Yaumul Khair Afif
Institut Jam'iyah Mahmudiyah Langkat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Program Pembangunan Bedah Rumah Terhadap Kesejahteraan Kaum Dhuafa Dalam Perspektif Maqasid Syariah (Studi Pada BAZNAS Kabupaten Langkat) Mustami Mustami; Muhammad Saleh; Yaumul Khair Afif
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program bedah rumah yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Langkat terhadap kesejahteraan kaum dhuafa melalui lensa Maqasid Syariah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya angka rumah tidak layak huni di Kabupaten Langkat yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat miskin (mustahik). Program bedah rumah dipandang bukan sekadar bantuan fisik, melainkan instrumen transformasi sosial untuk mencapai kesejahteraan hakiki (falah).Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatif. Populasi penelitian mencakup 150 kepala keluarga penerima manfaat sejak tahun 2021 hingga 2024, dengan sampel yang ditentukan menggunakan rumus Slovin 60 sampel. Data dikumpulkan melalui instrumen penelitian dan dianalisis secara statistik menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh variabel program terhadap lima indikator Maqasid Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bedah rumah oleh BAZNAS Kabupaten Langkat dikategorikan "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 4,45. Program ini terbukti berkontribusi sebesar 74,3% terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik. Berdasarkan perspektif Maqasid Syariah, dampak paling signifikan dirasakan pada dimensi perlindungan agama (Hifdz al-Din) dengan skor tertinggi 4,60, di mana rumah yang layak memberikan ketenangan dan kekhusyukan bagi mustahik dalam beribadah. Selain itu, program ini memberikan perlindungan terhadap jiwa (Hifdz al-Nafs), akal (Hifdz al-’Aql), keturunan (Hifdz al-Nasl), dan harta (Hifdz al-Mal) dengan menciptakan lingkungan hidup yang sehat, harmonis, dan stabil secara ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan zakat yang strategis melalui program bedah rumah mampu mewujudkan kemaslahatan umat yang berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Kendaraan Bermotor Dalam Meningkatkan Minat Nasabah Pada PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk KCP Stabat Azizah Malasari; Yaumul Khair Afif; Khairunnisa
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh BSI KCP Stabat dalam meningkatkan minat nasabah terhadap produk pembiayaan kendaraan bermotor berbasis syariah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pegawai atau staf pemasaran BSI KCP Stabat dan nasabah atau calon nasabah produk pembiayaan kendaraan bermotor. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi pemasaran BSI KCP Stabat dilakukan secara komprehensif melalui lima strategi utama yang saling memperkuat, yaitu penerapan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) yang disesuaikan dengan prinsip syariah, penonjolan akad syariah bebas riba sebagai keunggulan utama, pemanfaatan media digital untuk promosi dan edukasi, implementasi pemasaran langsung melalui kunjungan dealer dan komunitas, serta kerja sama strategis dengan dealer kendaraan terkemuka. Faktor pendukung meliputi citra BSI sebagai bank syariah nasional, jaringan kerja sama kuat dengan dealer, skema pembayaran transparan, SDM muda dan dinamis, serta lokasi strategis. Sementara faktor penghambat mencakup persaingan ketat dengan lembaga pembiayaan konvensional, rendahnya literasi keuangan syariah masyarakat, persepsi negatif terhadap produk syariah, dan keterbatasan anggaran pemasaran.
Pengaruh Pembiayaan Mudharabah dan Murabahah Terhadap Return On Asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2021-2024 Nurul Husna; Yaumul Khair Afif; Rani Febriyanni
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan Bank Umum Syariah yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama periode 2021–2024. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Office Excel dan program komputer SPSS. Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembiayaan mudharabah terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021–2024, dimana variabel pembiayaan mudharabah (X₁) secara statistik menunjukkan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau (0,173 > 0,05) dan thitung < ttabel (-1,386 < 2,01410) maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021–2024, dimana variabel pembiayaan murabahah (X₂) secara statistik menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (0,002 < 0,05) dan thitung > ttabel (3,333 > 2,01410) maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah secara bersama-sama terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021–2024, dengan nilai signifikansi 0,005. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,005 < 0,05) dan nilai Fhitung > Ftabel (5,888 > 3,20), maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikatnya. Besarnya pengaruh pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,172 atau 17,2%, yang berarti bahwa variasi Return On Asset (ROA) dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut sebesar 17,2%, sedangkan sisanya sebesar 82,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.
Pengaruh Inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto Terhadap Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Periode Tahun 2020–2024 Mutia; Yaumul Khair Afif; Nurul Hasanah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Sumber data penelitian ini diperoleh dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode tahun 2020–2024. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Microsoft Office Excel dan program komputer SPSS. Analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dimana variabel inflasi (X₁) secara statistik menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau (0,697 > 0,05) dan nilai thitung < ttabel (0,396 < 2,11991), sehingga tidak terdapat pengaruh variabel X₁ terhadap variabel Y. Secara parsial BI Rate juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,119 > 0,05 dan nilai thitung < ttabel (1,646 < 2,11991), sehingga variabel BI Rate (X₂) tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah. Berbeda dengan kedua variabel tersebut, secara parsial Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dimana variabel PDB (X₃) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung > ttabel (9,610 > 2,11991), sehingga terdapat pengaruh signifikan variabel X₃ terhadap variabel Y. Secara simultan, inflasi, BI Rate, dan Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia periode 2020–2024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung > Ftabel (128,609 > 3,20).