Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TOYOTA PRODUCTION SYSTEM DENGAN PENDEKATAN JIDOKA SEBAGAI UPAYA PENDEKATAN BERKELANJUTAN DALAM USAHA CATERING RUMAHAN Samani Intakoris; Kukuh Mukti Wibowo; Nunung Agus Firmansyah; Anny Rosiana Masithoh; Muhammad Firman
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v7i1.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan prinsip Jidoka dalam Toyota Production System (TPS) sebagai pendekatan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, dan keberlanjutan operasional pada Usaha Catering X di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Jidoka berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja produksi. Rata-rata waktu produksi menurun sebesar 17,1%, tingkat pemborosan bahan baku berkurang 23,1%, dan kesalahan produk serta keterlambatan pengiriman turun lebih dari 50%. Selain itu, partisipasi karyawan dalam pengawasan mutu meningkat hingga 40%, menunjukkan terbentuknya budaya kerja partisipatif dan tanggung jawab bersama terhadap kualitas produk. Kendati demikian, ditemukan beberapa kendala seperti resistensi awal terhadap perubahan dan keterbatasan pelatihan teknis. Secara keseluruhan, penerapan Jidoka terbukti meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing usaha catering skala kecil. Prinsip ini berpotensi menjadi model pengembangan lean system bagi sektor jasa makanan di Indonesia yang berorientasi pada keberlanjutan dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Model Integrated Waste Management Berbasis Ekologi Industri untuk Mendukung Circular Economy di Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris; Kukuh Mukti Wibowo; Anny Rosiana Masithoh; Nunung Agus Firmansyah; Tuti Nadhifah
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v5i3.6338

Abstract

The increase in industrial activity, trade, and population growth in Kudus Regency has driven a significant rise in waste generation, placing increasing pressure on the regional waste management system. This condition is exacerbated by the continued dominance of a linear economic model, resulting in most waste being disposed of at the Tanjungrejo Final Processing Site (TPA), which is currently experiencing overcapacity. This study aims to identify the characteristics of waste flows, analyze the potential application of Industrial Ecology principles, and develop an Integrated Waste Management (IWM) model based on Industrial Ecology to support the implementation of a Circular Economy in Kudus Regency. The research employs a qualitative case study approach using field observations, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and document analysis from local government and relevant stakeholders. Data were analyzed using Material Flow Analysis (MFA), Stakeholder Analysis, and Industrial Symbiosis Analysis. The results indicate that Kudus Regency generates approximately 400 tons of waste per day, dominated by organic waste, plastics, and paper. The current system heavily depends on the TPA, receiving around 170–200 tons daily, leading to operational overload. Significant resource leakage occurs due to low recovery rates and weak waste utilization across sectors. Opportunities for industrial symbiosis were identified, including compost and biogas from organic waste, biomass energy from tobacco residue, and biochar from wood waste. The proposed IWM model integrates collection, sorting, recovery, recycling, and symbiosis within a Circular Economy framework, reducing landfill dependence and improving sustainability.