Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SIKAP KELUARGA TENTANG PENGATURAN MAKAN LANJUT USIA DENGAN PENYAKIT RHEUMATOID ATRITIS DI DESA SAWAPUDO KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Yeti Sutisna; Diah Indriastuti; Narmi Narmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 1 No 03 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit rheumatoid atritis adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun dengan tanda inflamasi, pembekakan, dan rasa sakit pada sendi, otot, tendon ligamen, dan tulang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dengan lansia penderita Rheumatoid artritis di Desa Sawapudo sebanyak 22 orang dan jumlah sampel sebanyak 6 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Analisa yang digunakan dalma penelitian ini adalah analisa tematik. Hasil penelitian ini dideskripsikan dalam 2 tema yaitu sikap keluarga dan pemeliharaan asupan makan lansia penderita RA ; yang menunjukkan bahwa penanganan penderita Rheumatoid Atritis difokuskan dengan cara mengontrol asupan makanan yang dapat menyebabkan kekambuhan. Simpulan penelitian ini adalah sikap keluarga ketika mendapatkan keluarganya menderita penyakit rheumatoid atritis adalah mengambil tindakan dengan memeriksakan di fasilitas kesehatan, memberi obat ramuan, serta mengawasi asupan makanan yang dipantang. Saran peneliti adalah pelayanan kesehatan untuk lansia ditingkatkan sampai dengan di tingkat desa yang terintegrasi dengan Puskesmas, serta bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih lanjut mengenai kemampuan keluarga dalam menyediakan makanan bagi lansia yang menderita Rheimatoid Atritis Kata kunci : Rheumatoid Atritis, Pengetahuan Keluarga, Pola Makan Abstract Rheumatoid arthritis is a chronic inflammation of the joints caused by autoimmune disorders with signs of inflammation, inflammation, and pain in the joints, muscles, tendons, ligaments, and bones. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The population in this study were families with elderly patients with Rheumatoid arthritis in Sawapudo Village as many as 22 people and the number of samples as many as 6 people. Sampling using a purposive sampling technique. The analysis used in this study is thematic analysis. The results of this study are described in 2 themes namely family attitudes and maintenance of the intake of elderly eating RA patients; which shows that the treatment of Rheumatoid Athritis sufferers is focused by controlling food intake which can cause recurrence. The conclusion of this research is the attitude of the family when getting his family suffer from rheumatoid arthritis is to take action by checking in health facilities, giving herbs, and overseeing the intake of food that is challenged.. The researcher's suggestion is that health services for the elderly be improved up to at the village level integrated with the Puskesmas, and for further researchers to further research on the ability of families to provide food for the elderly suffering from Rheimatoid Atritis Keywords: Rheumatoid Athritis, Family Knowledge, Diet
Peran Komite Keperawatan terhadap Profesionalisme Tenaga Keperawatan dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di BLUD RS Konawe Utara Sri Lestari; Narmi Narmi; Desiderius Bela Dhesa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 2 No 01 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 02 NO 01
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan fungsi komite keperawatan baik ketua, subkomite keperawatan untuk membangun profesional perawat pelaksana dalam pemberian pelayanan keperawatan ini sangatlah penting untuk menjaga keamanan klien dan pemberian hak klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komite keperawatan terhadap profesionalisme tenaga keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan di BLUD RS Konawe Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada 39 responden. Penarikan sampel dengan metode accidental sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan peran komite keperawatan kategori baik dan profesional dalam memberikan asuhan keperawatan sebanyak 16(44.4%). Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis chi-square diperoleh nilai ρ= 0.010 dengan demikian terdapat hubungan antara Peran Komite Keperawatan terhadap Profesionalisme Tenaga Keperawatan dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di BLUD RS Konawe Utara. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Peran Komite Keperawatan terhadap Profesionalisme Tenaga Keperawatan dalam Pemberian Asuhan Keperawatan.
Analisis Pelaksanaan Standar Keselamatan Pasien (Patient Safety) di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Wawan Gunwan; Narmi Narmi; Sahmad Sahmad
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 01 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.948 KB) | DOI: 10.46233/jk.v3i01.18

