Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

JELLY EXTRACT DRINKING RED BIT Kusumaningrum, Intan; Novidahlia, Noli; Soraya, Dina Ayu
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.655 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1150

Abstract

Beets are one of the most useful food ingredients. One of the benefits is to provide natural color in the manufacture of food products. The pigment present in the red bit is betasianin. Betasianin is a class of antioxidants. Drink jelly is a soft gel-shaped drink, generally jelly drinks have elastic properties but consistency or gel strength is weaker than jelly agar. This study aims to diversify food products from red bit beans.The research begins by making red beet extracts first, after which mixing all the ingredients of making jelly drinks. The experimental design used in this research is Completely Randomized Design with three treatment levels and two replications. Data analysis was processed by Kruskal Wallis and ANOVA. The treatments used were comparison of beets and water 1:10, comparison of beets and water 1: 12,5 and comparison of beets and water 1:15. Organoleptic tests used in the study were hedonic rank test and sensory quality test.The results showed that the treatment comparison of beets and water 1:15of  was selected jelly beverage based on hedonic test result by panelist. Chemical analysis of the selected product was then performed. Drink jelly comparison of beets and water 1:15 has antioxidant levels of 4.2 mg vit c / 100g sample, food fiber content of 14, 92%, and total sugar of 26.27%. 
PROFIL AROMA DAN MUTU SENSORI CITARASA PASTA KAKAO UNGGULAN DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA [Aroma and Flavor Sensory Profiles of Superior Cocoa Liquors from Different Regions in Indonesia] Intan Kusumaningrum; C. Hanny Wijaya; Feri Kusnandar; - Misnawi; Ariza Budi Tunjung Sari
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 25 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.902 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2014.25.106

Abstract

PROFIL AROMA DAN MUTU SENSORI CITARASA PASTA KAKAO UNGGULANDARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA[Aroma and Flavor Sensory Profiles of Superior Cocoa Liquors from Different Regions in Indonesia]Intan Kusumaningrum1)*, C. Hanny Wijaya2), Feri Kusnandar 2), Misnawi3) dan Ariza Budi Tunjung Sari3)1) Program Studi Magister Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor, Bogor2) Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor3) Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember Diterima 12 Desember 2013 / Disetujui 06 Mei 2014ABSTRACT The objective of this research was to compare the aroma profiles and flavor sensory qualities of three cocoa liquors obtained from different regions in Indonesia, namely East Java, South Sulawesi and Bali. The Ghanaian cocoa liquor was used as the reference. The aroma of cocoa liquors was extracted by using a Solid Phase Microextraction (SPME), followed by detection with Gas Chromatography-Mass Spectrometry/Olfactometry (GC-MS/O) with the Nassal Impact Frequency (NIF) method. A total of 28 aroma active compounds in the cocoa liquors were identified, where in 21, 19, 22 and 18 compounds were detected in East Java, Bali, South Sulawesi and Ghana liquors, respectively. The profiles of these three liquors were not only different from one another but were also different from the reference. East Java liquor had a specific aroma of strong chocolate, enriched with creamy, caramel and coffee bean aroma, whileBali liquor was dominated by creamy, caramel and sweet, and South Sulawesi liquor was specified by its sweet green aroma. The aroma sensory characteristic was evaluated by descriptive test, presenting the aroma of nutty, acid, caramel, earthy and chocolate, while the taste sensory attributes included astringency, bitterness and acidity. The sensory profile analysis was carried out by applying a Quantitative Descriptive Analysis (QDA) method. Accompired with preference and ranking tests were also conducted. Among the three cocoa liquors, the sensory profile of South Sulawesi was the most similar to that of Ghanaian cocoa liquor. However, the cocoa liquor from Bali and East Java cocoa were more preferred comparing to the liquor from South Sulawesi. 
Pengaruh Campuran Tepung Ubi Jalar Orange dan Tepung Kacang Merah terhadap Mutu Kimia dan Sensori Brownies Kukus Wulandari Putri, Risni; Kusumaningrum, Intan; Pertiwi, Sri Rejeki Retna
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i1.11279

