p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis SWOT Yayasan Rumah Pintar Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor Neng Ani; Eka Fuji Sulistiawati; Arti Yoesdiarti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.23903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis serta merumuskan strategi pengembangan Yayasan Rumah Pintar di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, sebagai lembaga pendidikan nonformal berbasis komunitas. Yayasan Rumah Pintar berperan dalam pengembangan soft skills generasi muda dan mahasiswa, namun masih menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal, seperti keterbatasan sarana prasarana, ketergantungan pada donatur, serta persaingan dengan lembaga pendidikan nonformal sejenis. Responden dalam penelitian ini dipilih secara purposive yaitu sejumlah 4 orang yang terdiri dari ketua Yayasan Rumah Pintar, koordinator bidang pendidikan, koordinator bidang sosial dan anggota aktif yayasan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT yang dilengkapi dengan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Matriks Internal–Eksternal (IE). Hasil analisis menunjukkan bahwa Yayasan Rumah Pintar memiliki skor Matriks IFE sebesar 2,73 dan Matriks EFE sebesar 2,86, yang menempatkan yayasan pada kuadran V Matriks IE, yaitu posisi hold and maintain. Kondisi ini menunjukkan bahwa yayasan berada pada tingkat kekuatan internal dan peluang eksternal yang sedang. Strategi yang direkomendasikan meliputi penetrasi pasar dan pengembangan program secara bertahap melalui optimalisasi pemasaran digital, penguatan kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi, peningkatan kualitas program soft skills, serta perbaikan manajemen dan sarana pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi pengembangan Yayasan Rumah Pintar yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Analisis Persepsi Konsumen dalam Mengkonsumsi Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus Tahu dan Tempe) Neng Ani; Nurmasita; M. Fikri Askolani; Refacha Nadila; Arti Yoesdiarti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24156

Abstract

Mahasiswa yang tinggal di rumah kontrakan (kos) memiliki pola konsumsi pangan yang dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, waktu, dan fasilitas memasak, sehingga cenderung memilih bahan pangan yang praktis dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan sikap konsumen anak kos terhadap produk tahu dan tempe, mengidentifikasi atribut produk yang dianggap penting, menilai tingkat kepercayaan konsumen, serta membandingkan sikap konsumen terhadap kedua produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 39 responden yang dipilih secara purposive dengan kriteria : mahasiswa Universitas Djuanda yang tinggal di rumah kontrakan (kos) di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dan sering membeli, mengolah dan mengonsumsi tahu dan tempe setidaknya 1 kali seminggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut produk dinilai penting, dengan tiga atribut utama terpenting yaitu rasa, kemudahan dalam memperoleh dan kemudahan dalam mengolah. Atribut yang memperoleh skor tertinggi pada tahu adalah mudah diolah, tekstur tahu dan harga yang terjangkau, sementara atribut yang memperoleh skor tertinggi pada tempe yaitu kandungan gizi, harga terjangkau, dan mudah diperoleh. Tingkat kepercayaan dan nilai sikap konsumen secara umum lebih tinggi pada tempe dibandingkan tahu. Dengan demikian, tempe merupakan produk olahan kedelai yang lebih disukai oleh konsumen anak kos dibandingkan tahu.