p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kegagalan Produk Bakso Sapi Akibat Kontaminasi Mikrobiologi Menggunakan Pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Nurul Alfiah; Reva Aprila; Fazhira Syaffa Alexandra; Anisa Safira Azzahra; Nadiyah Rahman; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25406

Abstract

Bakso sapi merupakan produk olahan daging yang memiliki kandungan protein dan kadar air tinggi sehingga rentan mengalami kontaminasi mikrobiologi selama proses produksi, penyimpanan, maupun distribusi. Kontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli, Salmonella spp., dan Staphylococcus aureus dapat menurunkan mutu produk serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kegagalan produk bakso sapi akibat kontaminasi mikrobiologi serta menentukan titik kendali kritis menggunakan pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, standar keamanan pangan, dan dokumen terkait HACCP yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi kontaminasi dapat terjadi pada hampir seluruh tahapan produksi, terutama pada penerimaan bahan baku, pencucian, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pendinginan, pengemasan, dan penyimpanan. Tahap perebusan dan pematangan ditetapkan sebagai Critical Control Point (CCP) karena berperan langsung dalam mengendalikan bahaya mikrobiologi melalui perlakuan panas yang memadai. Keberhasilan penerapan HACCP didukung oleh penetapan batas kritis, pemantauan yang konsisten, tindakan koreksi yang tepat, serta sistem verifikasi dan dokumentasi yang baik. Dengan penerapan HACCP secara menyeluruh, risiko kontaminasi mikrobiologi dapat diminimalkan sehingga mutu dan keamanan bakso sapi lebih terjamin bagi konsumen.
Kajian Literatur Pemanfaatan Ampas Tahu dalam Pembuatan Tempe Gembus sebagai Produk Pangan Fermentasi Nayla Sabilla Ramadhani; Fazhira Syaffa Alexandra; Resti Reswati; Reva Aprilia; Novia Khansa Ramadhania; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25413

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil samping industri tahu yang masih mengandung berbagai zat gizi, seperti protein, karbohidrat, lemak, dan serat pangan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan fermentasi. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah melalui pengolahan menjadi tempe gembus dengan bantuan kapang Rhizopus spp. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ampas tahu sebagai bahan baku tempe gembus, proses fermentasi yang terlibat, perubahan karakteristik produk, serta manfaatnya dari aspek gizi, ekonomi, dan lingkungan. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal penelitian, artikel tinjauan, buku, dan sumber pustaka lainnya yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi ampas tahu oleh Rhizopus spp. mampu memperbaiki karakteristik fisik dan sensori produk, meningkatkan daya cerna zat gizi, serta menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Tempe gembus memiliki kandungan serat yang relatif tinggi, harga yang terjangkau, dan nilai ekonomi yang baik karena mampu meningkatkan nilai guna limbah industri tahu. Selain mendukung pengurangan limbah organik, pengolahan ampas tahu menjadi tempe gembus juga sejalan dengan prinsip produksi pangan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam peningkatan mutu, daya simpan, dan penerimaan konsumen terhadap produk.
Peran Sanitasi dalam Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di Industri Pangan Indonesia Fazhira Syaffa Alexandra; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25418

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan karena berperan dalam mencegah terjadinya kontaminasi fisik, kimia, dan biologis pada produk pangan. Penerapan sanitasi yang baik dapat menjaga kualitas produk, melindungi kesehatan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri pangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran sanitasi dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan di industri pangan Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan peraturan yang berkaitan dengan sanitasi, higiene, dan keamanan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sanitasi yang efektif mencakup kebersihan lingkungan produksi, sanitasi peralatan, kualitas air, higiene pekerja, serta penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Namun, implementasi sanitasi di Indonesia, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kesadaran pekerja, dan kurang optimalnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penguatan pengawasan, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem pangan yang aman dan bermutu.