Abstract

Abstrak Keselamatan pasien di Rumah Sakit merupakan sistem pelayanan yang memberikan keamanaan saat perawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan standar keselamatan pasien (patient safety) di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif, dilaksanakan tanggal 3-30 Mei tahun 2018. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat inap di Laika Waraka Bedah dan Non Bedah RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 281 pasien dan sampel 56 orang yang diperoleh dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 56 responden, pelaksanaan standar keselamatan pasien dari segi pelaksanaan hak pasien sebagian besar (89,3%) terpenuhi, pelaksanaan pendidikan pada pasien dan keluarga, sebagian besar (83,9%) dalam kategori dilakukan, dari aspek kesinambungan pelayanan sebagian besar (85,7%) dalam kategori dilakukan dan dari aspek komunikasi sebagian besar (80,4%) dalam kategori dilakukan. Simpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan standar keselamatan pasien dari segi pelaksanaan hak pasien sebagian besar terpenuhi, pendidikan pada pasien dan keluarga, kesinambungan pelayanan dan komunikasi Perawat masing-masing sebagian besar dalam kategori dilakukan. Saran bagi pihak Rumah Sakit agar melakukan sosialisasi rutin tentang patient safety, menambah jumlah perawat dan bagi perawat agar memberikan hak pasien, pendidikan kepada pasien dan keluarga, memberikan kesinambungan dalam pelayanan serta menerapkan komunikasi perawat yang efektif. Absctract Patient safety at the Hospital is a service system that provides patient care during treatment. This study aims to analyze the implementation of patient safety standards (patient safety) in RSU Bahteramas Southeast Sulawesi Province in 2018. This research is a descriptive survey research, conducted on 3-30 May 2018. The population of this study are all inpatients in Laika Waraka Surgical and Non Surgical RSU. Bahteramas of Southeast Sulawesi Province were 281 patients and 56 samples were obtained with Accidental Sampling. The data were collected using questionnaires and analyzed descriptively. The results showed that from 56 respondents, the implementation of patient safety standard in terms of implementation of patient rights mostly (89,3%) met, the implementation of education on patient and family, mostly (83,9%) in the category done, from the aspect of continuity of service most (85,7%) in the category were done and from the communication aspect most (80,4%) in the category were done. The conclusions in this study are the implementation of patient safety standards in terms of exercising the patient's rights are mostly met, education on patient and family, continuity of care and communication Nurses each mostly in the category done. Suggestions for the Hospital to conduct routine socialization on patient safety, increase the number of nurses and nurses to provide patient rights, education to patients and families, provide sustainability in services and implement effective nurse communication
Hubungan Pendelegasian dan Supervisi dengan Semangat Kerja Perawat Selpi Selpi; Narmi Narmi; Narmawn Narmawan
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 03 (2020): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jk.v3i03.243