Abstract

Ubi jalar orange dikenal kaya akan karbohidrat dan betakaroten, tetapi rendah kandungan proteinnya. Kacang merah mengandung karbohidrat rendah tetapi tinggi protein. Penggabungan kedua jenis tepung diharapkan dapat menghasilkan brownies kukus dengan kandungan protein tinggi dan memiliki nilai fungsional. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis komposisi kimia dan sifat sensori brownies kukus yang dibuat dari tepung ubi dan kacang merah. Brownies kukus dibuat dengan 4 taraf perbandingan kedua tepung, yaitu (100:0), (75:25), (50:50) dan (25:75). Analisis brownies meliputi mutu kimia, mutu sensori dan kesukaan. Penggunaan tepung kacang merah menyebabkan komponen di dalam brownies yaitu air dan karbohidrat menurun, tetapi protein, abu, dan lemak meningkat. Pada persentase tepung kacang merah meningkat, brownies kukus memiliki intensitas rasa dan aroma ubi jalar semakin menurun, sebaliknya rasa dan aroma kacang merah semakin meningkat, warna orange semakin pucat dan tekstur semakin kurang lembut. Penggunaan tepung kacang merah cenderung menurunkan nilai semua atribut sensori brownies walaupun signifikan hanya pada nilai kesukaan warna. Penggunaan campuran ubi jalar orange sebanyak 75% dan kacang merah sebanyak 25% dalam bentuk tepung menghasilkan brownies kukus terbaik dengan komposisi kimia kadar air 33,48%, protein 6,11%, abu 1,39%, lemak 13,89%, karbohidrat 45,12%, dan nilai inhibisi aktifitas antioksidan pada konsentrasi sample 100 ppm adalah 52,08%, memiliki kualitas sensori: rasa dan aroma perpaduan antara ubi jalar orange dan kacang merah, berwarna agak orange cerah, tekstur padat lembut, serta nilai kesukaan untuk semua atribut sensori disukai.
Perubahan Kualitas Buah Tomat yang Disimpan dengan Perlakuan Pelapisan Pati Singkong Rianto, Rahayu Pratiwi Budi; Pratiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.11888

Abstract

Teknik edible coating merupakan metode yang banyak digunakan untuk mempertahankan kesegaran buah. Pada penelitian ini dilakukan pelapisan pati singkong 3% pada buah tomat yang dikenal cepat mengalami penurunan kualitas. Buah tomat dengan pelapisan dan tanpa pelapisan disimpan pade suhu kamar (250C) dan suhu rendah (50C), kemudian diamati perubahan kualitasnya selama penyimpanan 15 hari. Perubahan kualitas tomat  yaitu kandungan air, padatan terlarut total, susut bobot, kadar vitamin C, serta perubahan warna dan tekstur. Selama penyimpanan terjadi penurunan kadar air dan juga vitamin C. Tingkat kehilangan air dan vitamin C pada tomat yang diberi lapisan lebih kecil dibandingkan yang tidak diberi lapisan, begitu juga yang terjadi pada tomat yang disimpan pada suhu rendah dibandingkan dengan suhu kamar. Suhu penyimpanan dan coating pati singkong 3% tidak mempengaruhi susut bobot dan padatan terlarut total. Selamat penyimpanan 15 hari, buah tomat yang di-coating dan disimpan pada suhu 50C masih berwarna merah segar dan bertekstur keras.
Analisis RATA (Rate-All-That-Apply) Minuman Temulawak dan Jahe dengan Penambahan Pemanis Rendah Kalori Utama, Nadia; M. Fakih Kurniawan; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13174

Abstract

Rempah temulawak dan jahe dapat dimanfaatkan menjadi minuman fungsional. Perpaduan serbuk temulawak serta jahe memiliki rasa yang kurang dapat diterima masyarakat karena rasanya pahit sehingga penambahan pemanis rendah kalori bisa menjadi alternative yang tepat. Tujuan riset yakni mengidentifikasi profil sensori minuman serbuk kombinasi temulawak dan jahe dengan pemanis rendah kalori menggunakan RATA (Rate-All-That-Apply). Ada lima sampel perbandingan minuman serbuk temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yakni 70%:30%:0%, 60%:30%:10%, 50%:30%:20%, 40%:30%:30%, dan 30%:30%:40%. Tahapan metode penelitian yakni penentuan atribut sensori minuman serbuk dengan Focus Group Discussion oleh 6 panelis terlatih dan uji sensori RATA (Rate-All-That-Apply) oleh 50 panelis tidak terlatih (panelis konsumen). Sesuai hasil Focus Group Discussion memiliki profil sensori warna coklat kekuningan, earthy, woody, curcumint, bitter, gingery, manis, licorice, astringent, balsamic, spicy, body/thick/mouthfeel, burnt, mouth drying, gritty, aftertaste manis, dan aftertaste pahit. Pada hasil Friedman’s Test dengan taraf uji 5% terdapat 15 atribut sensori kecuali gritty dan body/thick/mouthfeel dirasakan berbeda di setiap sampel oleh panelis. Terdapat dua formula perbandingan temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yang disukai pada preference mapping yaitu 40%:30%:30% dan 30%:30%:40% dengan nilai kesukaan 60% dengan atribut sensori yakni gingery, manis, aftertaste manis, dan licorice.
Karakteristik Kimia dan Sensori Marmalade Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) dengan Penambahan Sari Mangga Harum Manis (Magnifera indica L) Anisyah, Yuni Nur; Kusumaningrum, Intan; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13180

