Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW MELALUI MOTIVASI BELAJAR, MINAT BELAJAR, DAN FLOW AKADEMIK Fauzil Adzim; Indra Wijaya; Muhaiminah Akib
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hasil-hasil penelitian yang membahas hubungan antara self-efficacy dan prestasi belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengingat adanya perbedaan temuan empiris pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis empat artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik penelitian. Artikel-artikel yang dikaji berasal dari jenjang pendidikan menengah dan menggunakan pendekatan kuantitatif, sehingga memungkinkan dilakukan perbandingan temuan secara sistematis serta mengisi celah penelitian terkait variasi kekuatan pengaruh self-efficacy dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan positif antara self-efficacy dan prestasi belajar PAI. Siswa yang memiliki self-efficacy tinggi cenderung lebih percaya diri, lebih tekun dalam belajar, dan lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga mendukung pencapaian prestasi belajar yang lebih baik. Namun, satu penelitian menunjukkan bahwa pengaruh self-efficacy terhadap prestasi belajar relatif kecil pada konteks sekolah dengan sistem pembelajaran yang sudah terstruktur dan capaian nilai siswa yang homogen. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa self-efficacy merupakan faktor penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, meskipun perannya sangat dipengaruhi oleh konteks pembelajaran dan karakteristik peserta didik.
SELF EFFICACY, REGULASI DIRI, DAN PRESTASI BELAJAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: ANALISIS LITERATUR SISTEMATIS Widya Putri; Samratul Fuadah Alwi; Nur Fadli Aditiya; Khaerul Akhyar Herman; Indra Wijaya
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 2 No. 4 (2025): Education Studies and Teaching Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/rsw57113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Self-efficacy, sebagaimana dijelaskan dalam teori kognitif sosial Bandura, merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas belajar. Berbagai penelitian tahun 2020–2025 menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi, regulasi diri, serta kemampuan siswa menghadapi tantangan akademik, khususnya dalam pembelajaran PAI yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Melalui proses SLR, penelitian ini menemukan bahwa self-efficacy berkontribusi positif terhadap pemahaman materi PAI, pengamalan nilai Islam, serta pelaksanaan praktik ibadah. Guru PAI berperan sebagai fasilitator dan model dalam membangun self-efficacy melalui pengalaman keberhasilan, motivasi verbal, dan keteladanan. Dengan demikian, self-efficacy menjadi faktor psikologis penting yang perlu diperkuat untuk meningkatkan prestasi belajar PAI secara komprehensif.
REWARD DAN PUNISHMENT DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nur Inayah; Nur Reski; Jumarni Jumarni; Heri Heri; Tegar Edy; Fauzil Adzim; Indra Wijaya
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 2 No. 4 (2025): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xvqypj16

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian religius peserta didik melalui menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran PAI di sekolah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga pembentukan kedisiplinan dan karakter religius belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan reward dan punishment dalam pembelajaran PAI ditinjau dari pendekatan behavioristik dan humanistik sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepribadian religius siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap empat artikel jurnal nasional yang relevan dengan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan behavioristik efektif dalam membentuk perilaku disiplin melalui mekanisme penguatan dan pembiasaan, sementara pendekatan humanistik berperan dalam menumbuhkan kesadaran diri, motivasi intrinsik, dan pemaknaan nilai religius siswa. Integrasi kedua pendekatan tersebut menghasilkan pembelajaran PAI yang lebih seimbang antara pembentukan perilaku lahiriah dan penguatan kesadaran batiniah, sehingga mendukung terbentuknya kepribadian religius peserta didik secara lebih holistik. Temuan ini memberikan implikasi bagi guru PAI dalam merancang strategi pembelajaran yang integratif, humanis, dan kontekstual sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
School Well-Being sebagai Prediktor Resiliensi Santri: Studi Kuantitatif Berbasis Structural Equation Modeling di Pesantren Indra Wijaya; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman; Ahmad Afif
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38400

