Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WORKSHOP PENETAPAN TARIF BLUD DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN TEACHING FACTORY (TEFA) DI SMKN 4 KOTA BENGKULU Yusmaniarti Yusmaniarti; Nurna Aziza; Hernadianto Hernadianto; Windhi Tia Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i4.3474

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 4 Kota Bengkulu dengan melibatkan 30 orang guru dan tim pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman dalam perhitungan harga pokok produksi, harga pokok penjualan, serta penetapan tarif layanan Teaching Factory (TEFA) yang transparan dan berbasis biaya riil. Sebagai solusi, kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pendidikan dan pelatihan, workshop, serta pendampingan penelaahan tarif BLUD dengan menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur, antara lain pemahaman konsep BLUD dari 55% menjadi 80%, pemahaman HPP dan HPPj dari 50% menjadi 82%, pemahaman metode ABC dari 48% menjadi 85%, serta kemampuan menyusun tarif TEFA dari 52% menjadi 83%. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode ABC melalui workshop dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengelola BLUD dan mendukung keberlanjutan program Teaching Factory di SMKN 4 Kota Bengkulu.
PENINGKATAN KAPASITAS MANAJEMEN SAMPAH MANDIRI MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI ECOBRICK Yusmaniarti Yusmaniarti; Windhi Tia Saputra; Novita Hamron; Lenawati Asry; Ali Ibrahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.4270

Abstract

Permasalahan utama dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu adalah masih rendahnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melakukan pemilahan, pengurangan, dan pemanfaatan sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian besar sampah plastik belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berpotensi mencemari lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan program Peningkatan Kapasitas Manajemen Sampah Mandiri melalui Penerapan Teknologi Ecobrick dengan bermitra bersama Bank Sampah Betandang yang berlokasi di Kelurahan Pondok Besi. Kegiatan melibatkan 25 orang peserta yang terdiri atas pengurus bank sampah, kader lingkungan, perangkat kelurahan, dan masyarakat yang aktif dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan observasi, identifikasi permasalahan, penyuluhan, pelatihan, praktik pembuatan ecobrick, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam pengelolaan sampah, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pre-test dari 57 menjadi 87 pada post-test, atau meningkat sebesar 52,6%. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik pembuatan ecobrick, yaitu sebesar 73,1%, yang menunjukkan efektivitas metode pembelajaran berbasis praktik (learning by doing). Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, kegiatan ini juga memperkuat peran Bank Sampah Betandang sebagai pusat edukasi lingkungan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari sumber, pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna, serta terbentuknya komitmen untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi pada wilayah lain dalam mendukung pengurangan timbulan sampah dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.