Abstract

Marmalade merupakan makanan semi padat yang terbuat dari sari buah jeruk sebagai bahan utamanya dengan tambahan sukrosa, pektin, asam serta potongan kulit jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan sari buah mangga terhadap karakteristik marmalade jeruk pontianak terhadap mutu kimia, sensori dan hedonik. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial satu faktor dengan 4 taraf perlakuan yaitu (100% ; 0%), (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%) dengan ulangan sebanyak dua kali. Analisis produk meliputi kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan derajat keasaman (pH). Marmalade jeruk pontianak dan sari buah mangga yang terpilih dengan perbandingan sari jeruk pontianak 50% dan sari buah mangga 50% dengan kandungan kimia meliputi ototal padatan terlarut 67,20% , dengan kadar air 28,59%, kadar abu 0,23%, pH 3,66 dan kadar vitamin C 49,28 mg/100 g. Hasil uji mutu sensori produk terpilih yang didapatkan berupa warna yang mengarah ke kuning keorenan, aroma mengarah ke tercium jeruk pontianak dan buah mangga, rasa ke manis dan asam, aftertaste mengarah ke tidak pahit, tekstur mengarah ke lembut dan daya mudah dioles. Uji hedonik produk terpilih yang didapatkan dari semua parameter mengarah kearah disukai.
Literature Review: Produk Olahan Ikan Leled dalam Meningkatkan Protein Handayani, Delis; Kusumaningrum, Intan; Nurlaela, Raden Siti; Handayasari, Faridah
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13308

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang unggul di pasaran. Ikan lele dapat diversifikasi dalam beberapa produk yang dapat meningkatkan nilai protein pada olahan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein produk olahan ikan lele dan mengetahui karakteristik yang dihasilkan dari perbedaan jumlah dan bahan produk yang digunakan. Metode penelitian ini yaitu bersumber dari berbagai jurnal yang sesuai dengan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk olahan ikan lele dengan penambahan bahan pangan lain dapat menambahkan kadar protein.
Stik Mocaf dan Tepung Kacang Merah dengan Penambahan Ekstrak Daun Pandan Refliana, Rana; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14068

Abstract

Camilan stik umumnya berbahan dasar terigu. Bahan baku terigu adalah biji gandum yang merupakan komoditas impor.  Untuk mengurangi impor biji gandum maka bahan pangan lokal yaitu singkong dapat digunakan untuk substitusi terigu. Dengan menggunakan teknologi fermentasi, singkong dapat diolah menjadi mocaf (modified cassava flour) yang memiliki sifat mendekati terigu. Mocaf memiliki kandungan protein rendah.  Untuk meningkatkan kandungan protein maka diperkaya dengan tepung berprotein tinggi dari kacang merah.  Riset ini melakukan inovasi pembuatan camilan stik dari campuran mocaf dan tepung kacang merah serta penambahan ekstrak daun pandan sebagai penambah aroma, pewarna alami dan memberikan nilai tambah yaitu antioksidan.  Stik dibuat dalam 5 perbandingan mocaf dan tepung kacang merah, yaitu (100:0)%, (90:10)%, (80:20)%, (70:30)%, dan (60:40)%. Replikasi dilakukan dua kali ulangan.  Analisis stik meliputi pengujian kimia dan pengujian organoleptik (hedonik).  Perbandingan mocaf dan tepung kacang merah mempengaruhi mutu kimia (kadar air, protein, lemak) dan hedonik warna dan keseluruhan tetapi tidak mempengaruhi hedonik aroma, rasa, dan tekstur.  Semakin meningkat persentase penggunaan tepung kacang merah, semakin meningkat pula kadar air, kadar protein, dan hedonik keseluruhan, tetapi semakin menurun kadar lemak dan hedonik warna stik.   Stik terpilih adalah stik yang dibuat dengan campuran mocaf 60% dan tepung kacang merah 40%.  Stik terpilih memilikimkadar air 3,76%, kadar protein 11,54%, kadar lemak 27,12%, nilai kesukaan secara keseluruhan 7,88, dan aktivitas antioksidan 261 ppm.
Karakteristik Sensori dan Kimia Cookies Cokelat dari Tepung Biji Nangka dan Pati Sagu dengan Penambahan Pati Maizena Shaffira, Sania Zulfa; Kusumaningrum, Intan; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15194

