Hartati, Maria Theresia Sri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT HELICOPTER PARENTING YANG DIALAMI REMAJA DI SMA NEGERI SEKITAR SEMARANG TIMUR Suganda, Zahra Auliya Maharani; Hartati, Maria Theresia Sri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 9, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v9i1.3539

Abstract

Perkembangan individu semasa hidupnya tidak berlangsung secara mekanis otomatis. Perkembangan sangat bergantung pada beberapa faktor secara stimulan, satu dari beberapanya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan khususnya pola asuh orang tua cukup memberikan andil terhadap perkembangan individu. Pola asuh orang tua terhadap anaknya sangat bermacam-macam, salah satunya adalah pola asuh Helicopter Parenting. Helicopter parenting merujuk pada pola asuh orangtua dengan keterlibatan, dan perlindungan pada anaknya yang tinggi. helicopter parent berkomunikasi secara konstan dengan anak, turut ikut campur dan mengambil keputusan penting untuk anak, terlibat dengan tujuan yang dimiliki anak, dan mencegah maupun menyingkirkan rintangan-rintangan atau resiko yang dihadapi anak. Tujuan dari penelitian ini ialah memperoleh jawaban mengenai tingkat helicopter parenting yang dialami remaja di SMA Negeri sekitar Semarang Timur berdasarkan data yang objektif, serta konkret. Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 307 siswa dari tiga SMA, yakni SMA Negeri 11 Semarang, SMA Negeri 15 Semarang, dan SMA Negeri 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa mengalami tingkat helicopter parenting tingkat rendah (M= 2,16).
PENDAMPINGAN PENERAPAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Hariyadi, Sigit; Kunwijaya, Indrajati; 'Ilmi, Achmad Miftachul; Mulyani, Petra Kristi; Kurniawan, Kusnarto; Hartati, Maria Theresia Sri; Azhar, Nailah Rizqia; Setiyawati, Dewi Ayu; Suhur, M. Khautalfata; Seto, Mustofa Danu
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v5i2.5631

Abstract

Character education in elementary schools remains a challenge, particularly with regard to students’ low level of social awareness, the emergence of bullying behavior, and the suboptimal internalization of values such as empathy and tolerance. These conditions indicate limitations in pedagogical approaches to character education that have not yet systematically engaged students in value reflection processes. This community service program aimed to enhance the pedagogical competence of elementary school teachers in implementing character education based on the Value Clarification Technique (VCT). The program was conducted in Sambirejo Village, Semarang Regency, involving 16 teachers from two elementary schools as partner institutions. The service employed a participatory training and mentoring approach, including needs analysis, VCT workshops, mentoring during classroom implementation, and evaluation. Data were collected through pre- and post-tests of teachers’ understanding, observations of instructional practices, and reflective mentoring notes, and were analyzed using descriptive statistics and qualitative analysis. The results indicate an improvement in teachers’ understanding of VCT concepts and implementation steps, changes in instructional practices toward more dialogical and reflective learning, and improvements in classroom dynamics characterized by increased empathy, mutual respect, and students’ prosocial behavior. These findings demonstrate that VCT-based mentoring is effective in strengthening character education in elementary schools and contributes to the development of a child-friendly and character-oriented school culture.