Mutmainnah Mutmainnah
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka dan Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Hikmawati Hikmawati; Rezki Auliyah Syukri; Sri Raldiastari; Mutmainnah Mutmainnah
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka dalam kerangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar, dengan fokus studi pada UPTD SDN 44 Barru. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen, melibatkan guru, kepala sekolah, dan arsip institusi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran melalui pendekatan yang inovatif, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan implementasi antara lain adalah kerja sama antar guru, dukungan kelembagaan, serta pemanfaatan platform digital seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM). Meskipun demikian, sejumlah kendala masih ditemukan, termasuk kurangnya pemahaman pada guru senior, akses yang belum merata terhadap pelatihan profesional, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menginisiasi pelatihan terstruktur, mentoring antar guru, dan pemberdayaan peran komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada desain kurikulumnya, melainkan juga dipengaruhi oleh kepemimpinan sekolah, ketersediaan sumber daya, dan kesinambungan dukungan profesional. Temuan ini memberikan kontribusi bagi para pemangku kebijakan dan praktisi pendidikan dalam merumuskan strategi penguatan reformasi kurikulum di jenjang pendidikan dasar.
INTEGRASI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN CAHAYA ISLAM PAPUA SORONG Jumadi Jumadi; Muhammad Ali Bakri; Rukli Rukli; Ferdinan Ferdinan; Mutmainnah Mutmainnah
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2024): December 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v4i1.3950

Abstract

This study analyses how Islamic educational values are integrated into Arabic language learning at Cahaya Islam Modern Islamic Boarding School in Sorong, Papua. It employed a qualitative case-study design conducted in October 2024, involving 15 informants and supported by institutional documents, instructional records, and field notes. The data comprised the institutional profile, vision and mission, curriculum structure, Arabic language programmes, language-environment activities, learning-evaluation records, and field evidence on value habituation. The data were analysed thematically through condensation, coding, categorisation, presentation, and interpretive verification. The findings show that Islamic values are integrated across six interrelated domains: institutional orientation, learning objectives, teaching materials, pedagogical strategies, the Arabic-speaking environment, and assessment. The values emphasised include faith, worship, noble character, discipline, honesty, responsibility, independence, cooperation, and respect for knowledge. Their integration into the four language skills is reflected in Qur’anic and prophetic texts, morally oriented dialogues, reflective reading, and guided writing. Teachers reinforce this process through modelling, habituation, advice, supervision, motivation, and communicative practice, while Arabic-language and Qur’an-memorisation programmes extend value formation beyond the classroom. Nevertheless, the alignment among learning outcomes, classroom activities, and authentic assessment requires further strengthening. The study conceptualises value integration as a multilayered educational system linking institutional orientation, Arabic pedagogy, language ecology, and assessment so that linguistic competence, religious literacy, and character formation develop as an integrated process.