Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nomophobia terhadap interaksi sosial pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Timur Makassar. Nomophobia merupakan kecemasan yang muncul ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponselnya, dan kondisi ini diduga menurunkan kualitas interaksi sosial secara langsung pada Mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 51 Mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penggunaan smartphone lebih dari enam jam per hari. Data dikumpulkan menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan skala interaksi sosial, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear sederhana melalui program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar Mahasiswa berada pada kategori nomophobia sedang (54,9%) dan tinggi (45,1%), sementara tingkat interaksi sosial Mahasiswa sebagian besar berada pada kategori sedang (82,4%). Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara nomophobia terhadap interaksi sosial (t = -3,533, p = 0,001), dengan sumbangan pengaruh sebesar 20,3 persen (R² = 0,203). Artinya, semakin tinggi tingkat nomophobia yang dialami Mahasiswa, semakin rendah kualitas interaksi sosial yang dimilikinya. Temuan ini menegaskan pentingnya langkah preventif seperti program literasi digital dan kegiatan kampus yang mendorong interaksi tatap muka guna mengurangi dampak negatif nomophobia terhadap kehidupan sosial Mahasiswa