Emi Anggreani Masjur
Institut Agama Islam Rakeyan Santang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PEMECAHAN SOAL CERITA MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Mia Audina Musyadad; Agus Jaenal; Warsali Warsali; Emi Anggreani Masjur; Chabibah Chabibah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4637

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika tidak hanya berfokus pada kemampuan menghitung, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam memahami permasalahan, menganalisis informasi, serta menentukan langkah penyelesaian secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemecahan soal cerita matematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemecahan soal cerita matematika dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu memahami masalah, mengidentifikasi informasi penting dalam soal, mendiskusikan kemungkinan strategi penyelesaian, serta menjelaskan kembali langkah penyelesaian yang dilakukan. Proses pembelajaran yang melibatkan diskusi dan penjelasan langkah penyelesaian mendorong keterlibatan siswa dalam aktivitas analisis dan refleksi terhadap permasalahan matematika. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemecahan soal cerita dapat mendukung berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses pemahaman masalah dan aktivitas analitis siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika.
PENANAMAN NILAI KEBANGSAAN DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Asep Supriatna; Agus Jaenal; Rian Permana Suryadipraja; Rahman Tanjung; Emi Anggreani Masjur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4671

Abstract

Perkembangan globalisasi membawa pengaruh yang signifikan terhadap perubahan sosial dan budaya masyarakat, termasuk dalam pembentukan sikap kebangsaan pada generasi muda. Dalam konteks pendidikan dasar, penguatan nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan karena berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan kebersamaan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Wildan Kecamatan Rawamerta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, siswa, dan kepala madrasah sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui integrasi kearifan lokal yang dikaitkan dengan pengalaman sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar untuk menjelaskan konsep persatuan, kebersamaan, dan kerja sama. Proses pembelajaran tersebut mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka memahami nilai kebangsaan secara lebih konkret. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran kebangsaan pada siswa pendidikan dasar.
PENGUATAN LITERASI DASAR MELALUI MEMBACA TERBIMBING DAN SUDUT BACA KELAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Emi Anggreani Masjur; Muhamad Hanifah; Azmi Mutiara Qurrota A’yun; Khoirunnisa Khoirunnisa; Hanifah Rizki Rosidah; Mumahamad Alfiansyah
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian bulan April-Juni 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i1.4747

Abstract

Program penguatan literasi dasar ini bertujuan meningkatkan pemahaman bacaan dan keterlibatan belajar melalui kombinasi membaca terbimbing dan penataan sudut baca kelas pada siswa kelas III selama kegiatan KKN. Mitra adalah SDN Citarik 2 (SD-A; 24 siswa) dan SDN Citarik 3 (SD-B; 21 siswa). Desain menggunakan pra–pasca tanpa kelompok pembanding selama 5 minggu (dua sesi membaca terbimbing per minggu dan aktivasi sudut baca harian). Indikator kinerja meliputi: (1) pemahaman bacaan (pra–pasca), (2) kunjungan sudut baca per siswa per minggu, dan (3) keterlibatan belajar berdasarkan rubrik 0–2 (on-task, partisipasi, strategi tampak). Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil menunjukkan kenaikan rerata pemahaman bacaan pada kedua sekolah. Aktivitas sudut baca bergerak pada level yang mendukung kebiasaan membaca: SD-A mencapai rata-rata 21 kunjungan/siswa/minggu dibanding baseline 15 (+40%), sedangkan SD-B mencapai rata-rata 20 dibanding baseline 14 (+42,86%). Keterlibatan belajar didominasi kategori “Sedang” dengan pencapaian indikator Sedang+Tinggi ≥60% pada kedua sekolah; seluruh siswa berpartisipasi, termasuk yang belum lancar membaca, melalui peran terstruktur dan pemodelan strategi. Secara keseluruhan, kombinasi membaca terbimbing dan sudut baca layak, relevan, dan berdampak positif bagi penguatan literasi dasar.