Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Worldailmi, Elanjati; Mesa, Audyo Turi; Alaudin, Zufar Rifiansyah; Putri, Harum Silvia Kusuma; Rahmadillah, Isnataini; Arsanti, Raisya Fidela; Afifuddin, Fuady; Jannah, Nazila Fara; Sampoerna, Muhammad Haekal Riza; Azzahra, Nurinda Putri; Rahmayani, Mukti Faunia; Naurah, Nabiilah
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss2.art5

Abstract

Permasalahan sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan masyarakat karena sebagian besar sampah belum diolah secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di RT 05 Dusun Sakaran, Padukuhan Kepuh Kulon. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program, pembangunan kandang maggot, sosialisasi, pelatihan teknis budidaya, praktik langsung pengelolaan sampah organik, serta evaluasi kegiatan. Program ini melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan kandang dan pemeliharaan maggot. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan 30 warga peserta mengenai pengelolaan sampah organik sebesar 82%. Kegiatan yang berlangsung selama Agustus 2025 ini berhasil merealisasikan 1 unit fasilitas kandang budidaya maggot skala rumah tangga berukuran ±2 m × 3 m secara gotong royong bersama mitra Pak RT. Melalui pembiakan maggot Black Soldier Fly (BSF) ini, warga mampu mereduksi volume sampah organik domestik hingga 50% dari total limbah harian, sekaligus menghasilkan komoditas bernilai jual berupa maggot hidup sebagai pakan ternak alternatif dan kasgot sebagai pupuk organik. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan demikian, budidaya maggot dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah organik yang efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.
Optimalisasi Digital Marketing Berbasis Media Sosial dalam Meningkatkan Branding pada UMKM ABC : Indonesia Afraah, Sayyidah Maulidatul; Artanto, Brahmastya; Rahmayani, Mukti Faunia; Naurah, Nabiilah
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 2, September 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss2.art8

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the national economy; however, many MSMEs have not yet fully utilized social media as a digital marketing channel. MSME ABC, a bamboo fan handicraft producer in Yogyakarta, experienced a decline in sales after the COVID-19 pandemic, accompanied by limited marketing innovation and suboptimal social media management. This community engagement program aimed to improve digital visibility and audience engagement through data-driven content strategies on Instagram and TikTok. The activities included an initial assessment of the MSME’s digital condition, assistance in developing visual and narrative content based on four content pillars—education, promotion, inspiration, and interaction—social media campaign management, utilization of platform features, paid advertising activation, and the formulation of a brand communication direction. The initial evaluation showed a 97.5% increase in Instagram reach, a 179.9% increase in Instagram views, and a 131.3% increase in TikTok views. Audience interactions and profile visits also increased during the observation period. In addition, 25% of prospective customers who were identified as originating from social media and contacted the MSME through WhatsApp Business completed a purchase. These findings indicate a positive initial response to the implementation of content and social media distribution strategies. However, due to the relatively short evaluation period, the results cannot yet be used to conclude the sustainability of the impact, changes in brand positioning, or long-term sales growth. Further evaluation and stronger internal capacity building are therefore required to support the MSME’s independent and sustainable management of social media.