Abstract

Abstract: This study is important for understanding how School Well-Being in Islamic boarding schools (pesantren), which has been underexplored, can influence santri resilience in facing academic, social, and spiritual challenges within a structured pesantren environment. The study aims to analyze the impact of School Well-Being on santri resilience in pesantren. A quantitative approach with a correlational survey design was used. The study sample consisted of 416 senior high school-level santri selected using multistage cluster random sampling. The instruments used were the School Well-Being Scale based on the Konu and Rimpelä model, and the Resilience Scale based on Reivich and Shatté's theory. Both instruments demonstrated validity and reliability, with Cronbach's Alpha of 0.857 for the School Well-Being Scale and 0.790 for the Resilience Scale. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that School Well-Being positively and significantly affects santri resilience (β = 0.215; p < 0.001). These findings suggest that an emotionally, socially, and spiritually supportive pesantren environment contributes to strengthening the psychological resilience of santri. This study highlights the importance of developing an education ecosystem focused on well-being as a strategy to enhance santri resilience.Abstrak: Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana School Well-Being di pesantren, yang masih belum banyak diteliti, dapat mempengaruhi resiliensi santri dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, dan spiritual di lingkungan pesantren yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh School Well-Being terhadap resiliensi santri di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 416 santri tingkat SMA yang dipilih melalui teknik multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala School Well-Being berdasarkan model Konu dan Rimpelä serta Skala Resiliensi berdasarkan teori Reivich dan Shatté. Kedua instrumen ini memiliki validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha 0,857 untuk Skala School Well-Being dan 0,790 untuk Skala resiliensi. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa School Well-Being berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi santri (β = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pesantren yang mendukung secara emosional, sosial, dan spiritual berkontribusi dalam memperkuat ketahanan psikologis santri. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan sebagai strategi dalam meningkatkan resiliensi santri. 
Profile of School Well-Being of Women's Students Based on the Dimensions of Having, Loving, Being, and Health Indra Wijaya; Andi Tajuddin; Sry Hasriny
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2507

Abstract

This study aims to describe the profile of school well-being female students based on four main dimensions according to Konu and Rimpela, namely having, loving, being, and health. The study used a descriptive quantitative approach involving 172 female students from five Islamic boarding schools in South Sulawesi who were selected through purposive sampling techniques. The instrument used was the School Well-Being Scale adapted from the Konu and Ripela models, consisting of 41 valid items with a reliability of α = 0.857. The results showed that the overall level of school well-being of female students was in the medium category (M = 2.75), with 70.35% of respondents in the medium category, 14.53% in the high category, and 15.12% in the low category. The loving (M = 3.27) and being (M = 3.10) dimensions had the highest values, while having (M = 2.29) and health (M = 2.34) showed lower values. This pattern is consistent across all five pesantren, indicating that dimensional inequality is a structural issue. These findings have practical implications for pesantren managers in designing more targeted dimension-based interventions
The Effect of Spirituality on School Well-Being Among Santri Indra Wijaya; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman; Ahmad Afif
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i2.1600

Abstract

This study aims to examine the relationship between spirituality and school well-being among students (santri) in Islamic boarding schools in South Sulawesi. Using a quantitative correlational survey design, data were collected from 416 students selected through multistage cluster random sampling from 12 pesantren. The Spirituality Scale was adapted from the Spiritual Orientation Inventory (SOI) by Elkins et al., while the School Well-Being Scale was adapted from the model of Konu and Rimpelä. Both instruments showed high reliability (α = 0.943 and α = 0.857, respectively). Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with Mplus software. The SEM results indicate that spirituality has a small positive but non-significant direct effect on school well-being (beta = 0.084, p = 0.121). These findings suggest that, in the pesantren context, students’ school well-being may be shaped more strongly by social and structural factors (e.g., peer relationships, social interaction, and institutional policies) than by spirituality alone, highlighting the need for holistic well-being programs.
Literature Review: Strategi dan Metode Pembelajaran dalam Mendukung Pengoptimalan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif Nadia Mutiara Zahra; Muhammad Fajri; Indra Wijaya; Munaing
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i2.1611

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut adanya layanan pembelajaran yang adaptif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), agar mereka tetap dapat belajar secara optimal di kelas. Literatur-literatur yang dikaji bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pembelajaran yang efektif bagi ABK di setting pendidikan inklusif, khususnya strategi yang memanfaatkan pendekatan personal, diferensiasi pembelajaran, penggunaan media kreatif, integrasi aktivitas seni (musik), serta tantangan implementasi di sekolah inklusif serta bentuk kolaborasi yang diperlukan antara guru, orang tua, dan tenaga pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran literatur dari tiga database elektronik yaitu Google Scholar, Garuda dan ResearchGate. Penelitian ini berdasarkan pengkajian dari beberapa jurnal, khususnya “Jurnal Pendidikan Inklusi” yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil literature review menunjukkan bahwa strategi pembelajaran untuk ABK paling efektif ketika menggunakan pendekatan individual dan diferensiasi pembelajaran, di mana tugas, materi, dan cara penyampaian disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, serta pentingnya pemberian dampingan dan motivasi.
Intervensi Perilaku pada Anak Berkebutuhan Khusus : Literatur Review Jumatri Hollong; Zulfikar Alqadri Rafid; Indri Triana; Indra Wijaya; Munaing
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i2.1629

