p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Simulasi Interaktif untuk Mengatasi Kesulitan Siswa kelas 4-6 dalam Memahami Konsep IPA Santy Kurniasih; Mega Febriani Sya
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18842

Abstract

Pemahaman konsep dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) sering kali menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar, terutama pada materi siklus air, gaya fisika (gaya gesek, gaya magnet, gaya gravitasi), serta rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Sifat abstrak dari konsep-konsep ini sering kali membuat siswa kesulitan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, minimnya penggunaan media pembelajaran visual dan kurangnya pengalaman langsung dalam mengamati fenomena tersebut semakin memperumit pemahaman siswa. Salah satu kendala utama dalam pembelajaran IPA adalah kurangnya pendekatan yang efektif untuk menjembatani teori dengan praktik. Beberapa metode yang telah dikembangkan dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual, simulasi interaktif, dan eksperimen sederhana dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa. Namun, masih terdapat tantangan-tantangan dalam implementasi dalam metode ini, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan berbasis media visual dan pengalaman langsung lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti ceramah atau membaca buku teks. Oleh karena itu, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar.
Siklus Air Tak Lagi Abstrak: Menemukan Ilmu Lewat Game, Proyek, dan Pengalaman Nyata Santy Kurniasih; Annisa Mawardini
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21160

Abstract

Ilmu Pengeyahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran penting di tingkat Sekolah Dasar karena bertujuan membekali siswa dengan pemahaman awal mengenai berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar kita salah satu materi yang diajarkan adalah topik siklus air, yang melibatkan proses-proses penting seperti evaporasi (penguapan), kondensasi (pengembunan), presipitasi (hujan), dan infiltrasi (peresapan ke tanah). Meskipun topik ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, sifatnya yang abstrak membuat banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami urutan dan keterkaitan antar tahapan siklus tersebut, terutama ketika disampaikan tanpa bantuan media visual atau pengalaman langsung yang bermakna. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA yang hanya mengandalkan metode ceramah dan membaca buku teks sering kali kurang mampu menarik minat siswa dan gagal membangun pemahaman konseptual yang kuat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan menggabungkan model Project-Based Learning (PJBL) dan Discovery Learning, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman, eksplorasi, dan proyek nyata yang berhubungan dengan lingkungan mereka. Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang inovatif, seperti permainan edukatif bertema siklus air (Super Droplet Cycle Game) evaluasi interaktif menggunakan platform seperti Kahoot dan Concker, serta penggunaan materi visual yang dirancang secara kreatif melalui aplikasi canva. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pengamatan, diskusi kelompok, dan penyelesaian proyek sederhana, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep siklus air secara lebih mendalam dan bermakna. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam asppek motivasi belajar, rasa ingin tahu ilmiah, dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga siklus air sebagaiĀ  bagian dari keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang memadukan visualisasi, interaktivitas, dan pengalaman langsung sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar guna mengoptimalkan pencapaian kompetensi siswa secara holistik.