Permasalahan utama dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu adalah masih rendahnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melakukan pemilahan, pengurangan, dan pemanfaatan sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian besar sampah plastik belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berpotensi mencemari lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan program Peningkatan Kapasitas Manajemen Sampah Mandiri melalui Penerapan Teknologi Ecobrick dengan bermitra bersama Bank Sampah Betandang yang berlokasi di Kelurahan Pondok Besi. Kegiatan melibatkan 25 orang peserta yang terdiri atas pengurus bank sampah, kader lingkungan, perangkat kelurahan, dan masyarakat yang aktif dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui tahapan observasi, identifikasi permasalahan, penyuluhan, pelatihan, praktik pembuatan ecobrick, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam pengelolaan sampah, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pre-test dari 57 menjadi 87 pada post-test, atau meningkat sebesar 52,6%. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek teknik pembuatan ecobrick, yaitu sebesar 73,1%, yang menunjukkan efektivitas metode pembelajaran berbasis praktik (learning by doing). Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, kegiatan ini juga memperkuat peran Bank Sampah Betandang sebagai pusat edukasi lingkungan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari sumber, pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna, serta terbentuknya komitmen untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi pada wilayah lain dalam mendukung pengurangan timbulan sampah dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.