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menghadapi tantangan perilaku yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik mereka. Berbagai pendekatan intervensi perilaku telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, namun literatur yang mengkaji efektivitas dan konteks implementasi berbagai pendekatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah tentang intervensi perilaku pada ABK, khususnya Applied Behavior Analysis (ABA), Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dan Positive Behavior Support (PBS). Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa ABA mendominasi penelitian (6 studi) dengan efektivitas tinggi dalam meningkatkan kemampuan bahasa, interaksi sosial, dan keterampilan fungsional pada anak autis. CBT (3 studi) terbukti efektif dalam mengelola aspek kognitif dan emosional, terutama untuk meningkatkan motivasi belajar dan regulasi emosi. PBS (1 studi) menunjukkan hasil positif dalam mengelola perilaku oposisional. Mayoritas penelitian menggunakan desain eksperimental dengan subjek tunggal atau kelompok kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketiga pendekatan memiliki keunggulan spesifik dan dapat diintegrasikan berdasarkan kebutuhan individual anak. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi praktisi, pendidik, dan peneliti dalam memilih dan mengimplementasikan intervensi perilaku berbasis bukti untuk ABK.
Spiritualitas sebagai Prediktor Resiliensi Santri Pesantren INDRA WIJAYA
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.563

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional mengharuskan mahasiswa untuk menjalani rutinitas keagamaan yang disiplin, mandiri, dan intens. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang membutuhkan ketahanan. Spiritualitas diyakini sebagai salah satu faktor internal penting yang dapat memperkuat ketahanan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh spiritualitas terhadap ketahanan siswa di pondok pesantren di wilayah Sulawesi Selatan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 416 siswa SMA yang diseleksi melalui teknik multistage cluster random sampling dari 12 pondok pesantren. Instrumen yang digunakan adalah Skala Spiritualitas (diadaptasi dari Inventarisasi Orientasi Spiritual/Elkins, dengan reliabilitas ? = 0,93) dan Skala Ketahanan (berdasarkan teori Reivich & Shatté, dengan reliabilitas ? = 0,79). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software Mplus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki efek positif yang signifikan terhadap ketahanan siswa (? = 0,341, z = 6,718, p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas, semakin kuat ketahanan psikologis mahasiswa dalam menghadapi tekanan kehidupan pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pengembangan rohani di pesantren memiliki kontribusi penting dalam penguatan ketahanan siswa. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas wilayah penelitian dan menambah faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan iklim pesantren. Kata kunci: spiritualitas, ketahanan, mahasiswa, pesantren, Sulawesi Selatan
The Role of Social Support in Building Resilience Among Santri in Pesantren Indra Wijaya; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman; Ahmad Afif
International Conference On Religion, Social and Humanities Vol 4 (2025): Religion and Social Transformation in the Digital Era
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/proceedingsoficresh.v4i.81

Abstract

This study examines the role of social support in building resilience among santri in pesantren in South Sulawesi, Indonesia. The objective of the research is to determine the impact of emotional, informational, and instrumental support on the resilience of santri, with a focus on the unique socio-cultural environment of pesantren. A quantitative approach using a correlational survey design was employed, involving 416 santri selected through multistage cluster random sampling. The study utilized two scales: the Social Support Scale and the Resilience Scale, both of which were tested for reliability and validity. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that social support has a significant positive effect on resilience, with a direct influence of 0.452 (p < 0.001). Descriptive statistics revealed moderate levels of both social support and resilience among the santri, with considerable variation in individual scores. The study concludes that social support, particularly emotional and informational support from peers, religious leaders, and the pesantren community, plays a crucial role in enhancing resilience. It is recommended that pesantren strengthen their social support systems to ensure more equitable support for all students, especially those who feel less supported.