Abstract

Cookies merupakan salah satu jenis kue kering yang banyak digemari oleh semua jenis kalangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penggunaan tepung biji nangka dan pati sagu dengan penambahan pati maizena terhadap karakteristik sensori dan kimia cookies cokelat. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga taraf perlakuan yaitu perbandingan tepung biji nangka dan pati sagu sebesar (25%:75%), (50%:50%) dan (75%:25%). Analisis cookies cokelat meliputi mutu sensori, hedonik dan mutu kimia. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Selanjutnya hasil penentuan produk terpilih dengan metode indeks efektifitas De Garmo et al. (1984) dan persyaratan SNI. Semakin tinggi konsentrasi tepung biji nangka yang ditambahkan maka semakin tinggi kadar air, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar protein dan kadar lemak, tetapi kadar karbohidrat semakin rendah. Hasil penelitian cookies cokelat mutu sensori terpilih didapatkan perbandingan (25% tepung biji nangka: 75% pati sagu) dengan mutu warna coklat tua, aroma tidak berbau khas biji nangka, rasa manis dan tekstur renyah dengan hasil hedonik lebih disukai panelis di setiap karakteristik. Hasil penelitian cookies cokelat uji kimia terpilih didapatkan perbandingan (75% tepung biji nangka: 25% pati sagu) memiliki kandungan gizi yaitu kadar protein 5,32%, kadar karbohidrat 60,10%, kadar lemak 30,33%, kadar abu tidak larut dalam asam 0,28% dan kadar air 3,98%.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Kombucha Wedang Uwuh Afiani, Eneus Risty Nur; Kusumaningrum, Intan; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15438

Abstract

Kombucha merupakan minuman dari teh dengan gula yang difermentasi oleh SCOBY (simbiosis kultur bakteri dan khamir). Kombucha biasa dibuat dari teh hijau maupun teh hitam, namun lebih banyak orang sekarang membuatnya dengan subtrat berbeda yang mengandung banyak zat bioaktif (Khamidah dan Antarlina, 2020), salah satunya adalah wedang uwuh. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan wedang uwuh dalam pembuatan kombucha dan mengetahui karakteristik kimia dan sensori kombucha wedang uwuh. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu lama fermentasi 4, 7, 10 dan 13 hari, dengan pengujian yang dilakukan yaitu analisa kimia (pH, total asam dan kadar alkohol), uji sensori (warna, aroma, rasa, aftertaste) dan uji hedonik. Data dari pengujian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikansi α = 5%. Data penelitian, menunjukkan bahwa waktu fermentasi mempengaruhi pH, total asam, kadar alkohol dan karakteristik sensori (warna, aroma, rasa, dan aftertaste) pada kombucha wedang uwuh. Kombucha wedang uwuh terbaik adalah  yang di fermentasi  7 hari dengan nilai pH 3,03, total asam 0,32%, kadar alkohol 0,16% dan nilai hedonik 6,31 pada parameter overall.
Co-Authors - Misnawi Afiani, Eneus Risty Nur Afifah Izzatu Rahmah Aisyah Intan Pamela Aji Jumiono Aminullah Aminullah, Aminullah Anisyah, Yuni Nur Apriliana, Riyanda Arahmah, Siti Anissa Ariza Budi Tunjung Sari Arti Hastuti Arti Hastuti Balqis, Lily Siti Baswir, Irdawati C Hanny Wijaya Caesandra Indah Arlina Dafazi, Muhamad Deti Nirmala Distya Riski Hapsari Eka Fitri, Zusi Eliska, Arshyla Ellyvia Primaviera Erna Puspasari Fahriza, Muhammad Nur Faridah Handayasari Fauziah, Putri Nurul Feri Kusnandar Fitri Yani Fitrilia, Tiana Guna Wibawa, Sultan Gusrani, Salsabila Syifa Gusti, Muhammad Barkah Hamliyatun Najah Handayani, Delis Hastuti, Arti Izzatu Rahmah, Afifah Juanda, Dede Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia LIA AMALIA Lia Amelia Lia Amelia Lidiyani, Nurfitri Mardiah Mardiah Mardiah Muhammad Rifqi Mulya, Sahnur Muthiatulmillah, Siti Najah, Hamliyatun Nirmala, Deti Noli Novidahlia Nurlaela, Raden Siti Nurrohmah, Shadiah Pamela, Aisyah Intan Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pratiwi, Sri Rejeki Retna Pratiwy, Amelya Eka Primaviera, Ellyvia Puspitasari, Sri Dewi Putri Damayanti, Anisha Putri Nurul Fauziah Ramadhan, Muhamad Fauzi Refliana, Rana Rejeki Retna Pertiwi, Sri Rianto, Rahayu Pratiwi Budi Riski Hapsari , Distya Rosy Hutami Shaffira, Sania Zulfa Siti Aminah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Soraya, Dina Ayu Soraya, Dina Ayu Sri Rejeki Retna Pertiwi Suprayatmi, Mira - Titi Rohmayanti Tri Ayu Anjani Triyassari, Fiola Utama, Nadia Widyananda, Anisya Wulandari Putri, Risni