Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Untuk Mencegah Diare pada Anak di SDN Sungai Andai 3 Laili Febrianingrum; Alit Suwandewi; Ahmad Juliadi; Didy Ariady
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8821

Abstract

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang berperan dalam pencegahan penyakit diare pada anak usia sekolah dasar. Rendahnya penerapan CTPS dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku CTPS untuk pencegahan diare pada anak di SDN Sungai Andai 3. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 358 seluruh siswa kelas 4-6 di SDN Sungai Andai 3 dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden yang diambil menggunkan teknik stratified random sampling dihitung menggunakan rumus slovin 5%. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0.05) dan teman sebaya (p-value 0.538) dengan perilaku CTPS memiliki (p-value >0.05), sedangkan hubungan antara sikap (p-value 0.004) dan sarana prasarana (p-value 0.004) memiliki nilai (p-value <0.05) sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antar variabel dengan perilaku CTPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai CTPS, namun mayoritas responden menunjukkan sikap yang baik terhadap CTPS. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan teman sebaya dengan perilaku CTPS. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap serta sarana prasarana dengan perilaku CTPS.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Scabies pada Santri di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru Syafara Putri Widiyanti; Lukman Harun; Sri Sundari; Didy Ariady
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.735

Abstract

Scabies is a contagious skin disease common in Islamic boarding schools, associated with personal hygiene, environmental sanitation, shared use of personal items, and peer support. This study analyzed the relationship between these factors and scabies incidence among students at Darul Ilmi Islamic Boarding School, Banjarbaru, using a cross-sectional design. A sample of 99 respondents was selected from 132 seventh-grade male students via simple random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with univariate and bivariate (Chi-Square) methods at α = 0.05. Most respondents had poor personal hygiene (43.4%) and poor environmental sanitation (52.5%); item-sharing was mostly moderate (35.4%), while peer support was mostly good (35.4%). Scabies was found in 45.5% of respondents. Personal hygiene (p = 0.001; OR 10.20), environmental sanitation (p = 0.003; OR 3.48), item-sharing (p = 0.005; OR 4.88), and peer support (p = 0.002; OR 6.74) were significantly associated with scabies incidence. These findings indicate hygiene, sanitation, item-sharing, and peer support jointly contribute to scabies risk.