Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Role of Parents in the Nutritional Status of Toddler in Nutritional Conscious Families Widyaningsih, Tri Sakti; Kanita, Maria Wisnu; Wulandari, Novita Kurnia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3171

Abstract

A Nutrition Aware Family is a family with balanced nutritional behavior that is able to recognize, prevent and overcome nutritional problems in each member of the family. Objective: This study aims to determine the relationship between the role of parents and the nutritional status of toddlers in nutrition conscious families in Banyuanyar sub-district. This type of research is correlational analytic, using an analytical observation design with a cross-sectional approach. The population in this study was all 65 children under 5 years of age who live in RW 12, Banyuanyar Village. The sampling technique used accidental sampling where the subjects taken as respondents were subjects who were met or happened to come to the service at Posyandu RW 12, Banyuanyar Village, Surakarta City. Data collection was carried out using an instrument in the form of a questionnaire regarding the assessment of families' nutritional awareness with behavioral indicators, namely measuring body weight regularly, giving exclusive breast milk, consuming a variety of foods, using iodized salt and consuming nutritional supplements as recommended. Apart from the questionnaire, researchers used observation sheets of the results of anthropometric measurements of toddlers, namely weight, height and age of toddlers. Measurements using Microtoise, measuring table, scales and metline. The results of the analysis using the Chi square test showed that Kadarzi's behavior of regularly weighing his body had a p value of 0.037, a p value of 0.000 for giving exclusive breast milk and a p value of 0.021 for giving a variety of foods. This research can be concluded that there is a significant relationship between Kadarzi behavior and the nutritional status of toddlers at Posyandu Medang Kamolan RW 12 is an important indicator in nutritionally aware families related to the nutritional status of toddlers.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar. 
HEMODYNAMIC STATUS STABILITY: BLOOD PRESSURE, MEAN ARTERY PRESSURE AND RESPIRATORY RATE IN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION PATIENTS IN CRITICAL CARE UNIT, SURAKARTA Wulandari, Novita Kurnia; Widyaningsih, Tri Sakti; Kanita, Maria Wisnu
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 6 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11946

Abstract

The most important monitoring of acute myocardial infarction patients is monitoring the hemodynamic system because it affects the function of oxygen delivery in the body and involves heart function. This research aimed to find out the condition of the stability of blood pressure, mean artery pressure and respiratory rate in Acute Myocardial Infarction patients in the critical care unit, Surakarta. The method used an analytical observation design with a cross-sectional approach. The samples were 56 subjects. The results show statistical tests of respiratory aids, namely nasal cannula and non-rebreathing mask on hemodynamic status including systolic, diastolic blood pressure, mean artery pressure, and respiratory rate in the critical care unit, Surakarta, there is a significant relationship between the use of respiratory aids and hemodynamic status as evidenced by the value (p value <0.05). The conclusion suggests that it’s better the fulfillment of oxygen therapy needs with the proper respiratory aids (nasal cannula and non-rebreathing mask, the better the patient's hemodynamic status, especially in terms of blood pressure, mean artery pressure, and respiratory rate which are important indicators in the stability of acute myocardial infarction patients.
PENCEGAHAN DINI PENYAKIT ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION (AMI) DI POSBINDU KELURAHAN BANYUANYAR : EARLY PREVENTION OF ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION (AMI) AT THE POSBINDU IN BANYUANYAR DISTRICT Kurnia Wulandari, Novita; Kanita, Maria Wisnu; Widyaningsih, Tri Sakti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2814

Abstract

Penyakit Infark Miokard Akut merupakan penyakit penyebab kematian utama secara global. Angka kematian di Indonesia cukup tinggi dengan berbagai tanda dan gejala yang terjadi pada masyarakat di seluruh lapisan terutama lansia. Tindakan mandiri perawat dalam upaya promosi, preventif inilah yang paling penting berupa upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam melakukan latihan rutin jalan kaki secara cepat (brisk walking exercise) guna deteksi dini terhadap faktor resiko penyakit tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Survey Forum Diskusi Group, observasi dan demonstrasi latihan brisk walking exercise, dengan sasaran 30 responden di Posbindu Banyuanyar. Adapun latihan rutin ini dilakukan selama 10 menit setiap 3x/minggu.  Hasil: Upaya pendampingan peran perawat dalam pemberian edukasi pada lansia sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cek pemeriksaan gratis, penyuluhan menggunakan media power point dan leaflet yang dibagikan kepada masyarakat setempat. Hasil cek pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, nadi, respiratory rate, dan menanyakan pola kebiasaan hidup sehari-hari lansia setempat telah dilakukan dengan baik.
The Role of Maternal Clean and healthy living behavior in Preventing Stunting Among Toddlers Widyaningsih, Tri Sakti; Wulandari, Novita Kurnia; Kanita, Maria Wisnu
Health Notions Vol 10, No 3 (2026): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn100302

Abstract

The causes of growth retardation are multifactorial and include family factors, maternal health, and nutritional status. Maternal knowledge of nutrition, childcare practices, and educational level are key determinants of child development. Poor maternal health and nutritional status increase the risk of developmental delays in children. Chronic malnutrition may lead to stunting, which can negatively affect long-term child development. This study aimed to determine the relationship between maternal clean and healthy living behavior and the incidence of stunting among toddlers in Banyuanyar Village. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of 56 mothers with toddlers, and total sampling was applied. Maternal clean and healthy living behavior was assessed using a questionnaire developed by the Indonesian Ministry of Health. Stunting was measured using anthropometric observations based on height-for-age (H/A) indicators. Data were analyzed using the Chi-square test. The Chi-square analysis yielded a p-value of 0.000, indicating a statistically significant relationship between maternal clean and healthy living behavior and stunting among toddlers in Banyuanyar Village. In conclusion, maternal clean and healthy living behavior is an important factor in supporting toddler health and preventing stunting. Consistent implementation of hygiene, sanitation, and proper childcare practices can help reduce the risk of growth disorders. Strengthening clean and healthy living behavior through continuous education and community-based interventions is essential to promote optimal child growth and development.Keywords: maternal; clean and healthy living behavior; stunting; toddler