This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Persepsi Konsumen dalam Mengkonsumsi Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus Tahu dan Tempe) Neng Ani; Nurmasita; M. Fikri Askolani; Refacha Nadila; Arti Yoesdiarti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24156

Abstract

Mahasiswa yang tinggal di rumah kontrakan (kos) memiliki pola konsumsi pangan yang dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, waktu, dan fasilitas memasak, sehingga cenderung memilih bahan pangan yang praktis dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan sikap konsumen anak kos terhadap produk tahu dan tempe, mengidentifikasi atribut produk yang dianggap penting, menilai tingkat kepercayaan konsumen, serta membandingkan sikap konsumen terhadap kedua produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 39 responden yang dipilih secara purposive dengan kriteria : mahasiswa Universitas Djuanda yang tinggal di rumah kontrakan (kos) di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor dan sering membeli, mengolah dan mengonsumsi tahu dan tempe setidaknya 1 kali seminggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut produk dinilai penting, dengan tiga atribut utama terpenting yaitu rasa, kemudahan dalam memperoleh dan kemudahan dalam mengolah. Atribut yang memperoleh skor tertinggi pada tahu adalah mudah diolah, tekstur tahu dan harga yang terjangkau, sementara atribut yang memperoleh skor tertinggi pada tempe yaitu kandungan gizi, harga terjangkau, dan mudah diperoleh. Tingkat kepercayaan dan nilai sikap konsumen secara umum lebih tinggi pada tempe dibandingkan tahu. Dengan demikian, tempe merupakan produk olahan kedelai yang lebih disukai oleh konsumen anak kos dibandingkan tahu.