p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas Tinggi di Sekolah Dasar: Studi Komparatif Keterampilan Menyimak Membaca, Menulis, dan Berbicara Zahra Prameswari Naila Putri; Pelita Bayhaqi Al Ansor; Megan Asri Humaira
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20227

Abstract

Kemampuan berbahasa Indonesia merupakan dasar yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan dan pertumbuhan karakter siswa sekolah dasar, terutama di kelas atas. Meskipun demikian, terdapat inkonsistensi dalam keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bermaksud untuk menguji dan membandingkan empat kemampuan bahasa Indonesia siswa kelas atas sekolah dasar untuk mengidentifikasi kekuatan utama dan area yang membutuhkan peningkatan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan desain deskriptif komparatif untuk penelitian ini. Pengumpulan data melibatkan survei penilaian mandiri bahasa Indonesia yang mencakup lima aspek kemampuan bahasa, serta observasi terorganisir terhadap siswa tingkat atas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diilustrasikan melalui representasi grafis dan wawasan kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca siswa kelas atas sebagian besar termasuk dalam kategori sangat baik, dengan mayoritas siswa menunjukkan kinerja yang stabil di seluruh indikator kritis. Namun, ada perbedaan di antara individu mengenai reproduksi verbal dan kepercayaan diri public speaking. Penelitian ini mengakui ukuran sampel yang terbatas dan jangkauan sekolah yang sempit, yang berarti temuannya tidak dapat diterapkan secara luas. Implikasi dari penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan untuk menciptakan strategi perbaikan.
Peran dan Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Kerja Keras Siswa di Sekolah Dasar Zahra Prameswari Naila Putri; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20249

Abstract

Pendidikan karakter telah menjadi prioritas dalam sistem pendidikan nasional, khususnya dalam membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai positif termasuk karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis guru dan implementasi berbagai strategi dalam membentuk karakter kerja keras siswa di tingkat sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru berpengalaman 21 tahun di SDN Pasirangsana 01 sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur yang dianalisis melalui pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran multidimensional sebagai role model, fasilitator pembelajaran, dan agen perubahan karakter. Strategi yang diterapkan meliputi Project-Based Learning melalui proyek jangka panjang, sistem reward yang fokus pada proses ketekunan, dan pendekatan diferensiasi untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa. Temuan mengungkapkan bahwa 75% siswa telah menunjukkan sikap kerja keras yang memadai, namun masih terdapat kendala berupa perbedaan kemampuan kognitif dan pengaruh faktor eksternal lingkungan keluarga. Guru mengatasi kendala ini melalui monitoring individual, penetapan goal yang realistis, dan kolaborasi intensif dengan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis tentang kompleksitas pembentukan karakter dan kontribusi praktis berupa model strategi yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah dengan karakteristik serupa. Implikasi penelitian menekankan pentingnya konsistensi, kontinuitas, dan pendekatan holistik dalam pendidikan karakter yang melibatkan semua stakeholder pendidikan.