Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Mengimplementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari Syal Sa Billa Intan Romadona; Gandes Larasati; Devinta Inaas Hibatullah Patay; Dinda Ayuningtyas
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9546

Abstract

Seiring dengan perubahan zaman, terutama di era globalisasi, nilai-nilai Pancasila mulai terabaikan. Pengaruh budaya asing, individualisme, materialisme, serta derasnya arus informasi melalui media sosial telah menggeser pemahaman dan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat, termasuk generasi muda, yang hanya mengenal Pancasila sebagai formalitas tanpa memahami makna dan urgensi penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis urgensi pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya pengamalan Pancasila di kalangan generasi muda, Menawarkan strategi reaktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan praktik nyata dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi beberapa strategi yang efektif untuk memperkuat implementasi Pancasila, yaitu: Optimalisasi pendidikan Pancasila, dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum di semua tingkat pendidikan; Peningkatan teladan dari figur pemimpin dan tokoh masyarakat; Penggunaan media. Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan pendekatan multidimensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebagaimana dikemukakan oleh, pendidikan karakter berbasis Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap relevan sebagai living ideology yang mampu menjawab tantangan zaman while tetap menjaga jati diri bangsa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas implementasinya tampak melalui berbagai bentuk penyimpangan seperti intoleransi, diskriminasi, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta ketidakadilan sosial. Kondisi ini menegaskan bahwa pemahaman normatif terhadap Pancasila tidak cukup tanpa diiringi upaya reaktualisasi yang sistematis dan berkelanjutan. Reaktualisasi tersebut perlu diarahkan pada revitalisasi pendidikan Pancasila, penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter, peningkatan literasi digital, serta hadirnya teladan nyata dari pemimpin dan institusi publik. penelitian ini menyimpulkan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi ideologis yang relevan dan esensial bagi bangsa Indonesia. Namun, relevansi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik sosial, politik, maupun budaya masyarakat. Rendahnya internalisasi nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, tidak hanya disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga oleh lemahnya pendidikan karakter, kurangnya keteladanan pemimpin, serta derasnya arus informasi yang tidak terfilter dengan baik. Kata Kunci: Reaktualisasi Pancasila, Ideologi Hidup, Jati Diri Bangsa
Pengembangan Media Flipbook Digital Bermuatan Kearifan Lokal untuk Pembelajaran Keterampilan Berbicara Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Syal Sa Billa Intan Romadona; Desi Eka Pratiwi
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i3.3833

Abstract

Penelitian ini bertujuan menciptakan media pembelajaran dan membuktikan validitas serta kelayakannya untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 SD Negeri Ngadiluwih Bojonegoro. Peneliti menerapkan Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Desain penelitian menerapkan analisis deksriptif kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada tahap Development dan validasi ahli media untuk penggunaan di kelas 1 SD, sehingga tahap implementasi pembelajaran, uji coba lapangan, dan evaluasi hasil pembelajaran tidak termasuk dalam prosedur penelitian. Peneliti menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data uji validasi dari 2 ahli media. Hasil validasi media pembelajaran Flipbook mendapatkan persentase kelayakan sebesar 96,27% dengan kategori sangat valid, dari hasil 2 validasi ahli media serta mendapatkan penilaian rata-rata dari ketujuh aspek yaitu kelayakan isi/materi, Kebahasaan, Tampilan, Pengoperasian media, Interaktivitas, Interaktivitas Kepraktisan, dan Kepraktisan kebermanfaatan mendapatkan persentase sebesar 96,24% dengan kategori sangat valid. Disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat layak digunakan untuk proses pembelajaran