Abstract

Abstrak.Semangat kerja perawat pada hakekatnya merupakan perwujudan moral kerja yang tinggi. Semangat kerja harus menjadi perhatian, sebab semangat kerja yang tinggi dapat meningkatkan professional kerja dan juga meningkatkan kualitas pelayanan. Semangat kerja perawat banyak mengalami penurunan salah satu penyebabnya yaitu kurang efektif nya pendelegasian dan supervisiyang diterapkan di setiap ruangan perawatan sehingga menjadi permasalahan dalam menjalankan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendelegasian dan supervisi dengan semangat kerja perawat di RSUD Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross SectionalStudy. Sampel sebanyak 48 perawat. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Variabel dependent yaitu semangat kerja dan variabel independent yaitu pendelegasian dan supervisi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pendelegasian dengan semangat kerja perawat (ρ value = 0,001) dan ada hubungan supervisi dengan semangat kerja perawat (ρ value = 0,001). Simpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan pendelegasian dan supervisi dengan semangat kerja pada perawat. Disarankan agar meningkatkan pendelegasian dan supervisi kepala ruangan kepada perawat agar semangat kerja perawat tetap baik dalam melayani pasien di rumah sakit. Absctract.The nurse's work spirit is essentially a manifestation of high work morale.Work spirit must be a concern, because high morale can improve work professionalism and also improve service quality. The morale of nurses has decreased one of the causes is the lack of effective delegation and supervision that is applied in each treatment room so that it becomes a problem in carrying out nursing services at the hospital. The purpose of this study was to determine the relationship between delegation and supervision with the enthusiasm of nurses in Kendari City Hospital. The type of research used is descriptive analytic with Cross Sectional Study approach. A sample of 48 nurses. The sampling technique uses cluster sampling technique. The dependent variable is morale and the independent variable is delegation and supervision. Statistical analysis using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between delegation and the morale of nurses(ρ value = 0,001)and there is a relationship of supervision with the nurse's morale(ρ value = 0,001).The conclusion of this study is that there is a relationship between delegation and supervision with the work spirit of nurses. It is recommended to increase the delegation and supervision of the head of the room to the nurse so that the nurse's morale remains good in serving patients in the hospital.
Gambaran Persepsi Perawat Dalam Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan Di Kabupaten Buton Utara Sadahisman Sadahisman; Narmi Narmi; Dina Mariana Larira
Jurnal Keperawatan Vol 2 No 03 (2019): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jk.v2i03.301

Abstract

Supervisi klinik tidak diartikan sebagai pemeriksaan atau mencari kesalahan, tetapi lebih kepada pengawasan partisipatif, mendahulukan penghargaan terhadap pencapaian hasil positif dan memberikan jalan keluar terhadap hal yang masih belum dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi perawat dalam pelaksanaan supervisi kepala ruangan di Ruang rawat inap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 23 April - 17 Mei 2018. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat di ruang rawat inap sebanyak 35 orang. Sampel penelitian adalah perawat yang bertugas di Ruang rawat inap. Teknik sampling dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan persepsi perawat tentang pelaksana supervisi kategori kurang lebih banyak yakni 26 orang (74,3%) dan kategori baik sebanyak 9 orang (25,7%). Frekuensi pelaksanaan supervisi kategori kurang berjumlah 23 orang (65,7%) dan kategori baik sebanyak 12 orang (43,3%). Teknik pelaksanaan supervisi kategori kurang berjumlah 26 orang (74,3%) dan kategori baik sebanyak 9 orang (25,7%). Kesimpulan penelitian bahwa pelaksanaan supervisi keperawatan berdasarkan aspek pelaksana supervisi, teknik supervisi dan frekuensi supervisi masih dalam kategori kurang. Disarankan Kepala ruangan agar monitoring yang dilakukan oleh Kepala Ruangan lebih fokus dan berkesinambungan melaksanakan supervisi keperawatan. Kata Kunci : Pelaksana Supervisi, Teknik Supervisi, Frekuensi Supervisi Clinical supervision is not interpreted as checking or looking for faults, but rather of participatory oversight, prioritizing rewards for positive results and giving way out to what can still be done. This study aims to find out how nurses in the implementation of supervision in the inpatient room. This research type is descriptive observasional. The study was conducted from April 23 to May 17, 2018. The population in the study were all nurses in the inpatient room as many as 35 people. The study sample was the nurse in the inpatient room. The sampling technique was done by total sampling technique, the number of samples were 35 people. The result of the research shows the nurse's perception about the supervisor of the category of approximately 26 people (74,3%) and good category as many as 9 people (25,7%). Frequency of the implementation of less relaxed category supervision 23 people (65.7%) and good category as many as 12 people (43.3%). Technique of supervision implementation less 26 people (74,3%) and good category counted 9 people (25,7%). The gel monitoring performed by the head is more focused and ongoing in the implementation of nursing supervision. Keywords: Supervisor, Supervision Engineering, Supervision Frequency
HUBUNGAN MARKETING MIX TERHADAP KUNJUNGAN ULANG PASIEN DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGGARA Yuli Yasni; Narmi Narmi; Linda Ayu Rizka Putri
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 02 (2020): JURNAL KEPERAWATAN : JURNAL PENELITIAN DISIPLIN ILMU KEPERAWATAN
Publisher : STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jk.v4i02.438

