Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Petugas Aviation Security (AVSEC): Studi Pengaruh Disiplin Kerja, Pengawasan, dan Motivasi Bagus Hidayat Cahyo Ramadhan Hariyadi; Sundoro
Jurnal Bina Ilmu Cendekia Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Bina Ilmu Cendekia
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/jbic.v6i2.838

Abstract

The performance of Aviation Security (AVSEC) personnel represents a critical element in ensuring flight safety within airport environments. This research aims to evaluate the extent to which Work Discipline, Supervision, and Work Motivation influence AVSEC Officer Performance. Employing a qualitative approach through literature review, the analysis examines literature from various scientific journals obtained through Google Scholar. Theoretically, research findings demonstrate that these three variables, Work Discipline, Supervision, and Work Motivation, exert positive and significant influence on AVSEC Officer Performance, both individually and collectively. These findings reinforce the importance of implementing comprehensive human resource management strategies, encompassing discipline enforcement, leadership strengthening, and creation of supportive work environments, to enhance overall AVSEC effectiveness and professionalism.
Rancangan Media Informasi Prohibited Items Berbasis QR Code di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Adinda Sekar Arum; Sundoro; Irwan Faizal
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8911

Abstract

Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memiliki tingkat pergerakan penumpang yang tinggi sehingga memerlukan penyampaian informasi keamanan penerbangan yang efektif. Berdasarkan hasil observasi di Terminal 2, masih ditemukan penumpang yang membawa prohibited items saat pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP), yang menunjukkan bahwa pemahaman penumpang mengenai ketentuan barang bawaan masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan merancang media informasi prohibited items berbasis QR Code sebagai alternatif penyampaian informasi yang mudah diakses melalui smartphone. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis, Design, dan Development. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan validasi ahli. Hasil penelitian berupa media informasi berbasis QR Code yang terintegrasi dengan website dan memuat informasi mengenai ketentuan barang bawaan penumpang sesuai regulasi keamanan penerbangan. Berdasarkan hasil validasi, media memperoleh tingkat kelayakan sebesar 100% dari ahli materi dan 97,6% dari ahli media dengan kategori Sangat Layak digunakan sebagai alternatif media informasi digital dalam penyampaian informasi prohibited items kepada penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya.
Pengaruh Media Informasi di Area Keberangkatan terhadap Pemahaman Penumpang Mengenai Barang Bawaan Kabin Pesawat Ahmad Zakly Mahyunir Nur; Sundoro; Wahyudono
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v3i2.8980

Abstract

Tingginya temuan barang bawaan dilarang di area keberangkatan Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, mencapai 684 kasus selama Oktober 2025 hingga Maret 2026, mengindikasikan rendahnya pemahaman calon penumpang terhadap regulasi keamanan penerbangan, diduga akibat kurang efektifnya media informasi di area keberangkatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman calon penumpang mengenai ketentuan barang bawaan ke kabin pesawat udara serta pengaruh media informasi terhadap pemahaman tersebut. Metode kuantitatif dengan pendekatan survei digunakan karena mampu menghasilkan data terukur objektif dan diuji hipotesisnya secara statistik. Sampel berjumlah 92 calon penumpang dipilih melalui purposive sampling diperkuat accidental sampling, dengan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis melalui regresi linear sederhana pada IBM SPSS Statistics. Hasil menunjukkan tingkat pemahaman calon penumpang berada pada kategori Sedang/Cukup Baik dengan skor rata-rata 18,51. Media informasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman calon penumpang, dibuktikan nilai t hitung 11,081 lebih besar dari t tabel 1,662 dengan signifikansi <0,001. Nilai R Square 0,577 menunjukkan kontribusi media informasi sebesar 57,7% terhadap pemahaman calon penumpang, sedangkan 42,3% dipengaruhi faktor lain seperti pengalaman terbang dan usia. Penelitian lanjutan disarankan mengkaji variabel lain seperti pengalaman terbang dan latar belakang pendidikan sebagai variabel kontrol, serta memperluas lokasi penelitian ke bandar udara lain guna meningkatkan generalisasi hasil.
Pengaruh Pemahaman Penumpang tentang Barang Bawaan yang Dilarang terhadap Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Kualanamu Inri Desniti Nuggetty Butar Butar; Sundoro; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8931

Abstract

Aturan barang dilarang (prohibited items) sangat krusial bagi keamanan penerbangan. Di Bandar Udara Internasional Kualanamu, tercatat 9.648 barang disita selama tahun 2025, yang mengindikasikan rendahnya pemahaman penumpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman penumpang dan pengaruhnya terhadap keamanan penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 100 responden (rumus Slovin) melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan persamaan regresi linear sederhana Y= -2,857+1,058X . Hasil menunjukkan pemahaman penumpang berada pada kategori kurang baik. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,934 dan koefisien determinasi (r²) sebesar 87,3%, serta uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 25,981 > t tabel 1,660; sig 0,000). Disimpulkan bahwa pemahaman penumpang berpengaruh sangat kuat terhadap keamanan penerbangan. Implikasinya, pengelola bandara perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui infografis digital dan media interaktif di area strategis seperti check-in counter untuk meningkatkan pemahaman teknis penumpang.