Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Internalisasi Standar Kecantikan Media dan Body Image pada Dewasa Muda Pengguna Aktif Instagram Naura Reisya Azzuhruf; Astri Anggraini Hapsara Wibowo; Roswiyani Roswiyani
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7756

Abstract

Penggunaan Instagram yang intensif pada dewasa muda sering memaparkan mereka pada standar kecantikan yang tidak realistis. Paparan ini dapat memicu internalisasi standar kecantikan media yang kemudian memengaruhi pola pikir individu terhadap tubuh mereka sendiri (body image). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internalisasi standar kecantikan media dengan body image pada dewasa muda pengguna aktif Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan studi ini berjumlah 284 dewasa muda di DKI Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire-4 (SATAQ-4) untuk mengukur internalisasi standar kecantikan media dan Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) untuk mengukur body image. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara internalisasi standar kecantikan media dan body image (p < .05), meskipun kekuatan hubungannya dalam kategori lemah. Analisis dimensi menunjukkan bahwa internalisasi ramping dan internalisasi atletis, serta tekanan teman sebaya berhubungan signifikan dengan dimensi body image, sedangkan tekanan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat internalisasi standar kecantikan media pada dewasa muda, semakin tinggi pula perhatian dan evaluasi mereka terhadap body image. Temuan ini mengindikasikan pentingnya kesadaran dalam melihat konten media sosial untuk menjaga persepsi tubuh yang sehat.
Korelasi antara Self-Esteem dengan Tingkat Loneliness pada Mahasiswa Rantau Arsy Febrianti Putri; Astri Anggraini Hapsara Wibowo; Roswiyani Roswiyani
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan tingkat loneliness pada mahasiswa rantau di Indonesia. Loneliness sering dialami oleh mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga dan daerah asal, sementara self-esteem sebagai faktor internal memiliki peran penting dalam kemampuan individu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 267 mahasiswa rantau berusia 19–25 tahun yang berada pada semester tiga ke atas, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan UCLA Loneliness Scale (versi 3). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho serta uji beda non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan loneliness (r = –.819, p < .001), yang berarti semakin tinggi self-esteem yang dimiliki mahasiswa rantau, maka semakin rendah tingkat loneliness yang dialami, begitupun sebaliknya. Selain itu, hasil uji beda berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis universitas, semester, dan domisili asal menunjukkan nilai p > .05, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada self-esteem maupun loneliness berdasarkan faktor demografis tersebut.
Hubungan Antara Tingkat Self-compassion dan Risiko Academic Burnout pada Mahasiswa di Fase Penyusunan Skripsi Naraya Kinastrian Siniddhikara Duarsa; Astri Anggraini Hapsara Wibowo; Roswiyani Roswiyani
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7758

Abstract

This study examines the relationship between self-compassion and academic burnout among final-year undergraduate students at University who are completing their theses. Academic burnout has become a significant concern due to prolonged academic stress, while self-compassion is recognized as an internal coping mechanism that may mitigate such stress. Using a quantitative correlational design, data were collected from 240 respondents through purposive sampling. Participants completed the Self-compassion Scale (SCS) and the Academic Resilience Scale-30 (ARS-30), both measured using a four-point Likert scale. Data were analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) with Spearman’s Rho correlation test due to non-normal data distribution. The results revealed a strong negative and significant correlation between self-compassion and academic burnout (rs = –0.762, p < 0.05), indicating that higher self-compassion levels are associated with lower academic burnout. These findings highlight the protective role of self-compassion in reducing academic exhaustion and emotional fatigue among students facing academic pressure. The study concludes that enhancing self-compassion may serve as an effective psychological strategy to prevent academic burnout in higher education contexts.