Abstract

Abstrak. Kunjungan ulang merupakan pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan baik berupa rawat jalan maupun pelayanan jasa lainnya. Marketing mix menjadi daya tarik terhadap suatu produk dan mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dalam pemanfaatan jasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan marketing mix dengan kunjungan ulang pasien di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.. Penelitian dilaksanakan dengan metode cross sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan kunjungan ulang pada periode Januari-Mei tahun 2020 yakni sebanyak 7981 pasien. Sampel berjumlah 67 diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan cukup product dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,003, koefisien korelasi 0.355), ada hubungan cukup price dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,012, koefisien korelasi 0.304), ada hubungan cukup place dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,014, koefisien korelasi 0.298), ada hubungan cukup promotion dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,010, koefisien korelasi 0.313), ada hubungan cukup people dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,000, koefisien korelasi 0.465), ada hubungan cukup physical evidence dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,001, koefisien korelasi 0.388), ada hubungan cukup process dengan kunjungan ulang pasien (p value = 0,012, koefisien korelasi 0.304). Simpulan penelitian adalah variabel price, place, promotion, people, physical evidence, process memiliki hubungan dengan kunjungan ulang pasien
Hubungan Tugas Peran dan Fungsi Keluarga dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2016 Narmi Narmi; Sri Asriani Sarwin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007, Beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami ledakan jumlah penduduk lansia pada tahun 2010 hingga tahun 2020. Jumlah lansia diperkirakan naik 11,34% dari jumlah penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan tugas peran dan fungsi keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di kelurahan lapulu kecamatan abeli kota kendari 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kolerasi observasi. Penelitian ini di laksanakan di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jumlah responden 34 dari 226 lanjut usia, di ambil dengan metode Purposive Sampling. Data di olah secara univariat, analisa bivariat dengan Chi-squere di olah dalam bentuk cross tab dengan alpha 0,05. Pengolahan data dengan menggunakan peangkat computer program SPSS versi 20.0. Hasil uji Chi-square di dapatkan nilai probabilitas lebih kecil dari α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) ada hubungan tugas keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. (2) ada hubungan peran keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. (3) ada hubungan fungsi keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Lapulu Kecamatan abeli Kota Kendari. Abstract Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) in 2007, Several areas in Indonesia will experience the explosion of the elderly population in the years 2010 to 2020. The number of elderly is expected to rise 11.34% of the total population of Indonesia. This study aimed to Know the role and function assignment relationship with the independence of elderly families in fulfilling their daily activities in the village Lapulu Abeli ​​city districts kendari 2016. This study uses this type of research correlates observation. The research was carried on in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. The number of respondents 34 of 226 elderly, was taken with purposive sampling method. Data in though univariate, bivariate analysis by chi-squere on though in the form of a cross tab with alpha of 0.05. Peangkat data processing using the computer program SPSS version 20.0. Chi-square test results in getting smaller probability value of α = 0.05. It concluded that: (1) there is a connection with the independence of elderly family duties in fulfillment of daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. (2) there is a connection with the independence of elderly family role in fulfilling the daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari. (3) No correlation function with the independence of elderly families in fulfilling their daily activities in the Village Lapulu Abeli ​​District of Kendari.
Fenomena Kecanduan Penggunaan Gawai (Gadget) pada Kalangan Remaja Suku Bajo Chaidirman Chaidirman; Diah Indriastuti; Narmi Narmi
Holistic Nursing and Health Science Vol. 2, No. 2 (2019): November
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.416 KB) | DOI: 10.14710/hnhs.2.2.2019.33-41

