p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kristalisasi dan Rekristalisasi Garam Dapur untuk Peningkatan Kemurnian NaCL : Tinjauan Literatur Resti Reswati; Nayla Sabilla Ramadhani; Novia Khansa Ramadhania; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23565

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar dalam produksi garam dari air laut melalui penguapan, namun masih bergantung pada impor karena rendahnya kadar NaCl dan kandungan pengotor seperti CaSO4, MgSO4, serta MgCl2 pada garam lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses kristalisasi dan rekristalisasi garam dapur untuk meningkatkan kemurnian NaCl guna memenuhi standar SNI dan mengurangi ketergantungan impor. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder dari sekitar 10 jurnal, buku, skripsi, dan sumber pemerintah dalam 10 tahun terakhir, fokus pada prinsip kristalisasi, rekristalisasi, pengaruh faktor lingkungan, serta teknik pemurnian. Hasil menunjukkan bahwa rekristalisasi melalui pelarutan dengan air panas, penyaringan pengotor (Ca2+, Mg2+, SO42-), dan penguapan meningkatkan kadar NaCl dari 80-85% menjadi 94-98%, menghasilkan kristal lebih putih, bersih, dan layak konsumsi sesuai SNI suhu 30°C optimal untuk kristal berukuran besar dan sempurna, sementara kelembapan rendah mempercepat proses namun berisiko kristal tidak homogen. Penggunaan media seperti tunnel plastik lebih efisien daripada rumah kristalisasi tradisional dalam mengendalikan lingkungan. Kristal berkualitas tinggi ini meningkatkan kelarutan dan sifat sensori pada produk pangan olahan. Batasan penelitian meliputi ketergantungan pada data sekunder tanpa eksperimen langsung, serta variabilitas kondisi lingkungan lokal yang memerlukan validasi lapangan. Kesimpulan menyatakan bahwa rekristalisasi efektif memurnikan garam dapur, dengan implikasi peningkatan produksi domestik dan kualitas pangan; rekomendasi termasuk pengembangan teknologi skala industri berbasis pengendalian suhu dan media kristalisasi.
Kajian Literatur Pemanfaatan Ampas Tahu dalam Pembuatan Tempe Gembus sebagai Produk Pangan Fermentasi Nayla Sabilla Ramadhani; Fazhira Syaffa Alexandra; Resti Reswati; Reva Aprilia; Novia Khansa Ramadhania; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25413

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil samping industri tahu yang masih mengandung berbagai zat gizi, seperti protein, karbohidrat, lemak, dan serat pangan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan fermentasi. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi tempe gembus dengan bantuan kapang Rhizopus spp. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ampas tahu sebagai bahan baku tempe gembus, proses fermentasi yang terlibat, perubahan karakteristik produk, serta manfaatnya dari aspek gizi, ekonomi, dan lingkungan. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal penelitian, artikel tinjauan, buku, dan sumber pustaka lainnya yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi ampas tahu oleh Rhizopus spp. mampu memperbaiki karakteristik fisik dan sensori produk, meningkatkan daya cerna zat gizi, serta menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Tempe gembus memiliki kandungan serat yang relatif tinggi, harga yang terjangkau, dan nilai ekonomi yang baik karena mampu meningkatkan nilai guna limbah industri tahu. Selain mendukung pengurangan limbah organik, pengolahan ampas tahu menjadi tempe gembus juga sejalan dengan prinsip produksi pangan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam peningkatan mutu, daya simpan, dan penerimaan konsumen terhadap produk.