KCP Pangkalan Brandan.