Abstract

Background: Socially the use of devices causes teenagers to become less sociable. Many teenagers spend most of their time playing gadgets so they carry them wherever they go. This happens to the Bajo tribes who experience social changes that have an impact on their life patterns.Method: This study was a qualitative study with a phenomenological approach with the population in this study were the teenagers of the Bajo Tribe in Wakatobi Regency as many as 227 people and the number of samples was six adolescences Bajo Tribe. Using samples with a purposive sampling technique. For gathering the data, the investigator employed interview and observation guidelines, video recorder, and field note. The researchers used observation, interview and video recording in collecting the data and employed thematic analysis in data analysis. Results: The results of the research on these were three themes including namely the use of devices, addiction and socialization revealed that the use of devices requires costs for operations and excessive use of devices will have an impact on health where adolescents have a sense of dependence on devices that have attractive designs, and cause individual and indifferent attitudes. Discussion: The conclusion of this study is that adolescents begin to lose time for socializing due to the use of devices that are interested in the applications in it
Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah Metematika Peserta Didik Narmi Narmi; Nilam Permatasari; Edhy Rustan; Aswar Anas
Journal of Teaching dan Learning Research Vol 2, No 2 (2020): Journal of Teaching and Learning Research
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jtlr.v2i2.1731

Abstract

Abstract[English]:This research aims to: 1) determine students' mathematics learning activities with the Realistic Mathematic Education (RME) approach; (2) knowing students' math problem solving using the RME approach; (3) determine the effectiveness of the RME approach in terms of mathematical problem solving abilities. This type of research is a quasi experiment. The design of this research is the One-Group Pretest-Posttest Design. The population and sample were students of class VII MTs. Batusitanduk, who were taken from one class of four classes, namely class VII A, totaling 39 people. The data collection instruments used were tests and observation sheets. The results showed that 1) students' learning activities were 90.13% in the very active category; 2) descriptively, the ability to solve mathematics problems increased from 21.49 in the low category to 77.18 in the high category; and 3) the results of the hypoethical test showed that there was a significant difference between students' mathematical problem solving abilities after applying the Realistic Mathematic Education (RME) learning approach.Abstrak[Indonesia]:Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui aktivitas belajar matematika siswa dengan pendekatanRealistic Mathematic Education (RME); (2)mengetahui pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakanpendekatan RME; (3) mengetahui efektivitas pendekatan RME ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Desainpenelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Populasidan sampel adalah siswa kelas VII MTs.Batusitandukyang diambil satu kelas dari empat kelas yang ada, yaitu kelas VIIA  yangberjumlah 39 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan lembar observasi.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas belajar siswa sebesar 90,13% termasuk dalam kategori sangat aktif ; 2) secara deskriptif kemampuan pemecahan masalah matematika meningkat dari 21,49 berada pada kategori rendah, menjadi 77,18 berada pada kategori tinggi; dan 3) hasil uji hipoetsis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME).
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dalam Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat Marcelina Somba; Narmi Narmi; Mien Mien
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 02
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan suatu seni dalam proses penyembuhan pada pasien dan sebagai suatu bagian proses dalam membina hubungan perawat dan klien untuk menjaga kualitas asuhan keperawatan . Masalah kesehatan pasien dapat diketahui oleh perawat melalui proses komunikasi sehingga keberhasilan komunikasi yang diterapkan kepada pasien karena dipengaruhi oleh faktor perawat itu sendiri seperti pengetahuan dan motivasi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dalam pelaksanaan komunikasi teraupetik perawat di Rumah Sakit Kolaka Timur Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Desain penelitian yaitu analitik observasional melalui pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 58 orang dan sampel sebanyak 58 orang dengan teknik total sampling. instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis alternatif yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan hampir setengahnya responden memiliki pengetahuan baik dan memiliki komunikasi terapeutik baik yakni sebanyak 21 orang (36,2%), dan hampir setengahnya memiliki motivasi baik dengan komunikasi terapeutik perawat baik yakni sebanyak 20 responden (34,5%). Terdapat hubungan pengetahuan (ρ value = 0,000) dan motivasi (ρ value = 0,002) dalam pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit Kolaka Timur Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Peneliti memberikan saran kepada pihak RS untuk lebih meningkatkan motivasi kerja perawat melalui keikutsertaan dalam pelatihan dan pemberian reward kepada perawat.