Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebaran Alumni Program Studi Hukum Pidana Islam Dalam Dunia Kerja Syahrul Anwar; Deden Najmudin; Muhammad Fadhlan Aziz
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3657

Abstract

Graduates of the Islamic Criminal Law (HPI) Study Program at UIN Sunan Gunung Djati Bandung face challenges related to the suitability of their academic competencies with the demands of the world of work. This study aims to assess the distribution of alumni, the relevance of the curriculum, and the relationship between academic experience and career achievements. The methods used are purposive sampling with an online questionnaire and a sequential explanatory mixed method approach. The results show that the majority of HPI graduates have careers in education, public administration, and da'wah, while their involvement in the formal legal sector is limited; academic abilities support professionalism, but professional networks need to be strengthened. The novelty of this study lies in the integration of alumni distribution analysis with curriculum relevance evaluation, providing practical contributions to the development of learning strategies, internships, and alumni networks so that graduates are more adaptive and ready to face professional demands. Keywords : competence, islamic criminal law study program, opportunities
Sanksi Tindak Pidana Pemaksaan Perkawinan Anak dalam Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual A. Saepudin; Muhammad Fadhlan Aziz; Ilman Napiah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3736

Abstract

Pemaksaan perkawinan terhadap anak merupakan persoalan hukum dan sosial yang masih terjadi di masyarakat serta kerap dilegitimasi melalui pemahaman keagamaan tertentu tanpa mempertimbangkan hak anak untuk memberikan persetujuan secara bebas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sanksi tindak pidana pemaksaan perkawinan terhadap anak berdasarkan Pasal 10 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Data kualitatif diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah peraturan perundang-undangan, sumber hukum Islam, buku, jurnal, dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaksaan perkawinan terhadap anak merupakan tindak pidana kekerasan seksual yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 apabila memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 10. Dalam perspektif hukum Islam, pemaksaan perkawinan dapat dianalisis melalui konsep ijbar dan ikrah. Kebaruan penelitian terletak pada analisis integratif antara hukum positif dan konsep ijbar serta ikrah. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan hukum keluarga Islam dan perlindungan anak dari pemaksaan perkawinan.