Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaesis guineensis Jacq.) Fase TM 1 Terhadap Pemberian Kompos Tankos Kelapa Sawit dan Asam Humat Fatimah Az Zahra; Mira Ariyanti; Mochamad Arief Soleh; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.319

Abstract

The excessive use of chemical fertilizers can damage ecosystems and reduce soil fertility, negatively impacting crop production. The addition of organic materials to the soil, such as empty fruit bunch (EFB) compost and humic acid, can mitigate these negative effects. The nutrient content in EFB compost can enhance plant growth, while humic acid can improve nutrient absorption by plants. This study aimed to determine the optimal combination of EFB compost and humic acid doses for achieving the best growth of mature phase oil palm in its first year of production. The research was conducted at the Ciparanje Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, from February to June 2024, using a randomized block design (RBD) with four treatments and six replications. The treatments tested were: 2.5 kg/plant of NPKMg fertilizer (12:12:17:2); 50 kg/plant of EFB compost; 30 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid; and 10 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid. The results showed that, in general, there were no significant differences in most growth parameters observed. Significant differences were only found in the number of fronds, particularly at 2 and 4 weeks after treatment (WAT), with the application of 10 kg/plant of EFB compost + 300 mL/plant of humic acid yielding the best results.
Pencabutan Kuasa Asuh Anak Pada Perceraian Akibat Penyimpangan Seksual Yang Dilakukan Oleh Istri Dikaitkan Dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Kompilasi Hukum Islam Fatimah Az Zahra; Veronica Komalawati; Hazar Kusmayanti
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 4 (2025): NJMS - November 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami mengenai pemenuhan hak asuh anak jika terjadi perceraian, serta menganalisis dan merumuskan akibat hukum terhadap kuasa asuh anak bila terjadi perceraian akibat penyimpangan seksual yang dilakukan istri berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, yaitu dengan menggambarkan peristiwa yang sedang diteliti dikaitkan dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode analisis data yang digunakan adalah yuridis kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama perceraian menurut UU Perkawinan dan KHI pada dasarnya tidak memutus hubungan darah maupun kewajiban orang tua terhadap anak. Kuasa asuh dapat ditetapkan kepada salah satu orang tua namun pemenuhan hak asuh anak tetap menjadi tanggung jawab bersama agar kelangsungan hidup, pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang anak tetap terjamin. Kedua, akibat hukum terhadap kuasa asuh anak jika terjadi perceraian akibat penyimpangan seksual yang dilakukan istri dapat menjadi dasar bagi hakim mencabut kuasa asuh dari pihak ibu dan menyerahkannya kepada ayah. Pertimbangan hukum tersebut berlandaskan pada UU Perkawinan, KHI, serta prinsip the best interest of the child dalam UU Perlindungan Anak, yang mengutamakan perlindungan fisik, psikologis, serta moral anak di atas kepentingan orang tua