LEBAH
Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian

Partisipasi Warga Berbasis Digital Micro-Deliberation melalui WhatsApp Community untuk Keputusan Layanan Publik Desa

Sry Mayunita (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)
Wa Nur Fida (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)
Maria Ulfa (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)
Mahyudin Mahyudin (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)
Muh. Angga Saputra (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)
Farel Gustyar Wally (Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Transformasi digital pemerintahan desa menuntut adanya sistem pelayanan publik yang lebih partisipatif, responsif, dan inklusif. Namun, partisipasi warga dalam pengambilan keputusan layanan publik desa masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan forum musyawarah konvensional, rendahnya dokumentasi aspirasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai ruang komunikasi publik desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membangun sistem partisipasi warga berbasis digital micro-deliberation melalui WhatsApp Community untuk mendukung pengambilan keputusan layanan publik desa yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, analisis kebutuhan, pembentukan WhatsApp Community resmi desa, pelatihan pengelolaan komunitas digital, pendampingan forum deliberasi digital, serta evaluasi partisipatif. Program dilaksanakan di Desa Karae, Kecamatan Sioumpu, Kabupaten Buton Selatan dengan melibatkan aparatur desa, BPD, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, dan warga desa sebagai peserta utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp Community mampu meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat, mempercepat respons pelayanan publik, memperkuat dokumentasi aspirasi warga, serta meningkatkan keterlibatan kelompok perempuan, pemuda, dan masyarakat marginal dalam proses pengambilan keputusan desa. Selain itu, kapasitas aparatur desa dalam moderasi komunitas digital dan pengelolaan aspirasi publik juga mengalami peningkatan. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa WhatsApp Community berpotensi menjadi model transformasi digital pelayanan publik desa yang murah, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa berbasis kolaborasi digital.

Copyrights © 2026